Remaja 16 Tahun Bikin Down Internet Provider

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Kamis, 06 Februari 2020 | 13:15 WIB
Remaja 16 Tahun Bikin Down Internet Provider
Ilustrasi hacker atau peretas. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang remaja berusia 16 tahun asal kota Odessa, Ukraina, terpaksa ditangkap polisi karena menyerang dan melumpuhkan jaringan sebuah perusahaan penyedia internet service provider (ISP) di negara tersebut.

Sebagaimana lansiran laman ZDnet, Kamis (6/2/2020), remaja yang namanya tak disebutkan itu awalnya memaksa ISP lokal untuk memberikan data dari salah seorang pelanggannya.

Namun karena permintaannya ditolak, ia pun kesal dan membalasnya dengam melakukan serangan distributed denial of service (DDoS) yang sukses membuat jaringan ISP mereka down.

Serangan yang terjadi pada 2019 lalu itu berdampak cukup besar bagi perusahaan karena mereka tidak bisa memberikan layanan internet kepada para pelanggannya.

Bahkan, hal itu membuat pihak ISP untukbmenghubungi pihak berwajib dan melaporkan kejadian tersebut untuk bisa ditindaklanjuti.

Setelah ada pelaporan, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengatakan bahwa polisi siber Ukraina langsung menyelidiki keberadaan remaja tersebut, yang kemudian diketahui berada di kota Odessa. Ia pun ditangkap pada Januari lalu.

Selain menangkap sang remaja, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang dipakai tersangka untuk melumpuhkan ISP. Dalam penyelidikan awal, polisi menemukan software yang dipakai untuk melakukan serangan DDoS beserta 20 akun di berbagai forum hacker.

Hanya saja, tak banyak informasi yang dikeluarkan oleh kepolisian Ukraina, termasuk data-data orang yang diminta oleh pemuda tanggung tersebut.

Anehnya, ini bukanlah kejadian pertama yang menyerang jaringan milik ISP bisa dibuat down oleh serangan DDoS dari botnet, yang terbilang sederhana. Selain di Ukraina, modus serupa juga sempat terjadi di Liberia, Kamboja, dan yang terbaru adalah di Afrika Selatan.

baca juga
Ilustrasi internet (Shutterstock)
Ilustrasi internet (Shutterstock)

Saat melakukan serangan DDoS, metode yang paling lazim digunakan adalah dengan mengerahkan 'pasukan' botnet untuk membanjiri lalu lintas target. Namun menggunakan metode carpet-bombing, seperti yang terjadi di Afrika Selatan.

Metode ini sangat canggoh karena si pelaku tak langsung menyerang ke server milik korban, melainkan mengirimkan lalu lintas data palsu ke para pengguna koneksi dari ISP korban.

Memang, lalu lintas palsu ini memang tak cukup besar untuk membuat down koneksi si konsumen, namun jika diakumulasikan dengan serangan ke konsumen yang lain, lalu lintas ini terbilang besar dan bisa membuat down jaringannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meretas Google Maps, Lelaki Ini Bawa 99 Smartphone Bikin Kemacetan Palsu

Meretas Google Maps, Lelaki Ini Bawa 99 Smartphone Bikin Kemacetan Palsu

Tekno | Selasa, 04 Februari 2020 | 11:21 WIB

Wadidaw! Bos Telegram Sebut WhatsApp Berbahaya

Wadidaw! Bos Telegram Sebut WhatsApp Berbahaya

Tekno | Selasa, 04 Februari 2020 | 07:52 WIB

Disebut Kelola Forum Rahasia Rusia, Hacker Ini Dipenjara AS

Disebut Kelola Forum Rahasia Rusia, Hacker Ini Dipenjara AS

Tekno | Minggu, 02 Februari 2020 | 06:00 WIB

Running Text Kantor Imigrasi Bali Diduga Diretas, Mendadak Muncul Umpatan

Running Text Kantor Imigrasi Bali Diduga Diretas, Mendadak Muncul Umpatan

News | Jum'at, 31 Januari 2020 | 12:56 WIB

Sebar Virus Malware, Peretas asal Yogya dan Jakarta Beraksi sampai Afrika

Sebar Virus Malware, Peretas asal Yogya dan Jakarta Beraksi sampai Afrika

News | Jum'at, 24 Januari 2020 | 18:45 WIB

Dibanding Negara Asia Tenggara Lain, Tarif Internet Indonesia Mahal

Dibanding Negara Asia Tenggara Lain, Tarif Internet Indonesia Mahal

Tekno | Kamis, 18 April 2019 | 16:22 WIB

Terkini

Review Namib: Sisi Gelap di Balik Mimpi Menjadi Idol

Review Namib: Sisi Gelap di Balik Mimpi Menjadi Idol

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 12:00 WIB

Gaikindo Pertahankan Target 850 Ribu Unit di Tengah Penjualan Mobil yang Masih Lesu

Gaikindo Pertahankan Target 850 Ribu Unit di Tengah Penjualan Mobil yang Masih Lesu

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 11:59 WIB

Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?

Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:58 WIB

6 Jajanan Tradisional Jogja, Pilihan Oleh-Oleh Autentik Kota Pelajar!

6 Jajanan Tradisional Jogja, Pilihan Oleh-Oleh Autentik Kota Pelajar!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 11:57 WIB

Promo Tiket Pestapora 2026: Cicilan 0% Selama 6 Bulan dengan Kartu Kredit BRIMeta

Promo Tiket Pestapora 2026: Cicilan 0% Selama 6 Bulan dengan Kartu Kredit BRIMeta

Lampung | Rabu, 23 September 2026 | 11:56 WIB

Kerja Keras Tak Menjamin Naik Kelas, tapi Si Miskin Dianggap Kurang Berusaha

Kerja Keras Tak Menjamin Naik Kelas, tapi Si Miskin Dianggap Kurang Berusaha

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:50 WIB

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 11:47 WIB

Bela Istri yang Diganggu, WNA Iran Malah Dikeroyok Hingga Babak Belur di Bali

Bela Istri yang Diganggu, WNA Iran Malah Dikeroyok Hingga Babak Belur di Bali

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 11:46 WIB

Kopi Dingin vs Panas, Mana yang Lebih Bikin Melek? Ini yang Lebih Tinggi Kafeinnya

Kopi Dingin vs Panas, Mana yang Lebih Bikin Melek? Ini yang Lebih Tinggi Kafeinnya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 11:44 WIB

Iran Patok Denda Fantastis untuk Kapal Nakal di Selat Hormuz, Langsung Cuan Sekali Bayar

Iran Patok Denda Fantastis untuk Kapal Nakal di Selat Hormuz, Langsung Cuan Sekali Bayar

News | Rabu, 23 September 2026 | 11:42 WIB

×