Kutub Utara Terancam Kobaran Api akibat Kebocoran Minyak

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Kamis, 04 Juni 2020 | 14:00 WIB
Kutub Utara Terancam Kobaran Api akibat Kebocoran Minyak
Kutub Utara. [Shutterstock]

Suara.com - Keadaan darurat kini terjadi di Arktik setelah 20.000 ton minyak dari mesin diesel bocor ke sungai sehingga berpotensi menimbulkan kebakaran yang besar.

Para ahli Rusia meyakini bahwa kebocoran tangki bahan bakar raksasa itu rusak oleh tanah yang runtuh akibat pemanasan iklim di Kutub Utara.

Dari gambar-gambar yang beredar di internet, terlihat bahwa tumpahan minyak mengalir di Sungai Ambarnaya, tak jauh dari Norilsk, Rusia.

Sementara dalam sebuah video, sungai yang tertutupi lapisan minyak ini bukan hanya mudah terbakar, namun juga beracun sehingga mengganggu habitat dan ekosistem di kawasan tersebut.

Saat ini, rembesan minyak mengalir ke dari Danau Pyasino menunju arah Sungai Pyasina dan berujung di Laut Kara yang merupakan bagiab dari Samudra Arktik. Pemerintah Rusia pun sudah menetapkan status darurat untuk wilayah tersebut.

Di sisi lain, para peneliti masih mencari alasan pasti terkait kebocoran ini. Norilsk Nickel, perusahaan yang mengoperasikan pengolahan minyak tersebut menduga bahwa penurunan tanah ini disebabkan oleh runtuhnya permafrost, yang memancing adanya kebocoran minyak.

"Penurunan tanah yang tiba-tiba telah membuat kebocoran pada tangki yang telah berfungsi selama lebih dari 30 tahun tanpa masalah. Tangki penyimpanan bahan bakar diesel rusak, yang mengakibatkan kebocoran bahan bakar," demikian pernyataan resmi perusahaan, seperti dikutip dari The Sun, Kamis (4/6/2020).

Sekadar informasi, Norilsk Nickel adalah produsen paladium terbesar di dunia dan penambangan nikel ternama asal Rusia. Mereka juga melakukan aktivitas penambangan lainnya, termasuk peleburan minyak bumi.

Mulanya, kebocoran itu disebabkan oleh sebuah mobil yang terbakar di dekat tangki penyimpanan. Kendaraan itu diyakini telah menabrak fasilitas perusahaan. Akan tetapi, spekulasi tersebut telah sirna seiring adanya temuan tanah yang membeku secara permanen di bawah tangki yang runtuh akibat pencairan permafrost.

baca juga
Ilustrasi pemanasan global. [Shutterstock]
Ilustrasi pemanasan global. [Shutterstock]

Pemanasan global memang santer digaungkan di negara tersebut. Bahkan, pemerintah setempat telah membawa tim khusus dari Murmansk untuk mengatasi kejadian yang mereka sebut sebagai
bencana ekologis ini.

Di sisi lain, Norilsk Nickel sejauh ini sudah melakukan cara untuk mengurangi kebocoran, termasuk dengan mengerahkan mesin untuk memompa lebih dari 100 ton bahan bakar di area darurat.

"Tanah yang terkontaminasi diganti, permukaannya dan dirawat dengan sorben," terang seorang sumber interal perusahaan.

“Semua tanah telah dipindahkan untuk penyimpanan sementara ke wilayah dengan lapisan kedap air. Dalam waktu dekat, produk minyak bumi akan dibuang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lapisan Es di Greenland Menipis, Permukaan Air Laut Naik Hingga 40 Persen

Lapisan Es di Greenland Menipis, Permukaan Air Laut Naik Hingga 40 Persen

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2020 | 10:55 WIB

Kutub Utara Medan Magnet Bumi Alami Perpindahan, Apakah Berbahaya?

Kutub Utara Medan Magnet Bumi Alami Perpindahan, Apakah Berbahaya?

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2020 | 14:08 WIB

Efek Pemanasan Global? Es Antartika dan Greenland Terus Meleleh

Efek Pemanasan Global? Es Antartika dan Greenland Terus Meleleh

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2020 | 05:05 WIB

Studi: Tahun 2070, Suhu Dunia Setara dengan Gurun Sahara

Studi: Tahun 2070, Suhu Dunia Setara dengan Gurun Sahara

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 17:45 WIB

Perubahan Iklim di Arktika Mengubah Perilaku Hewan Jadi Kanibal

Perubahan Iklim di Arktika Mengubah Perilaku Hewan Jadi Kanibal

Tekno | Rabu, 06 Mei 2020 | 10:11 WIB

Kabar Baik, Lubang Ozon Baru di Kutub Utara Telah Menutup

Kabar Baik, Lubang Ozon Baru di Kutub Utara Telah Menutup

Tekno | Rabu, 29 April 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:31 WIB

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 08:29 WIB

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:20 WIB

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 08:09 WIB

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

×