Termakan Hoaks Corona, Warga Belanda Bakar Menara BTS 5G

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Selasa, 14 April 2020 | 08:30 WIB
Termakan Hoaks Corona, Warga Belanda Bakar Menara BTS 5G
Ilustrasi BTS jaringan 5G (Shutterstock).

Suara.com - Beberapa menara Base Transceiver Station (BTS) 5G di Belanda dibakar sekelompok orang. Diduga, pelakunya merupakan kelompok yang menentang kehadiran jaringan 5G karena dinilai bisa membahayakan kesehatan dan privasi penggunanya.

Beberapa menara BTS 5G yang berlokasi di Rotterdam, Liessel, Beesd, dan Nuenen mengalami kerusakan parah akibat dilahap si jago merah.

Akibatnya, akses telekomunikasi di wilayah tersebut terganggu. Padahal, telekomunikasi dan internet merupakan kehmbutuhan primer di tengah pandemi COVID-19.

"Para operator melakukan segalanya untuk menjaga jaringan mobile tetap berjalan di masa sulit ini," ujar Rob Bongelaar, Direktur The Money Foundation yang mengawasi penggantian menara BTS, sebagaimana dikutip laman DW, Selasa (14/4/2020).

"Ketersediaan infrastruktur digital yang handal itu sangat penting. Koneksi amat dibutuhkan di rumah sakit dan tempat perawatan. Tapi mereka (pelaku) malah sengaja membakar. Ini tidak bisa diterima," imbuhnya.

Memang, pihak berwenang belum bisa mengungkap pelakunya. Tapi kemungkinan besar, pelaku pembakaran menara BTS di Negeri Kincir Angin itu adalah kelompok yang tidak setuju dengan kehadiran jaringan 5G di negara tersebut.

Mereka terlanjur mempercayai kabar bohong yang menyebutkan bahwa gelombang radio 5G dapat membahayakan kesehatan. Bahkan pada Januari lalu, ratusan orang menggelar demonstrasi menentang jaringan 5G di Kota Amsterdam.

Perang melawan hoax
Ilustrasi berita hoaks. [Suara.com]

Meski penerus jaringan 4G itu belum meluncur di Belanda, tapi tenggang peluncurannya tinggal sebentar lagi karena dijadwalkan sudah bisa diakses masyarakat Belanda pada Juni mendatang.

Selain di Belanda, sejumlah warga di Inggris juga termakan hoaks serupa. Di Negeri Ratu Elizabeth, beberapa warga membakar menara BTS 5G di kota Merseyside dan Birmingham karena dipercaya menularkan virus corona.

baca juga

Padahal, Menteri Kantor Kabinet Inggris Michael Gove dengan tegas mengatakan bahwa hal ini merupakan hoaks yang berpotensi membahayakan negara.

"Itu (jaringan 5G menularkan virus corona) hanya omong kosong, omong kosong yang berbahaya," tutup Gove.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Menkominfo Sebut Hoaks Virus Corona Paling Banyak Tersebar di Facebook

Duh! Menkominfo Sebut Hoaks Virus Corona Paling Banyak Tersebar di Facebook

Tekno | Rabu, 08 April 2020 | 14:30 WIB

YouTube Segera Hapus Video yang Sebut Jaringan 5G Tularkan COVID-19

YouTube Segera Hapus Video yang Sebut Jaringan 5G Tularkan COVID-19

Tekno | Selasa, 07 April 2020 | 11:00 WIB

Teori Konspirasi Corona: Disebabkan oleh Jaringan 5G, Dipercayai Selebriti

Teori Konspirasi Corona: Disebabkan oleh Jaringan 5G, Dipercayai Selebriti

News | Minggu, 05 April 2020 | 18:03 WIB

Cara Facebook Antisipasi Berita Palsu Seputar Virus Corona

Cara Facebook Antisipasi Berita Palsu Seputar Virus Corona

Tekno | Jum'at, 03 April 2020 | 13:00 WIB

Hati-hati Sebar Hoaks Virus Corona di Grup WA, Dendanya Rp 1 Miliar

Hati-hati Sebar Hoaks Virus Corona di Grup WA, Dendanya Rp 1 Miliar

Bisnis | Senin, 30 Maret 2020 | 17:44 WIB

Perangi Berita Hoaks Virus Corona, Twitter Siap Verfikasi Orang-orang Ini

Perangi Berita Hoaks Virus Corona, Twitter Siap Verfikasi Orang-orang Ini

Tekno | Rabu, 25 Maret 2020 | 10:55 WIB

Terkini

Diduga Dicari-cari Kesalahannya, 6 Aktivis Greenpeace Masih Ditahan Polisi

Diduga Dicari-cari Kesalahannya, 6 Aktivis Greenpeace Masih Ditahan Polisi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Vietnam Lebih Maju, Kapal Tanker RI Kebanyakan Impor

Vietnam Lebih Maju, Kapal Tanker RI Kebanyakan Impor

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Atap Miring hingga Lantai Becek, 13.945 Keluarga di Sragen Masih Huni Rumah Tak Layak

Atap Miring hingga Lantai Becek, 13.945 Keluarga di Sragen Masih Huni Rumah Tak Layak

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:31 WIB

It Didn't Start with You: Menelusuri Luka Keluarga yang Membentuk Diri Kita

It Didn't Start with You: Menelusuri Luka Keluarga yang Membentuk Diri Kita

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Terduga Pelaku Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo Ditangkap: Mantan Napiter Bom Thamrin

Terduga Pelaku Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo Ditangkap: Mantan Napiter Bom Thamrin

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:28 WIB

3 Shio Paling Hoki 21 Oktober 2026, Beruntung di Hari Penghancuran

3 Shio Paling Hoki 21 Oktober 2026, Beruntung di Hari Penghancuran

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Daftar HP Realme RAM 12 GB dan Memori Besar: Dari Paling Murah hingga Premium

Daftar HP Realme RAM 12 GB dan Memori Besar: Dari Paling Murah hingga Premium

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Dua Kali Lipat Era Jokowi! OTT KPK Meningkat Tajam di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Dua Kali Lipat Era Jokowi! OTT KPK Meningkat Tajam di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:22 WIB

Tari Soya-Soya, Jejak Perjuangan Ternate yang Terus Hidup di Pulau Obi

Tari Soya-Soya, Jejak Perjuangan Ternate yang Terus Hidup di Pulau Obi

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Defisit BPJS Kesehatan Mengintai, Akademisi Desak Revisi UU SJSN dan UU BPJS

Defisit BPJS Kesehatan Mengintai, Akademisi Desak Revisi UU SJSN dan UU BPJS

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:09 WIB

×