Duh! Ilmuwan Temukan Virus Corona Baru Berhubungan dengan Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 18 Mei 2020 | 09:30 WIB
Duh! Ilmuwan Temukan Virus Corona Baru Berhubungan dengan Covid-19
Ilustrasi kelelawar. [Kelelawar].

Suara.com - Para ilmuwan menemukan virus lain yang masih berhubungan dengan Covid-19 pada kelelawar. Ini menunjukkan bahwa sangat mungkin virus Corona yang menjadi pandemi saat ini berevolusi secara alami.

Para ahli menemukan mutasi yang merupakan penyisipan materi genetik ke dalam genom virus, yang menunjukkan bahwa perubahan virus itu memang terjadi secara alami.

"Sejak ditemukannya virus Covid-19, ada sejumlah teori tidak berdasar yang mengatakan bahwa virus Corona baru berasal dari laboratorium," ucap Weifeng Shi, ahli mikrobiologi dari Shandong First Medical University.

Namun menurut Weifeng, virus Corona baru ini bukan buatan laboratorium.

"Secara khusus, telah diusulkan penyisipan S1/S2 sangat tidak biasa dan mungkin perupakan indikasi manipulasi laboratorium. Tapi penelitian kami menunjukkan dengan sangat jelas bahwa virus Corona secara alami berasal dari satwa liar. Ini memberi bukti kuat bahwa Covid-19 bukan buatan laboratorium," tambah Weifeng.

Virus lain yang ditemukan tim ahli pada kelelawar ini disebut RmYN02. Virus ini diidentifikasi selama analisis terhadap 302 sampel dari 277 kelelawar yang dikumpulkan di Provinsi Yunnan, China, pada paruh kedua 2019.

Setelah menganalisis virus yang ditemukan dalam sampel kelelawar ini, tim mampu mengungkap dua genom virus Corona yang hampir lengkap, yaitu RmYN01 dan RmYN02.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

RmYN01 hanya memiliki kecocokan yang rendah dengan Covid-19. Namun RmYN02 berbagi 93,3 persen genomnya dengan Covid-19 dan satu gen tertentu yang disebut 1ab dengan kecocokan sebesar 97,2 persen.

Selain itu, juga terjadi acara penyisipan. RmYN02 mengandung insersi asam amino pada titik di mana dua subunit (S1 dan S2) dari protein lonjakan (spike protein) bertemu. Virus Covid-19 juga memiliki insersi S1 dan S2, meskipun keduanya bukan asam amino yang sama dalam kedua virus tetapi ini menunjukkan bahwa insersi dapat terjadi secara alami dan tidak memerlukan laboratorium.

baca juga

Terlepas dari kesamaan pada kedua virus, itu tidak berarti RmYN02 adalah leluhur langsung dari virus yang menyebabkan Covid-19 di seluruh dunia. Tetapi menemukan genom virus Corona baru sangat membantu jika manusia ingin mengetahui bagaimana Covid-19 berevolusi menjadi seperti sekarang ini.

"Penelitian kami menegaskan kembali bahwa kelelawar, khususnya genus Rhinolophus (kelelawar tapal kuda) adalah reservoir alami yang penting untuk virus Corona dan saat ini memiliki kerabat terdekat Covid-19, meskipun hasil ini dapat berubah dengan meningkatnya pengambilan sampel satwa liar," tulis para ilmuwan dalam penelitian, seperti dikutip dari Science Alert, Senin (18/5/2020).

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Para ahli menambahkan bahwa mereka cukup terkejut dengan penemuan RmYN02 yang diidentifikasi di Rhinolophus dan merupakan kerabat terdekat Covid-19 dalam gen replikasi 1ab panjang, meskipun virus itu sendiri memiliki sejarah rekombinasi yang kompleks.

Sebelumnya, tim ahli juga menemukan virus Corona pada kelelawar lain yang disebut RaTG13 dengan kecocokan RNA sebesar 96,1 persen pada virus Covid-19.

"Baik RaTG13 maupun RmYN02 adalah leluhur langsung dari Covid-19, karena masih ada celah evolusi antara virus-virus ini," jelas Weifeng.

Weifeng menyarankan bahwa pengambilan sampel lebih banyak pada satwa liar akan mengungkapkan virus yang bahkan lebih dekat hubungannya dengan Covid-19 dan bahkan mungkin nenek moyangnya langsung. Itu akan memberi tahu manusia tentang bagaimana Covid-19 muncul. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Current Biology.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditemukan Virus Hepatitis E Baru, dari Tikus Menular ke Manusia

Ditemukan Virus Hepatitis E Baru, dari Tikus Menular ke Manusia

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 10:19 WIB

Ahli: Spesies Penyebar Virus Corona Mungkin Tak Bakal Pernah Ditemukan

Ahli: Spesies Penyebar Virus Corona Mungkin Tak Bakal Pernah Ditemukan

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 13:45 WIB

Peneliti: Kelelawar dan Virus Corona Sudah Terkait Selama Jutaan Tahun

Peneliti: Kelelawar dan Virus Corona Sudah Terkait Selama Jutaan Tahun

Health | Senin, 27 April 2020 | 21:15 WIB

Peneliti Duga Virus Corona Covid-19 Sudah Ada Sejak September 2019

Peneliti Duga Virus Corona Covid-19 Sudah Ada Sejak September 2019

Health | Sabtu, 18 April 2020 | 13:17 WIB

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 16:20 WIB

Temuan Peneliti, Ternyata Ada 6 Virus Corona Baru di Tubuh Kelelawar

Temuan Peneliti, Ternyata Ada 6 Virus Corona Baru di Tubuh Kelelawar

Health | Kamis, 16 April 2020 | 13:58 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×