Sempat Berkembang Pesat, Galaksi Langka Ini Tiba-tiba Mati

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 07 Februari 2020 | 09:30 WIB
Sempat Berkembang Pesat, Galaksi Langka Ini Tiba-tiba Mati
Galaksi Bima Sakti [Shutterstock].

Suara.com - Para astronom baru-baru ini menemukan galaksi langka yang sempat tumbuh secara pesat di awal-awal semesta, namun saat ini galaksi itu mati secara tiba-tiba.

Galaksi raksasa yang baru ditemukan ini dikenal sebagai XMM-2599 dan terletak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi. Dengan kata lain, merupakan galaksi yang muncul ketika usia alam semesta masih muda, mengingat Big Bang terjadi 13,82 miliar tahun yang lalu.

Gambar panel yang menunjukkan kondisi  XMM-2599, kemungkinan trajektorinya, serta kondisi brightest cluster galaxy atau BCG [Dok NASA/ESA].
Gambar panel yang menunjukkan kondisi XMM-2599, kemungkinan trajektorinya, serta kondisi brightest cluster galaxy atau BCG [Dok NASA/ESA].

"Bahkan sebelum alam semesta berusia 2 miliar tahun, XMM-2599 telah membentuk massa lebih dari 300 miliar Matahari. Itu menjadikannya galaksi ultra-masif," ucap Benjamin Forrest, seorang peneliti di Departemen Fisika dan Astronomi di Universitas California Riverside (UCR).

Menurut Benjamin Forrest, menariknya galaksi ini membentuk sebagian besar bintangnya ketika alam semesta berusia kurang dari 1 miliar tahun dan secara tiba-tiba mati atau tidak aktif pada saat alam semesta baru berusia 1,8 miliar tahun.

Benjamin Forrest dan timnya melakukan pengamatan menggunakan bantuan instrumen Multi-Object Spectrograph for Infrared Exploration (MOSFIRE) yang dipasang pada teleskop di Observatorium Keck, Hawaii. Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui jaraknya dari Bumi.

Para astronom juga menyebutkan bahwa galaksi ini menciptakan lebih dari 1.000 bintang setiap tahun selama puncak aktivitasnya. Sebagai perbandingan, Bimasakti hanya membentuk satu bintang baru setiap tahun. Meski begitu, penyebab mengapa galaksi ini tiba-tiba mati masih menjadi tanda tanya besar.

"Yang membuat XMM-2599 begitu menarik dan mengejutkan adalah karena galaksi itu tidak lagi menciptakan bintang. Kemungkinan karena tidak lagi mendapatkan bahan bakar atau lubang hitamnya mulai menyala," jelas Gillian Wilson, rekan Benjamin Forrest yang seorang profesor fisika dan astronomi di UCR.

Dilansir dari Space.com, para astronom akan terus mengamati XMM-2599 menggunakan Keck untuk mengkarakterisasi galaksi dan mendapatkan jawaban atas penyebab mengapa galaksi tadi mati secara tiba-tiba. Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan secara online pada Rabu (5/2/2020) di The Astrophysical Journal Letters.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kali Perdana, Astronom Temukan Galaksi 3 Lubang Hitam Supermasif

Kali Perdana, Astronom Temukan Galaksi 3 Lubang Hitam Supermasif

Tekno | Selasa, 26 November 2019 | 14:50 WIB

Andromeda adalah Galaksi Kanibal, Kelak Bakal Melahap Bimasakti!

Andromeda adalah Galaksi Kanibal, Kelak Bakal Melahap Bimasakti!

Tekno | Sabtu, 05 Oktober 2019 | 14:00 WIB

Ilmuwan Prediksi Tabrakan Galaksi Bimasakti dengan Awan Magellan Besar

Ilmuwan Prediksi Tabrakan Galaksi Bimasakti dengan Awan Magellan Besar

Tekno | Senin, 07 Januari 2019 | 13:20 WIB

Terkini

Masa Bayi adalah Periode Emas, Begini Cara Mendukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

Masa Bayi adalah Periode Emas, Begini Cara Mendukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 09:11 WIB

Siapa Pemain Terbaik Piala Dunia 2026? Ini Alasannya

Siapa Pemain Terbaik Piala Dunia 2026? Ini Alasannya

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 09:05 WIB

Argentina Mati Kutu! Scaloni Akui Spanyol Pantas Juara Piala Dunia 2026

Argentina Mati Kutu! Scaloni Akui Spanyol Pantas Juara Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 09:04 WIB

Dua Ton Ikan Ditebar, Festival Memet Ikan Klaten Diserbu Ribuan Warga

Dua Ton Ikan Ditebar, Festival Memet Ikan Klaten Diserbu Ribuan Warga

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 09:00 WIB

Luis de la Fuente Puji Emiliano Martinez, Akui Spanyol Seharusnya Menang Lebih Cepat atas Argentina

Luis de la Fuente Puji Emiliano Martinez, Akui Spanyol Seharusnya Menang Lebih Cepat atas Argentina

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 08:57 WIB

5 HP RAM 12 GB Termurah Mulai Rp2 Jutaan, Kencang untuk Gaming dan Edit Video

5 HP RAM 12 GB Termurah Mulai Rp2 Jutaan, Kencang untuk Gaming dan Edit Video

Tekno | Senin, 20 Juli 2026 | 08:57 WIB

Mengapa Saya Tetap Mendukung Argentina dari Era Maradona hingga Messi

Mengapa Saya Tetap Mendukung Argentina dari Era Maradona hingga Messi

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 08:50 WIB

Kisah Haru Anak Kuba di Tengah Revolusi: Review How to Say Goodbye in Cuban

Kisah Haru Anak Kuba di Tengah Revolusi: Review How to Say Goodbye in Cuban

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 08:35 WIB

Pagi Ini, Air PAM di 21 Kelurahan Jakarta Berpotensi Mati Total

Pagi Ini, Air PAM di 21 Kelurahan Jakarta Berpotensi Mati Total

News | Senin, 20 Juli 2026 | 08:34 WIB

Di Mana Tempat Beli Jersey Timnas Spanyol Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasinya

Di Mana Tempat Beli Jersey Timnas Spanyol Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 08:32 WIB

×