Begini Cara Astronot Menangani Penyakit di Luar Angkasa

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Minggu, 15 Maret 2020 | 13:35 WIB
Begini Cara Astronot Menangani Penyakit di Luar Angkasa
Astronot NASA, Christina Koch catatkan rekor paling lama dalam misi luar angkasa. [NASA]

Suara.com - Sebagaimana virus Corona COVID-19 terus menyebar ke seluruh dunia, sangat menarik untuk memikirkan apa yang akan terjadi jika virus semacam itu menyebar di luar angkasa.

Menurut Jonathan Clark, mantan kru ahli bedah untuk program Space Shuttle NASA dan saat ini seorang profesor neurology and space medicine di Center for Space Medicine, Baylor College Of Medicine, mengatakan bahwa para astronot telah mengalami sakit saat di luar angkasa.

Saat melayang di luar angkasa, para astronot mengalami infeksi saluran pernapasan atas (URI) atau pilek, infeksi saluran kemih, dan infeksi kulit. Contoh kasus ini terjadi pada misi Apollo 7 pada 1968, para kru mengalami pilek di luar angkasa dan memiliki dampak yang signifikan.

Kejadian serupa juga menimpa astronot di misi Apollo 8 dan Apollo 9, yang juga mengalami pilek. Setelah misi-misi ini, NASA menerapkan karantina pra-penerbangan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan kru.

Dilansir laman Space.com, cara infeksi menyebar dan penyakit bekerja sangat berbeda di luar angkasa. Meski para ilmuwan masih mempelajari bagaimana penerbangan luar angkasa mengubah sistem tubuh, tetapi paling jelas tindakan fisik ekstrem yang diluncurkan di luar Bumi, dapat menyebabkan mabuk perjalanan dan dapat mempengaruhi orientasi dan koordinasi spasial.

Setelah berada di luar angkasa, perubahan kadar hormon stres dan dampak fisik luar angkasa lainnya menyebabkan sistem kekebalan tubuh astronot berubah.

Bahkan, jika astronot memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik di Bumi, para astronot ini mungkin lebih rentan terhadap penyakit atau bahkan reaksi alergi saat berada di luar angkasa.

Virus seperti flu atau virus Corona juga bisa lebih mudah ditularkan dalam lingkungan gayaberat mikro, seperti pada Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

"Tidak adanya gravitasi menghalangi partikel-partikel mengendap, sehingga mereka tetap melayang di udara, dan bisa lebih mudah ditransmisikan. Untuk mencegah ini, kompartemen berventilasi dan filter HEPA udara akan menghilangkan partikel," ucap Clark.

baca juga

Selain itu, para ilmuwan telah menemukan bahwa virus aktif bereaksi terhadap tekanan penerbangan luar angkasa. Menurut penelitian yang sedang berlangsung telah menunjukkan bahwa ada kemungkinan peningkatan virulensi bakteri di luar angkasa dapat membuat perawatan antibiotik kurang efektif.

Logo NASA. [Shutterstock]
Logo NASA. [Shutterstock]

"Ada obat antivirus yang dapat digunakan untuk mencegah penyebaran virus, seperti yang telah dipertimbangkan untuk epidemi virus terestrial. Juga, untuk misi planet, para kru akan diisolasi saat kembali ke Bumi, sama seperti yang mereka lakukan pada misi awal yang kembali dari Bulan," tambah Clark.

Untuk menangani penyakit di luar angkasa, para astronot yang sakit umumnya akan dikarantina dan mencari perawatan yang sesuai.

"Memang sulit untuk menerapkan karantina di ruang kecil, tetapi anggota kru dengan URI akan diisolasi dalam kuartal tidur mereka saat gejala dan memakai masker untuk penahanan," jelas Clark.

Ia menambahkan bahwa para astronot akan dikarantina di ISS yang memiliki filter udara HEPA (high-efficiency particulate air) dan pembersihan permukaan secara teratur serta pemantauan mikroba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astronom Tumbuhkan Selada di Stasiun Luar Angkasa Internasional

Astronom Tumbuhkan Selada di Stasiun Luar Angkasa Internasional

Tekno | Selasa, 10 Maret 2020 | 11:15 WIB

Tahun Depan, SpaceX Antarkan Turis Plesir ke Luar Angkasa Segini Tarifnya

Tahun Depan, SpaceX Antarkan Turis Plesir ke Luar Angkasa Segini Tarifnya

Tekno | Senin, 09 Maret 2020 | 13:00 WIB

Hore! Kini Siapapun Bisa Menikmati Pengalaman Bak Astronot di Gravitasi Nol

Hore! Kini Siapapun Bisa Menikmati Pengalaman Bak Astronot di Gravitasi Nol

Tekno | Rabu, 26 Februari 2020 | 08:30 WIB

Hore! Warga Sipil Bisa Wisata ke Luar Angkasa dengan SpaceX

Hore! Warga Sipil Bisa Wisata ke Luar Angkasa dengan SpaceX

Tekno | Kamis, 20 Februari 2020 | 09:55 WIB

Kembali ke Bumi, Pertemuan Astronot dengan Anjingnya Ini Bikin Haru

Kembali ke Bumi, Pertemuan Astronot dengan Anjingnya Ini Bikin Haru

Tekno | Selasa, 18 Februari 2020 | 08:39 WIB

NASA Rekrut Astronot Baru, Ini Persyaratannya

NASA Rekrut Astronot Baru, Ini Persyaratannya

Tekno | Jum'at, 14 Februari 2020 | 08:20 WIB

Terkini

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

×