India Lockdown Covid-19, Penampakannya Bikin Auto Ngeri

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 30 Maret 2020 | 12:30 WIB
India Lockdown Covid-19, Penampakannya Bikin Auto Ngeri
Para pekerja migran India memadati stasiun, terminal hingga pulang kampung jalan kaki imbas kebijakan lockdown akibat wabah virus corona [AFP].

Suara.com - Langkah menghentikan atau paling tidak mengerem laju pandemi global Coronavirus Disease (Covid-19) adalah membatasi pergerakan masyarakat. Diam di satu lokasi, sehingga tidak terjadi penularan masif. Namun pemahaman, pengertian, atau perilaku tidak mau tahu membuat situasi malah membuat auto ngeri.

Ya, bagaimana tidak. Namanya physical distancing, antara orang per orang mestinya paling tidak berjarak 1,5 m persegi. lebih jauh lebih baik. Bukan malah berdekatan apalagi sampai menggerombol.

Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan pemberitaan mengenai mudiknya para perantau dari sejumlah lokasi di tengah maraknya imbauan mengenai atauran jaga jarak atau physical distancing dan gerakan untuk tetap berada di rumah, termasuk Working From Home (WFH).

Para pekerja migran di New Delhi India berjalan kaki pulang ke kampung sebagai imbas kebijakan lockdown akibat wabah virus corona. (Foto: AFP)
Para pekerja migran di New Delhi India berjalan kaki pulang ke kampung sebagai imbas kebijakan lockdown akibat wabah virus corona [AFP].

Dia India, potret auto ngeri mudik atau pulkam alias pulang kampung juga terjadi. Kondisi senada, sedihnya juga terjadi di Indonesia. Akun Twitter @kondekturbus_ menuliskan bahwa situasi di India terlihat banyak pemudik bermunculan di tengah lockdown yang sedang diterapkan di sana.

"Penampakan dari perbatasan Delhi-UP, Ghaziabad. Buruh dan tunawisma bermigrasi setelah diterapkannya lockdown di India," demikian cuitannya.

Yang bikin seram adalah banyaknya jumlah pemudik yang berjubel demi menaiki bus. Potretnya sukses bikin ngeri. Kesimpulannya, jumlah pemudik luar biasa banyak, antrian untuk menaiki kendaraan umum mengular sangat panjang, serta penampakan warga yang sebagian mengenakan masker, sebagian malah keluar rumah apa adanya tanpa peranti pengaman kesehatan. Potretnya di sini.

Menjadi pertanyaan juga, dengan jumlah peminat sebegitu masif, apakah kendaraan yang tersedia sudah bersiap dengan penyemprotan disinfektan dan sebagainya?

Mari berkaca pada potret-potret ini. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu. Salah satu caranya ya tidak menularkan virus ke mana-mana dalam situasi masif seperti itu.

Mobimoto.com/Cesar Uji Tawakal

baca juga

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbanyak Positif Corona, Jalan Darmo Surabaya Dihujani Disinfektan

Terbanyak Positif Corona, Jalan Darmo Surabaya Dihujani Disinfektan

Video | Sabtu, 28 Maret 2020 | 12:22 WIB

Kawasaki Putuskan untuk Menunda Peluncuran Ninja ZX-25R

Kawasaki Putuskan untuk Menunda Peluncuran Ninja ZX-25R

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2020 | 09:39 WIB

Imbauan #DirumahAja, Volume Kendaraan di Jakarta Menurun

Imbauan #DirumahAja, Volume Kendaraan di Jakarta Menurun

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2020 | 15:00 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×