Array

Diprediksi Saingi Cemerlangnya Bulan, Komet Atlas Mungkin Sudah Hancur

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 09 April 2020 | 17:53 WIB
Diprediksi Saingi Cemerlangnya Bulan, Komet Atlas Mungkin Sudah Hancur
Ilustrasi komet di langit malam (Shutterstock).

Suara.com - Sejak akhir 2019 lalu para astronom sudah terkesima dengan komet Atlas, yang disebut-sebut akan melesat di langit dengan kecemerlangan setara dengan planet Venus dan bahkan Bulan. Sayang, laporan terakhir menunjukkan bahwa komet itu mungkin sudah hancur.

Atlas atau C/2019 Y4 adalah sebuah komet yang pertama kali terdeteksi oleh teleskop Asteroid Terrestrial-Impact Last Alert System (ATLAS) yang berlokasi di Hawaii pada 28 Desember 2019.

ATLAS sendiri merupakan teleskop khusus yang dirancang untuk mendeteksi asteroid atau objek antariksa lainnya yang berpotensi menabrak Bumi dalam waktu sangat dekat (dua pekan sampai dua hari sebelum objek menghantam Bumi).

Saat pertama kali ditemukan, Atlas terlihat sangat redup. Tetapi seiring waktu, sinarnya semakin cemerlang. Bahkan dari Desember 2019 sampai 17 Maret lalu, cahayanya bertambah 27.500 kali.

Alhasil para astronom memperkirakan bahwa Komet Atlas akan bersinar dengan spektakuler di langit. Diperkirakan bahwa pada 31 Mei nanti, ketika mencapai titik terdekatnya dengan Matahari, sinar komet Atlas akan seterang Venus bahkan Bulan.

Tetapi beberapa waktu belakangan para astronom kecewa karena komet Atlas juga semakin redup alih-alih makin cemerlang. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa komet itu sudah pecah atau hancur.

"Kami melaporkan bahwa ada kemungkinan komet C/2019 Y4 (Atlas) sudah pecah," tulis Quanzhi Ye, astronom dari Universitas Maryland, AS dan Qicheng Zhang, astronom dari California Institute of Technology.

Dalam pengamatan mereka, nukleus komet itu sudah pecah dan itu terlihat dari hasil foto teleskop yang menunjukkan pola memanjang pada inti komet.

Para ilmuwan kemudian mengingatkan bahwa komet adalah objek yang terkenal unik dan tak bisa diprediksi. Ketika mereka mendekati Matahari, panas dan radiasi bisa merusak permukaan komet yang biasanya dilapisi es sehingga ia kehilangan sinarnya.

Baca Juga: Komet Atlas Bakal Bisa Dilihat dari Bumi, Catat Tanggalnya

Komet sendiri sering disebut bintang berekor karena saat panas dan radiasi Matahari menerpa, lapisan es pada permukannya mencair dan melepaskan partikel debu. Partikel-partikel debu itulah yang terlihat seperti ekor dari Bumi. [Space.com/Cnet]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI