Ilmuwan di Negara Ini Gunakan Feses Manusia untuk Deteksi Covid-19

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Ilmuwan di Negara Ini Gunakan Feses Manusia untuk Deteksi Covid-19
Ilustrasi ilmuwan. [Pixabay/felixioncool]

Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz sedang melakukan uji coba dengan mengambil sampel limbah untuk mendeteksi Covid-19.

Suara.com - Ilmuwan Jerman kini tengah menguji cara baru untuk mendeteksi virus corona gelombang kedua, yakni dengan meneliti kotoran (feses) manusia yang berada di sistem pembuangan limbah.

Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz sedang melakukan uji coba dengan mengambil sampel limbah dari beberapa lokasi di Jerman.

"Itu akan menjadi jalur tes pertama. Anda akan mulai dengan pengukuran dan kemudian Anda akan tahu ke mana harus mencari alasannya," ujar ahli mikrobiologi sekaligus pemimpin penelitian Hauke Harms kepada CNN, sebagaimana dikutip dari New York Post, Selasa (2/6/2020).

Dengan pengujian ini, Harms berharap agar semua instalasi pengolahan limbah memasang sistem peringatan dini seperti itu untuk melacak penyebaran Covid-19. Sebagai permulaan, pabrik pengolahan limbah di Leipzig dilibatkan dalam penelitian ini.

"Jika memungkinkan, konsentrasi virus corona dalam air limbah dapat membantu tim medis untuk menentukan jumlah orang yang terinfeksi (Covid-19) di Leipzig dan ini akan sangat membantu," terang Ulrich Meyer, Direktur Teknis Saluran Air Leipzig.

Meski menaruh harapan besar terhadap penelitian ini, namun para ilmuwan Helmholtz mengakui bahwa untuk menemukan virus corona dalam limbah bukanlah perkara mudah.

Ilustrasi tidak rutin buang air besar bisa menyebabkan masalah pencernaan. (Shutterstock)
Ilustrasi tidak rutin buang air besar bisa menyebabkan masalah pencernaan. (Shutterstock)

“Kami memiliki volume (feses) yang tinggi, jumlah air limbah yang tinggi dan itu merupakan tantangan untuk menemukan jejak virus dalam air limbah,” kata Rene Kallies, ahli virologi yang ikut pada penelitian ini.

Selain itu, rendahnya jumlah infeksi baru di Jerman juga menimbulkan tantangan karena satu orang yang terinfeksi dapat mengubah hasil tes.

Selain ilmuwan Jerman, konsep serupa juga tengah dikembangkan para peneliti di KWR Water Research Institute Belanda sejak Februari lalu.

Bahkan, mereka berhasil mendeteksi virus corona di enam pabrik pengolahan limbah di negara tersebut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS