Disalahkan Trump Jadi Sumber Pandemi Covid-19, Jawaban China Menohok

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 23 April 2020 | 15:03 WIB
Disalahkan Trump Jadi Sumber Pandemi Covid-19, Jawaban China Menohok
Ilustrasi bendera China. (Foto: Shutterstock)

Suara.com - Hampir sebagian besar negara di dunia saat ini sedang berjuang melawan pandemi virus corona. Bahkan negara adidaya sekelas Amerika Serikat juga sudah terpapar.

Awal mula virus tersebut muncul di Negara Tirai Bambu, China. Oleh karena itu, Amerika kerap menyalahkan China bertanggung jawab pada virus tersebut, bahkan Presiden AS Donald Trump, kerap menyebutkan 'Virus China'.

Meski memang virus Covid-19 awal mula muncul dari Wuhan, China tidak disalahkan sebagai penyebab virus ini menyebar.

"China sangat memahami tantangan yang suram dan berat yang dihadapi AS dalam pandemi ini. Kami berbagi kekhawatiran dan kesengsaraan dan memperluas simpati kami yang dalam, dan memberikan dukungan dan bantuan kepada dunia, termasuk AS, dengan kemampuan terbaik kami, meskipun permintaan tinggi China untuk pasokan medis di rumah ketika jutaan orang kembali bekerja, dan kekhawatiran atas kasus yang diimpor dan kebangkitan COVID-19 tetap ada," tulis sebuah laporan dilansir dari global.chinadaily.com.cn.

China juga berharap kepada masyarakat seluruh dunia agar tidak tersesat dengan stigma dan tuduhan yang salah akan virus corona ini.

"China tidak ingin masyarakat umum dunia disesatkan oleh tuduhan dan stigmatisasi yang tidak berdasar terhadap China. Alasan dan kesopanan perlu dipertahankan pada saat yang kritis ini. Kami percaya ini adalah pertarungan seluruh dunia melawan virus, bukan pertarungan di antara penduduk desa global, setidaknya keretakan pahit untuk perhitungan dan keuntungan politik egois," tulis pemerintah China dalam sebuah China.

Dalam laporan tersebut secara tidak langsung menjawab tuduhan yang dilontarkan pada China. Walaupun pertama muncul di China, namun pemerintah setempat tidak menganggapnya demikian.

"Tujuan menemukan sumber virus adalah untuk memungkinkan manusia mengalahkan virus dan untuk menghindari pengulangan kesalahan yang sama," tulis pernyataan tersebut.

"Terkini, bahkan dunia ilmiah tidak memiliki kesimpulan dari mana virus itu berasal. Seseorang telah menggunakan istilah-istilah yang berbahaya dan tidak akurat dan secara tajam menyebut virus corona yang baru sebagai "virus China." lanjutnya.

baca juga

"AIDS pertama kali ditemukan di A.S., adakah yang menamakannya "America AIDS?" Virus H1NI pecah di Amerika Utara dan menyebar ke dunia pada tahun 2009. Apakah ada yang menyebutnya "virus Amerika?" ujar pemerintah China.

Dirangkum dari Telegraph, penyebaran virus corona ke seluruh dunia diyakini bermula dari "pasar basah" di Wuhan, China yang menjual hewan hidup dan mati, termasuk ikan dan burung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Bantuan dari Anies Baswedan Sampai ke Donald Trump?

CEK FAKTA: Bantuan dari Anies Baswedan Sampai ke Donald Trump?

News | Kamis, 23 April 2020 | 09:07 WIB

Harvard Tolak Bantuan Rp 133,4 Miliar Usai Dikritik Donald Trump

Harvard Tolak Bantuan Rp 133,4 Miliar Usai Dikritik Donald Trump

Bisnis | Kamis, 23 April 2020 | 07:42 WIB

Angka Kematian Corona di AS Tembus 45.000 Orang, Trump: Negara Sudah Aman

Angka Kematian Corona di AS Tembus 45.000 Orang, Trump: Negara Sudah Aman

News | Rabu, 22 April 2020 | 22:21 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×