Bermodal Air Kencing, Astronot Bisa Bangun Rumah di Bulan ?

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Selasa, 31 Maret 2020 | 07:30 WIB
Bermodal Air Kencing, Astronot Bisa Bangun Rumah di Bulan ?
Ilustrasi astronot di luar angkasa. [Shutterstock]

Suara.com - NASA dan badan antariksa lainnya di dunia terobsesi membangun koloni manusia di Bulan. Tentu bukan perkara mudah mengirimkan material bangunan dari Bumi ke Bulan.

Oleh karena itu, ilmuwan terus mencari cara agar bisa menemukan solusi yang lebih murah dan praktis, agar koloni manusia benar-benar bisa dibangun di Bulan. Paling anyar, ilmuwan berpendapat bahwa urine atau air kencing para astronot bisa dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan rumah di satelit alami Bumi itu

Sebagaimana dilansir laman Cnet, Selasa (31/3/2020), beberapa ilmuwan internasional yang bekerja sama dengan European Space Agency mencampurkan urea, salah satu komponen urine, dengan material Bulan untuk menciptakan materi yang strukturnya menyerupai beton.

Struktur material ini diciptakan dengan cara mencampurkan urea dengan material pengganti regolith Bulan. Untuk membentuk campuran tersebut, tim ilmuwan menggunakan bantuan printer 3D.

Dari beberapa kali percobaan, hasil awalnya lumayan menjanjikan. Campuran urea dan regolith yang dicetak menggunakan 3D printer, menjadi tumpukan silinder dan bisa menopang beban berat. Selain itu, bentuknya juga terbilang stabil sehingga lebih mudah dibentuk.

Setelah dipanaskan hingga suhu 80 derajat Celcius, ketahanannya material campuran ini telah teruji dan meningkat setelah delapan siklus membeku-mencair seperti yang ada di Bulan.

Seorang astronot mengunakan Cycle Ergometer. [NASA]
Seorang astronot mengunakan Cycle Ergometer. [NASA]

Meski baru penelitian awal, temuan ini sudah diterbitkan di Journal of Cleaner Production pada Februari lalu. Pascapenemuan ini, para ilmuwan terus mendorong penelitian lanjutan agar bisa melihat, bagaimana material ini bisa bertahan di tengah lingkungan Bulan yang keras.

Sebelumnya, sekelompok ilmuwan juga pernah meneliti zat-zat yang dibuang oleh para astronot. Peneliti dari Clemson University misalnya, mereka meneliti ragi, urine, dan karbondioksida hasil buangan napas astronot untuk dijadikan beberapa perkakas.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simak, 5 Tips Seru Karantina atau Isolasi Mandiri Ala Astronot

Simak, 5 Tips Seru Karantina atau Isolasi Mandiri Ala Astronot

Tekno | Senin, 30 Maret 2020 | 14:59 WIB

Langka dan Mahal, RSUD Moewardi Inisiatif Produksi 'Baju Astronot' Sendiri

Langka dan Mahal, RSUD Moewardi Inisiatif Produksi 'Baju Astronot' Sendiri

Jawa Tengah | Senin, 23 Maret 2020 | 12:38 WIB

Seperti Apa Karantina Astronot?

Seperti Apa Karantina Astronot?

Tekno | Minggu, 22 Maret 2020 | 09:31 WIB

Wabah COVID-19, NASA Hentikan Uji Megaroket SLS dan Kapsul Orion

Wabah COVID-19, NASA Hentikan Uji Megaroket SLS dan Kapsul Orion

Tekno | Sabtu, 21 Maret 2020 | 08:59 WIB

Begini Cara Astronot Menangani Penyakit di Luar Angkasa

Begini Cara Astronot Menangani Penyakit di Luar Angkasa

Tekno | Minggu, 15 Maret 2020 | 13:35 WIB

Hore! Kini Siapapun Bisa Menikmati Pengalaman Bak Astronot di Gravitasi Nol

Hore! Kini Siapapun Bisa Menikmati Pengalaman Bak Astronot di Gravitasi Nol

Tekno | Rabu, 26 Februari 2020 | 08:30 WIB

Terkini

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×