Ilmuwan Temukan Keanehan pada Matahari

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Minggu, 03 Mei 2020 | 07:31 WIB
Ilmuwan Temukan Keanehan pada Matahari
Ilustrasi sinar matahari. (shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan mengklaim menemukan keanehan pada Matahari, yang cahayanya menjadi lebih 'diam' daripada biasanya.

Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Science, ilmuwan menyebut, sumber cahaya Bumi itu terindikasi lebih 'diam' ketimbang bintang-bintang sejenis.

Untuk mengetahui keanehan ini, mereka memanfaatkan data dari Keppler Space Telescope untuk membandingkan terang Matahari dan bintang sepertinya di alam semesta.

Berdasarkan fluktuasi kecerahan sinarnya, Matahari tampak kurang aktif, jika dibandingkan dengan sebelumnya. Dari 369 sampel bintang seperti Matahari, ilmuwan mengungkap bahwa mereka pada umumnya mengalami fluktuasi kecerahan 5 kali lebih kuat dari Matahari dalam perhitungan selama 140 hari.

"Kami sangat terkejut bahwa kebanyakan bintang yang seperti Matahari jauh lebih aktif daripada Matahari," kata Dr Alexander Saphiro, ilmuwan dari he Max Planck Institute for Solar System Research (MPS), sebagaimana dikutip laman Independent, Minggu (3/5/2020).

Selanjutnya, sampel bintang sejenis Matahari itu dipilih berdasarkan suhu permukaan, usia, dan periode rotasi yang sama. Meski keanehan sudah ditemukan, namun mereka belum dapat memastikan alasan kejanggalan Matahari tersebut.

Ilustrasi Matahari. [Shutterstock]
Ilustrasi Matahari. [Shutterstock]

Sedangkan merujuk pada riset berbagai elemen, seperti lingkar pohon atau rekaman fosil, diketahui pula bahwa Matahari berada dalam kondisinya saat ini setidaknya selama 9.000 tahun.

Tapi ilmuwan tidak mengetahui apakah situasi yang sama pernah terjadi di masa sebelumnya dan ataukah keadaan ini hanya berlangsung temporer.

"Dibandingkan umur Matahari, 9.000 tahun seperti kedipan mata. Matahari kita hampir 4,6 miliar tahun usianya. Bisa dibayangkan bahwa Matahari mengalami fase sunyi ini beribu-ribu tahun," tutup ahli astrofisika Timo Reinhold.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astronom: Aktivitas Matahari Lebih Lemah Dibanding Bintang Lain

Astronom: Aktivitas Matahari Lebih Lemah Dibanding Bintang Lain

Tekno | Jum'at, 01 Mei 2020 | 13:35 WIB

Ilmuwan Sebut 2020 Jadi Tahun Bersuhu Terpanas Satu Dekade Terakhir

Ilmuwan Sebut 2020 Jadi Tahun Bersuhu Terpanas Satu Dekade Terakhir

Tekno | Jum'at, 01 Mei 2020 | 08:30 WIB

Berumur 3.600 Tahun, Lukisan Monyet Biru Ini Menarik Perhatian Ilmuwan

Berumur 3.600 Tahun, Lukisan Monyet Biru Ini Menarik Perhatian Ilmuwan

Tekno | Jum'at, 01 Mei 2020 | 08:00 WIB

Ilmuwan Ungkap Bahan Terbaik Membuat Masker Wajah di Rumah

Ilmuwan Ungkap Bahan Terbaik Membuat Masker Wajah di Rumah

Tekno | Kamis, 30 April 2020 | 11:00 WIB

Ilmuwan Sebut Asal Mula Bahasa Manusia Muncul 25 Juta Tahun Lalu

Ilmuwan Sebut Asal Mula Bahasa Manusia Muncul 25 Juta Tahun Lalu

Tekno | Kamis, 30 April 2020 | 06:45 WIB

Kata Ilmuwan Tentang Alasan Sulitnya Membuat Vaksin Virus Corona Covid-19

Kata Ilmuwan Tentang Alasan Sulitnya Membuat Vaksin Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 29 April 2020 | 17:55 WIB

Terkini

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

×