Gawat! Perubahan Iklim Bisa Bikin Keanekaragaman Hayati Punah pada 2030

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 13 April 2020 | 14:30 WIB
Gawat! Perubahan Iklim Bisa Bikin Keanekaragaman Hayati Punah pada 2030
Ilustrasi Perubahan iklim. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian yang dilakukan University College of London, Inggris, mengungkapkan dampak kenaikan iklim global saat ini pada bencana di masa mendatang. Salah satunya adalah berkurangnya keanekaragaman hayati di seluruh dunia karena adanya gangguan ekologis, yang disebabkan oleh perubahan suhu dan sistem cuaca.

"Kami menemukan bahwa perubahan iklim dapat berdampak pada keanakaragaman hayati secara mendadak. Dengan kata lain, saat suhu memanas, dalam area tertentu sebagian besar spesies mungkin akan mampu bertahan sementara waktu, tapi sebagian lainnya akan menghadapi kondisi yang pernah dialami sebelumnya," ucap Dr Alex Pigot, dari Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan UCL.

Dalam penelitian ini, Dr Pigot dan timnya menggunakan data model iklim dari 1850 hingga 2005, untuk memeriksa ancaman terhadap keanekaragaman hayati di Amerika Serikat dan Afrika Selatan.

Para ahli kemudian mereferensikan informasi ini dengan rentang habitat 30.652 spesies burung, mamalia, reptil, amfibi, dan ikan menggunakan 100 x 100 kilometer sel-sel kotak persegi untuk menentukan grid mana yang cenderung mengalami peningkatan suhu, selama lebih dari lima tahun.

Proyeksi model iklim tersebut menunjukkan bahwa 10 tahun yang akan datang, banyak organisme yang terancam keluar dari zona nyaman di sebagian besar ekosistem di seluruh dunia. Jika suhu ekstrem yang pernah terjadi sebelumnya tercapai pada tahun 2100, sekitar 73 persen organisme akan menemukan ceruk ekologis (ecological niches) berubah tanpa bisa dikenali.

Para ilmuwan berpendapat bahwa peningkatan suhu global sebesar 4 derajat Celcius pada 2100, dapat membuat satu dari lima spesies penyusun pada 15 persen ekosistem dunia akan melewati ambang batas untuk kondisi yang layak huni. Tim ahli memperkirakan bahwa perubahan ini cukup menyebablan kerusakan permanen pada fungsi ekosistem.

Ilustrasi Bumi. Shutterstock
Ilustrasi Bumi. Shutterstock

Tapi jika emisi berkurang dan suhu meningkat sebesar 2 derajat atau kurang, maka peristiwa ambang batas ini kemungkinan hanya terlihat dalam 2 persen atau lebih sedikit ekosistem di seluruh dunia.

Dalam ambang batas 15 persen tersebut juga mencakup terumbu karang. Para ilmuwan memperkirakan dampak ini akan mulai dirasakan pada 2030 untuk lautan tropis. Model penelitian juga menunjukkan efek yang sama terjadi pada keanekaragaman hayati di beberapa ekosistem hutan terbesar di Bumi pada 2050.

Dr Pigot menambahkan bahwa pengurangan emisi secara drastis dapat membantu ribuan spesies dari kepunahan. Dilansir laman IFL Science, Senin (13/4/2020), dengan menjaga pemanasan global di bawah 2 derajat Celcius, secara efektif dapat meratakan kurva berkurangnya keanekaragaman hayati, selama abad ini dan memberikan lebih banyak waktu bagi spesies dan ekosistem untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Baru: Infeksi COVID-19 pada Anak-anak Lebih Ringan dari Dewasa

Penelitian Baru: Infeksi COVID-19 pada Anak-anak Lebih Ringan dari Dewasa

Tekno | Kamis, 09 April 2020 | 10:15 WIB

Bukan Pandemi COVID-19, Justru Ini Bencana Mengerikan yang Menghantui Bumi

Bukan Pandemi COVID-19, Justru Ini Bencana Mengerikan yang Menghantui Bumi

Tekno | Rabu, 08 April 2020 | 13:30 WIB

Mungkinkah Manusia Hidup di Merkurius?

Mungkinkah Manusia Hidup di Merkurius?

Tekno | Rabu, 08 April 2020 | 11:00 WIB

Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dalam Penelitian Vaksin COVID-19

Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dalam Penelitian Vaksin COVID-19

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 07:06 WIB

Virus Corona Baru: Berikut 3 Penelitian yang Baru Ditemukan Ilmuwan

Virus Corona Baru: Berikut 3 Penelitian yang Baru Ditemukan Ilmuwan

Health | Minggu, 05 April 2020 | 19:20 WIB

Penelitian Terbaru! Virus Corona Bermutasi Jadi 40 Jenis

Penelitian Terbaru! Virus Corona Bermutasi Jadi 40 Jenis

Tekno | Minggu, 29 Maret 2020 | 10:39 WIB

Terkini

Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut

Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 17:47 WIB

Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang

Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 17:46 WIB

Ferry Boboho Akui Diminta Febrie Adriansyah 'Dinginkan' Uang dari Tan Kian

Ferry Boboho Akui Diminta Febrie Adriansyah 'Dinginkan' Uang dari Tan Kian

News | Senin, 02 November 2026 | 17:43 WIB

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

News | Senin, 02 November 2026 | 17:41 WIB

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

BFI Finance Perluas Layanan Pembiayaan Berjaminan Mobil Listrik Lewat Dana Express Mobil

BFI Finance Perluas Layanan Pembiayaan Berjaminan Mobil Listrik Lewat Dana Express Mobil

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 17:36 WIB

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 17:32 WIB

Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi

Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 17:31 WIB

×