Studi: Covid-19 di Wuhan Turunan dari Virus pada Pasien di Amerika Serikat

Liberty Jemadu

Senin, 13 April 2020 | 17:41 WIB
Studi: Covid-19 di Wuhan Turunan dari Virus pada Pasien di Amerika Serikat
Ilustrasi, langkah-langkah yang dilakukan untuk cegah virus corona baru Sars-Cov-2 pemicu Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona baru, Sars-Cov-2 yang menginfeksi orang-orang di Wuhan dan China pada umumnya adalah varian yang merupakan turunan dari virus corona yang banyak ditemukan pada pasien Covid-19 di Amerika Serikat, Australia, dan Kanada.

Ini merupakan salah satu kesimpulan dari penelitian yang digelar oleh ilmuwan dari Inggris dan Jerman, yang berdasarkan analisis genom menemukan bahwa ada tiga varian utama virus corona baru Sars-Cov-2 di dunia, yakni tipe A, B, dan C.

Sars-Cov-2 tipe A banyak ditemukan pada pasien Covid-19 di Amerika Serikat, Kanada, Australia dan warga AS yang pernah menetap di Wuhan. Tipe B adalah turunan dari tipe A dan banyak ditemukan di Wuhan dan pasien Covid-19 di Asia Timur.

Sementara Sars-Cov-2 tipe C banyak ditemukan pada pasien Covid-19 di Eropa seperti Prancis, Italia, Swedia, dan Inggris. Ia juga ditemukan pada pasien di Singapura, Hong Kong, dan Korea Selatan.

Virus corona baru varian A sangat dekat dengan virus yang ditemukan pada baik kelelawar dan trenggiling (dua binatang yang dicurigai sebagai inang virus corona) dan dijuluki sebagai the root of the outbreak atau akar dari penyebaran Covid-19 oleh para peneliti.

Adapun Sars-Cov-2 tipe B merupakan turunan dari varian A dan sudah dua kali bermutasi. Sementara tipe C disebut sebagai "anak" dari tipe B.

Meski demikian harus ditekankan bahwa para ilmuwan sama sekali tidak menyimpulkan bahwa Covid-19 pertama kali muncul di Amerika Serikat alih-alih di Wuhan, Tiongkok.

Belum ada penelitian yang bisa memastikan dari mana Covid-19 pada mulanya berasal, kecuali bahwa kasus pertama tercatat di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Studi yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pekan lalu itu menelusui jalur evolusi dari Covid-19 di manusia menggunaan teknik jejaring genetika.

baca juga

Mereka meneliti 160 genom virus yang diurutkan dari pasien manusia dan membuat peta penyebarannya memanfaatkan data mutasi yang terjadi. Sampel dalam studi itu diambil dari seluruh dunia antara 24 Desember 2019 sampai 4 Maret 2020.

"Teknik ini dikenal karena berhasil memetakan pergerakan populasi manusia prasejarah melalui DNA. Menurut kami, ini adalah pertama kalinya teknik tersebut digunakan untuk melacak rute penularan virus corona seperti Covid-19," kata Peter Forster, pakar genetika dari Universitas Cambridge, Inggris yang memimpin studi tersebut.

Dalam studi itu, para peneliti juga menduga bahwa salah satu rute paling awal Covid-19 masuk ke Italia adalah lewat pasien asal Jerman yang tercatat tertular virus itu pada 27 Januari dan jalur lain lewat klaster Singapura.

Para ilmuwan juga mengklaim bahwa teknik jejaring genetika bisa dengan akurat melacak rute penularan virus, karena mutasi serta garis keturunan virus bisa menghubungkan kasus-kasus yang sebelumnya tak diketahui dengan kasus tercatat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Bau Tak Sedap Antar Warga pada Temuan Pilu, Pria 64 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Bau Tak Sedap Antar Warga pada Temuan Pilu, Pria 64 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 16:46 WIB

Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Lartas Impor, Kemendag Bilang Begini

Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Lartas Impor, Kemendag Bilang Begini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:46 WIB

5 Cara Menghilangkan Bau Ketiak di Baju yang Membandel, Praktis Modal Bahan Dapur

5 Cara Menghilangkan Bau Ketiak di Baju yang Membandel, Praktis Modal Bahan Dapur

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 16:44 WIB

Pertamina Dorong UMK Naik Kelas dan Siap Hadapi Buyer Global

Pertamina Dorong UMK Naik Kelas dan Siap Hadapi Buyer Global

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:44 WIB

Kondisi Emil Audero Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia Bikin Rayo Vallecano Lega

Kondisi Emil Audero Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia Bikin Rayo Vallecano Lega

Bola | Senin, 28 September 2026 | 16:43 WIB

Nandhur Srawung di Jogja: Ajang Jambore Nasional Pemilik Xpander se-Nusantara

Nandhur Srawung di Jogja: Ajang Jambore Nasional Pemilik Xpander se-Nusantara

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 16:40 WIB

VICI Borong Saham Asing, Bidik Target Ini

VICI Borong Saham Asing, Bidik Target Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:39 WIB

Harga Bekas 3 Mobil Pabrikan Otomotif Jepang yang Sudah Disuntik Mati di Indonesia pada 2025

Harga Bekas 3 Mobil Pabrikan Otomotif Jepang yang Sudah Disuntik Mati di Indonesia pada 2025

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 16:35 WIB

Pakar Hukum Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Alat Politik

Pakar Hukum Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Alat Politik

News | Senin, 28 September 2026 | 16:34 WIB

Gibran Minta Hasil Investigasi Dugaan Keracunan MBG Batang Dibuka Transparan

Gibran Minta Hasil Investigasi Dugaan Keracunan MBG Batang Dibuka Transparan

News | Senin, 28 September 2026 | 16:31 WIB

×