Ilmuwan Ungkap Berapa Nyawa Bisa Diselamatkan Lewat Physical Distancing

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 31 Maret 2020 | 13:00 WIB
Ilmuwan Ungkap Berapa Nyawa Bisa Diselamatkan Lewat Physical Distancing
Ilustrasi pencegahan virus corona. (Shutterstock)

Suara.com - WHO meminta dilakukannya physical distancing untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Hal ini membuat sepertiga orang-orang di rumah diyakini telah menetap dan beraktivitas di rumah.

Keputusan pribadi untuk tetap tinggal di dalam, rupanya dapat berdampak pada kurva melalui kalkulator baru yang dikembangkan oleh ahli matematika. Kalkulator ini didasarkan pada hasil penelitian terbaru tentang kelayakan mengendalikan pandemi COVID-19. Mengacu pada berapa banyak nyawa yang bisa diselamatkan seseorang hanya dengan berdiam di rumah dan menjaga jarak.

“Baru-baru ini, saya membaca banyak cerita tentang 'meratakan kurva', tetapi bagaimana kita dapat membuat dampak sebagai individu? Inilah sebabnya saya membangun alat untuk menunjukkan kepada orang-orang kekuatan matematika dalam mengisolasi diri," ucap Anna Szczepanek, PhD dalam bidang Matematika dari Universitas Jagiellonian, Polandia, seperti dikutip laman IFL Science.

Untuk membuat kalkulator, tim ilmuwan menggunakan data dari simulasi sebelumnya oleh tim lain untuk memodelkan hasil dari 1.000 skenario wabah Corona menggunakan tujuh parameter.

"Idenya adalah untuk mensimulasikan banyak kasus dan memeriksa bagaimana perubahan dalam parameter mengubah penyebaran rata-rata pandemi. Secara umum, model ini bekerja untuk penyakit menular, namun parameter awal dipilih khusus untuk COVID-19," tambah Szczepanek.

Adapun titik data yang digunakan untuk mereplikasi kondisi saat ini mencakup jumlah kasus awal dalam wabah Corona yang baru terdeteksi. Pada saat itu, baru ada sekitar 20 orang di Wuhan, China.

Kemudian tetapkan nomor reproduksi atau jumlah orang yang secara langsung terinfeksi oleh satu orang. Dalam kasus COVID-19, angka ini diyakini antara 1,4 dan 3,8.

Di sisi lain, kemungkinan seseorang tidak menunjukkan gejala. Artinya, mereka tidak menunjukkan gejala tetapi masih dapat menyebarkan virus. Diperkirakan sekitar 10 persen dalam kasus COVID-19.

Selanjutnya, hitung persentase orang yang dapat menyebarkan virus meskipun orang itu tidak memiliki gejala. Diperkirakan bahwa mungkin lebih dari satu dari sepuluh pasien akan terinfeksi oleh orang yang tidak memiliki gejala. Jumlah ini sulit ditentukan karena para peneliti belum mengetahui tingkat infeksi secara global.

baca juga

Setelahnya, "keterlambatan proses isolasi" atau jumlah waktu sebelum seseorang terinfeksi dan memutuskan untuk mengisolasi juga perlu dipertimbangkan. Masa inkubasi rata-rata untuk COVID-19 adalah sekitar lima hari, sehingga Szczepanek menyarankan pengaturan parameter antara lima dan 11 hari.

Ilustrasi berhitung menggunakan kalkulator (Shutterstock).
Ilustrasi berhitung menggunakan kalkulator (Shutterstock).

Terakhir, pertimbangkan seberapa jauh orang yang menjaga jarak bersedia untuk mengisolasi diri. Orang tersebut dapat memutuskan nilai antara 0 dan 100 persen. Artinya, angka 100 persen menunjukkan isolasi total. Misalnya, seseorang yang melakukan 100 persen isolasi diri dapat menyelamatkan 399 orang dari infeksi dan 14 nyawa hanya dalam satu bulan.

"Tidak ada yang lebih efisien daripada isolasi diri di rumah. Dengan cara itu, kita dapat menghindari penyebaran virus. Ingatlah bahwa beberapa kasus tidak menunjukkan gejala dan bahkan Anda dapat menjadi pembawa virus yang tidak sadar sekarang! Jangan berkontribusi pada kematian manusia, tetaplah di rumah," kata Szczepanek.

Ilmuwan mengatakan bahwa kalkukator ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran publik, tentang pentingnya tinggal di rumah dan mengisolasi diri selama pandemi. Para ilmuwan menambahkan bahwa orang perlu memperhatikan dampak dari keputusan mereka sendiri untuk menghindari peningkatan risiko.

Kalkulator online ini dapat diakses melalui tautan https://www.omnicalculator.com/health/social-distancing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Ilmuwan Sebut Lapisan Ozon Mulai Pulih

Kabar Baik, Ilmuwan Sebut Lapisan Ozon Mulai Pulih

Tekno | Selasa, 31 Maret 2020 | 11:00 WIB

India Lockdown Covid-19, Penampakannya Bikin Auto Ngeri

India Lockdown Covid-19, Penampakannya Bikin Auto Ngeri

Otomotif | Senin, 30 Maret 2020 | 12:30 WIB

Penelitian Terbaru! Virus Corona Bermutasi Jadi 40 Jenis

Penelitian Terbaru! Virus Corona Bermutasi Jadi 40 Jenis

Tekno | Minggu, 29 Maret 2020 | 10:39 WIB

Nekat Gelar Hajatan saat Pandemi Corona, Warga Ini Kena Damprat Polisi

Nekat Gelar Hajatan saat Pandemi Corona, Warga Ini Kena Damprat Polisi

News | Minggu, 29 Maret 2020 | 10:09 WIB

Penularan Virus Corona Bisa dari Air Mata ?

Penularan Virus Corona Bisa dari Air Mata ?

Tekno | Minggu, 29 Maret 2020 | 07:33 WIB

Ilmuwan Dunia Berlomba Mencari Vaksin untuk Lawan Virus Corona Covid-19

Ilmuwan Dunia Berlomba Mencari Vaksin untuk Lawan Virus Corona Covid-19

Video | Sabtu, 28 Maret 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Kim Se Jeong hingga Cho Han Gyeol Bintangi Drama Baru Bertema High School

Kim Se Jeong hingga Cho Han Gyeol Bintangi Drama Baru Bertema High School

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Amerika Stres Iran Tak Hancur-hancur Diserang, Temui Jalan Buntu

Amerika Stres Iran Tak Hancur-hancur Diserang, Temui Jalan Buntu

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Pengiriman 75 Ribu Bibit Sawit Palsu Digagalkan di Bandara Radin Inten II

Pengiriman 75 Ribu Bibit Sawit Palsu Digagalkan di Bandara Radin Inten II

Lampung | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:08 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 1 Agustus 2026, Awal Bulan Panen Peluang Baik!

4 Zodiak Paling Beruntung 1 Agustus 2026, Awal Bulan Panen Peluang Baik!

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:57 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Agustus 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Agustus 2026

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Jemaah Pengajian Ditemukan Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo

Jemaah Pengajian Ditemukan Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo

Jatim | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:53 WIB

Donald Trump Gereget Mau Rudal Fasilitas Nuklir Iran: Sampai Mereka Bilang Tak Tahan Lagi

Donald Trump Gereget Mau Rudal Fasilitas Nuklir Iran: Sampai Mereka Bilang Tak Tahan Lagi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Perkuat Industri Semikonduktor, PERURI Luncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih

Perkuat Industri Semikonduktor, PERURI Luncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:40 WIB

57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko

57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:33 WIB

Ulasan Novel The Good Neighbor, Sisi Gelap Tetangga yang Baik Hati

Ulasan Novel The Good Neighbor, Sisi Gelap Tetangga yang Baik Hati

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:15 WIB

×