Ilmuwan Sebut Asal Mula Bahasa Manusia Muncul 25 Juta Tahun Lalu

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 30 April 2020 | 06:45 WIB
Ilmuwan Sebut Asal Mula Bahasa Manusia Muncul 25 Juta Tahun Lalu
Ilustrasi bahasa. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian baru yang kontroversial menyebut bahwa asal-usul bahasa mungkin telah muncul 20 hingga 25 juta tahun lebih awal, dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dibandingkan dengan hewan, otak manusia secara unik disesuaikan dengan bahasa. Kemampuan untuk menghasilkan ucapan, mendengarkan, dan berkomunikasi satu sama lain tidak tertandingi dan untuk memahami bagaimana itu terjadi, manusia harus mempelajarinya.

Sejauh ini, penelitian pencitraan otak pada simpanse telah mengungkapkan rangkaian bahasa yang mirip dengan manusia. Saat ini, beberapa ilmuwan mengklaim bahasa inti otak juga telah diidentifikasi pada monyet.

Para ahli saraf fokus mempelajari korteks prefrontal dan lobus temporal, di mana jalur ini ada pada manusia dan kera. Tim ahli menduga mungkin asal-usul bahasa manusia terletak di korteks pendengaran kera rhesus.

"Saya kagum melihat jalur serupa ada di dalam sistem pendengaran primata. Ini seperti menemukan fosil baru leluhur yang telah lama hilang," ucap Chris Petkov, seorang ahli saraf neuropsikologis dari Universitas Newcastle di Inggris.

Jika para ilmuwan benar, saraf pertama untuk evolusi bahasa mungkin telah muncul jauh lebih awal daripada yang diperkirakan. Leluhur terakhir bagi kera dan manusia hidup sekitar 25 hingga 30 juta tahun yang lalu dan itu jauh lebih awal dari leluhur manusia dengan simpanse yang hidup hanya 5 juta tahun yang lalu.

Pada manusia, bicara umumnya dihasilkan dan dirasakan di sepanjang jalur bahasa inti yang dikenal sebagai arcuate fasciculus (AF) yang membentang di korteks prefrontal dan lobus temporal.

Namun selama bertahun-tahun, para ilmuwan menyadari bahwa sirkuit ini jauh lebih kompleks daripada yang pernah dipikirkan. Ini terhubung ke banyak daerah lain di otak dan beberapa penelitian menunjukkan korteks pendengaran memainkan peran penting.

Membandingkan otak manusia, kera, dan monyet bersama dengan data pencitraan baru, penelitian baru ini mampu mengidentifikasi AF di kompleks pendengaran kedua bagian otak manusia dan menentukan itu lebih berkembang di sisi kiri daripada di sebelah kanan. Itu juga menunjukkan jalur serupa yang ada di otak kera dan simpanse.

baca juga
Ilustrasi kelompok simpanse (Shutterstock).
Ilustrasi kelompok simpanse (Shutterstock).

Penelitian ini juga cocok dengan gagasan yang menyebutkan bahwa adaptasi bahasa mungkin muncul dari jalur pendengaran primata yang melibatkan pemrosesan spasial, serta pola suara dan vokal.

"Penemuan ini memiliki potensi luar biasa untuk memahami aspek mana dari kognisi pendengaran manusia dan bahasa yang dapat dipelajari dengan model hewan dengan cara yang tidak mungkin dilakukan pada mnausia dan kera," kata Timothy Griffiths, ahli saraf di Universitas Newcastle, seperti dikutip laman Science Alert, Kamis (30/4/2020).

Meski begitu, masih banyak yang harus diverifikasi. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi jalur pendengaran ini secara lebih rinci. Penelitian ini telah dipublikasikan di Nature Neuroscience.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kata Ilmuwan Tentang Alasan Sulitnya Membuat Vaksin Virus Corona Covid-19

Kata Ilmuwan Tentang Alasan Sulitnya Membuat Vaksin Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 29 April 2020 | 17:55 WIB

Kisah Mualaf Jackie Ying, Ilmuwan Wanita yang Ciptakan Rapid Test Covid-19

Kisah Mualaf Jackie Ying, Ilmuwan Wanita yang Ciptakan Rapid Test Covid-19

Lifestyle | Rabu, 29 April 2020 | 16:10 WIB

Ilmuwan Peringatkan Manusia jika Tidak Ingin Alami Pandemi Lebih Buruk

Ilmuwan Peringatkan Manusia jika Tidak Ingin Alami Pandemi Lebih Buruk

Tekno | Rabu, 29 April 2020 | 12:30 WIB

Ilmuwan Ungkap Lokasi Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Bumi

Ilmuwan Ungkap Lokasi Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Bumi

Tekno | Rabu, 29 April 2020 | 12:00 WIB

Beredar Kabar Ilmuwan Meninggal Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Benarkah?

Beredar Kabar Ilmuwan Meninggal Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Benarkah?

Health | Selasa, 28 April 2020 | 12:23 WIB

Waduh! Virus Corona Tetap Hidup di Ruangan Sesak dan Tanpa Ventilasi

Waduh! Virus Corona Tetap Hidup di Ruangan Sesak dan Tanpa Ventilasi

Tekno | Selasa, 28 April 2020 | 11:30 WIB

Terkini

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:10 WIB

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

×