alexametrics

Ekspedisi Ini Temukan Ventilasi Hidrotermal di Dasar Laut, Bahayakah?

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia
Ekspedisi Ini Temukan Ventilasi Hidrotermal di Dasar Laut, Bahayakah?
Ventilasi hidrotermal. (MBARI)

Ventilasi hidrotermal meruapakan retakan di permukaan yang secara geotermal memanaskan perairan di daerah tersebut.

Suara.com - Dalam sebuah ekspedisi, para ilmuwan baru saja menemukan ventilasi hidrotermal di dasar laut Washington. Belum ada penelitian mengenai fenomena ini, apakah hal ini berbahaya atau justru wajar terjadi?

Menara-menara yang dikenal sebagai ventilasi hidrotermal ditemukan membentang di sepanjang dasar laut Juan de Fuca Ridge yang berada di Washington. Daerah ini dikenal juga sebagai Segmen Endeavour.

Sebelumnya, ekspedisi untuk menemukan ventilasi hidrotermal memang telah dimulai sejak 1980-an lalu. Dilansir dari Live Science, dalam ekspedisi yang dilakukan Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI), ada 500 ventilasi hidrotermal di daerah ini.

Ventilasi hidrotermal meruapakan retakan di permukaan yang secara geotermal memanaskan perairan di daerah tersebut. Biasanya lokasi ini ditemukan di dekat daerah yang aktif secara vulkanik di mana lempeng tektonik bergerak.

Baca Juga: Si Leher Beton Mike Tyson Posting Video Latihan, Warganet Tercengang

Pertemuan antara cairan panas yang mencapai 750 derajat fahrenheit atau 400 derajat celcius dengan air laut yang dingin ini lalu membuat mineral mengendap di sekitar ventilasi hidrotermal yang kemudian membentuk menara-menara di dasar laut.

Ilustrasi laut dalam. (Pixabay/ Pete Linforth)
Ilustrasi laut dalam. (Pixabay/ Pete Linforth)

Menara-menara mirip cerobong asap ini rupanya mampu tumbuh dalam ukuran yang besar dan menakjubkan. Menurut MBARI, menara ventilasi hidrotermal yang terbentuk di perairan Washington ini adalah yang paling tertinggi.

Penemuan ini cukup mengejutkan sehingga membuat para ilmuwan penasaran untuk mengetahui ventilasi hidrotermal yang terbentuk secara alami ini.

Penelitian lalu dilakukan untuk mengidentifikasi struktur dasar laut dan kegelapan bidang ventilasi hidrotermal. Namun, hingga kini para ilmuwan mendapati banyak halangan dan rintangan untuk mengidentifikasinya.

Satu kesimpulan yang baru di dapat para ilmuwan adalah bahwa tiap menara ventilasi hidrotermal memiliki komposisi cairan yang bervariasi dan berbeda-beda.

Baca Juga: Pemprov DKI Tutup 141 Perusahaan Selama Masa PSBB

Ventilasi hidrotermal. (MBARI)
Ventilasi hidrotermal. (MBARI)

Berbicara mengenai kabar baik atau buruk dari penemuan ventilasi hidrotermal, dapat dipastikan bahwa fenomena ini terjadi secara alami pada Bumi. Ventilasi hidrotermal pada dasarnya sama dengan fumarol, mata air panas, atau gleiser di daratan.

Komentar