Kontroversial, Donald Trump Usul Disinfektan Disuntikkan ke Manusia?

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Minggu, 26 April 2020 | 09:00 WIB
Kontroversial, Donald Trump Usul Disinfektan Disuntikkan ke Manusia?
Presiden AS Donald Trump. [AFP]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial usai mengusulkan penyuntikkan disinfektan kepada manusia, guna memerangi penyebaran virus corona. Lantas, mengapa ide 'gila' itu bisa keluar dari mulut orang nomor satu di Negeri Paman Sam?

Rupanya, gagasan ini terlontar setelah Bill Bryan, kepala divisi sains dan teknologi di Department of Homeland Security memberi presentasi soal riset yang dilakukan timnya yang menyebut bahwa virus corona tidak bisa hidup lama di temperatur yang lebih hangat dan lebih lembab.

"Virus ini (Covid-19) mati paling cepat di sinar Matahari," cetus Brian saat melakukan presentasi kepada Presiden AS dilansir laman BBC, Minggu (26/4/2020).

Trump kemudian menanggapi temuan itu dengan rasa penasaran apakah bisa 'sinar' tersebut dipancarkan ke dalam tubuh manusia untuk membunuh virus corona.

"Coba kalian membawa sinar ke dalam tubuh, yang bisa kalian lakukan apakah dengan kulit atau beberapa cara lain dan saya pikir kalian mengatakan akan menguji hal itu juga," jawab Trump.

"Saya lihat disinfektan menghancurkannya dalam satu menit. Dan apakah ada cara agar kita bisa melakukan sesuatu seperti itu dengan menyuntikkannya ke dalam?" tanya dia.

Meski terdengar gila untuk kalangan ilmuwan, namun Trump semakin antusias untuk mengutarakan rencananya yang ingin menyuntikkan disinfektan kepada manusia karena dinilai akan efektif untuk membunuh virus corona.

"Seperti kalian lihat, (virus ini) menuju ke paru-paru, jumlahnya dahsyat ke paru-paru, jadi akan menarik untuk mengeceknya," lanjut Trump.

Sesuai dugaan, pernyataan Trump tersebut langsung memicu kontroversi di kalangan medis. Kritik diluncurkan Dr Vin Gupta, ahli paru-paru di AS.

baca juga
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan asrama Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Bethel di kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat (17/4).  [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Ilustrasi penyemprotan cairan disinfektan. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Gagasan menginjeksi tipe apapun produk kebersihan ke dalam tubuh adalah tidak bertanggungjawab dan berbahaya. Itu adalah metode umum yang digunakan oleh orang-orang jika mereka ingin melakukan bunuh diri," jelasnya.

Sementara ilmuwan lainnya mengatakan bahwa pernyataan Trump ini bisa saja diikuti oleh para pendukungnya meskipun hal ini sudah jelas berbahaya.

"Briefing Trump ini membahayakan kesehatan publik. Boikot propaganda. Dengarkanlah para pakar. Dan mohon jangan meminum disinfektan," tutup Robert Reich, profesor kebijakan publik di University of California.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikuti Trump, Gary Tewas Minum Cairan Pembersih yang Diklaim Cegah Corona

Ikuti Trump, Gary Tewas Minum Cairan Pembersih yang Diklaim Cegah Corona

News | Sabtu, 25 April 2020 | 20:42 WIB

Donald Trump: Kawan Saya Jokowi Minta Ventilator, Akan Kami Kasih!

Donald Trump: Kawan Saya Jokowi Minta Ventilator, Akan Kami Kasih!

News | Sabtu, 25 April 2020 | 10:01 WIB

Andrew Cuomo Sebut Virus Corona Masuk ke New York dari Eropa, Bukan China

Andrew Cuomo Sebut Virus Corona Masuk ke New York dari Eropa, Bukan China

News | Sabtu, 25 April 2020 | 06:33 WIB

Update Corona AS, Penambahan 30.905 Positif, Kematian Capai 51 Ribu Kasus

Update Corona AS, Penambahan 30.905 Positif, Kematian Capai 51 Ribu Kasus

News | Sabtu, 25 April 2020 | 08:23 WIB

Sah, Donald Trump Batasi Imigrasi ke AS Selama Pandemi Virus Corona

Sah, Donald Trump Batasi Imigrasi ke AS Selama Pandemi Virus Corona

News | Kamis, 23 April 2020 | 16:49 WIB

Disalahkan Trump Jadi Sumber Pandemi Covid-19, Jawaban China Menohok

Disalahkan Trump Jadi Sumber Pandemi Covid-19, Jawaban China Menohok

News | Kamis, 23 April 2020 | 15:03 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×