Ilmuwan Kembangkan Antibiotik Baru untuk Infeksi Paru karena Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 04 Mei 2020 | 11:53 WIB
Ilmuwan Kembangkan Antibiotik Baru untuk Infeksi Paru karena Covid-19
Ilustrasi antibiotik. (Shutterstock)

Suara.com - Antibiotik baru melawan virus Corona (Covid-19) telah dikembangkan untuk pasien positif yang mengalami pneumonia.

Dilansir laman The Dailymail, Senin (4/5/2020), antibiotik yang disebut WLBU2 itu dikembangkan oleh para ahli medis untuk melawan infeksi paru-paru "superbug". Disebut bahwa obat itu dapat melawan infeksi paru-paru yang parah pada tikus maupun di sel manusia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa obat baru ini dapat membantu pasien yang menderita fibrosis kistik yang lebih rentan terhadap infeksi paru-paru. Ini juga dapat menghentikan infeksi sekunder agar tidak menginfeksi saluran pernapasan pasien, yang merupakan masalah khusus bagi pasien kritis yang menggunakan ventilator.

Antibiotik itu memberikan harapan baru yang berpotensi menurunkan angka kematian virus Corona. Obat yang termasuk dalam golongan Engineering Cationic Antimicrobial Peptide atau eCAP itu dapat bekerja dengan "meninju" virus hingga hancur.

Para ahli menyebut bahwa hasil penelitian menunjukkan versi sintetis dari antibiotik baru lebih efisien, dibandingkan dengan protein mikroba alami yang digunakan untuk membentuk garis pertahanan pertama melawan infeksi mematikan pada manusia. Tim ahli secara tidak sengaja menemukan cara untuk membuatnya lebih tidak beracun dan lebih efisien.

"Awalnya, kami skeptis dan mengulangi percobaan. Tapi ternyata itu 20 kali tidak beracun terhadap sel darah di laboratorium kami. Dan ketika kami melihat hasil yang sama pada tikus, kami benar-benar bersemangat," ucap Peter Di, penulis penelitian ini dan ahli epidemiologi di University of Pittsburgh, seperti dikutip laman Techtimes.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Para ilmuwan memberikan antibiotik baru melalui saluran pernapasan paru-paru. Hasilnya menunjukkan bahwa itu bekerja lebih baik daripada antibiotik terakhir saat ini.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa resistensi antimikroba mengklaim sekitar 700.000 jiwa per tahun dan dapat meningkat menjadi 10 juta pada tahun 2050. Dalam laporan dijelaskan bahwa meningkatnya angka kematian terjadi ketika antibiotik mendorong bakteri untuk bermutasi dengan cepat.

Meski begitu, para ilmuwan mengklarifikasi bahwa terobosan ini datang secara kebetulan sekaligus mencari cara untuk membuat WLBU2 menjadi lebih stabil untuk dikonsumsi manusia. Obat ini telah dilisensikan untuk uji klinis terhadap Covid-19.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Keanehan pada Matahari

Ilmuwan Temukan Keanehan pada Matahari

Tekno | Minggu, 03 Mei 2020 | 07:31 WIB

Berumur 3.600 Tahun, Lukisan Monyet Biru Ini Menarik Perhatian Ilmuwan

Berumur 3.600 Tahun, Lukisan Monyet Biru Ini Menarik Perhatian Ilmuwan

Tekno | Jum'at, 01 Mei 2020 | 08:00 WIB

Ilmuwan Ungkap Bahan Terbaik Membuat Masker Wajah di Rumah

Ilmuwan Ungkap Bahan Terbaik Membuat Masker Wajah di Rumah

Tekno | Kamis, 30 April 2020 | 11:00 WIB

Ilmuwan Sebut Asal Mula Bahasa Manusia Muncul 25 Juta Tahun Lalu

Ilmuwan Sebut Asal Mula Bahasa Manusia Muncul 25 Juta Tahun Lalu

Tekno | Kamis, 30 April 2020 | 06:45 WIB

Ilmuwan Peringatkan Manusia jika Tidak Ingin Alami Pandemi Lebih Buruk

Ilmuwan Peringatkan Manusia jika Tidak Ingin Alami Pandemi Lebih Buruk

Tekno | Rabu, 29 April 2020 | 12:30 WIB

Ilmuwan Ungkap Lokasi Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Bumi

Ilmuwan Ungkap Lokasi Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Bumi

Tekno | Rabu, 29 April 2020 | 12:00 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×