Ditemukan: Jejak Buaya Purba yang Berlari Bak Burung Unta

BBC

BBC

Senin, 15 Juni 2020 | 07:30 WIB
Ditemukan: Jejak Buaya Purba yang Berlari Bak Burung Unta
[BBC]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan bahwa beberapa buaya purba kemungkinan bergerak dengan dua kaki.

Bukti berasal dari jejak fosil yang terpelihara dengan baik di Korea Selatan.

Hampir seratus jejak kaki sepanjang 18-24 cm ini ditemukan di lokasi yang diprediksi sebagai sedimen berlumpur yang mengelilingi sebuah danau di masa awal zaman Cretacous, sekitar 110-120 juta tahun yang lalu.

Tim peneliti internasional dibalik penemuan ini mengatakan temuan ini bakal menantang persepsi kita selama ini tentang buaya.

"Orang-orang cenderung menganggap buaya sebagai binatang yang tidak banyak berakativitas; mereka hanya bermalas-malasan sepanjang hari di tepi Sungai Nil atau di sebelah sungai di Kosta Rika," ujar Martin Lockley, seorang profesor emeritus di Universitas Colorado, AS, kepada BBC News.

"Tidak ada yang otomatis berpikir dan bertanya-tanya seperti apa makhluk ini nantinya jika ternyata makhluk ini dulunya hanya memiliki dua kaki dan dapat berjalan seperti burung unta atau T-Rex ," imbuhnya.

Studi ini pasti akan memicu debat yang panjang. Tidak semua peneliti perlu menerima interpretasi tim.

Profesor Lockley dan koleganya menyebut spesies ini Batrachopus grandi, meskpun hingga kini belum ada fosil tubuhnya yang telah ditemukan.

Pengakuan keberadaan makhluk itu semata-mata bersandar pada fosil jejak itu saja.

baca juga

Jejak itu terlihat sangat mirip bentuknya, meskipun jauh lebih besar, dengan jejak Batrachopus crocs yang hidup puluhan juta tahun sebelumnya di masa Jurassic. Akan tetapi, spesius itu berjalan dengan empat kaki.

Penafsiran bahwa spesies yang ditemukan di Korea Selatan berjalan dengan dua kaki, dijelaskan oleh Prodesor Lockley.

"Kita bisa melihat semua tonjolan di kulit--sama seperti jika Anda melihat tangan Anda," jelasnya.

"Mereka meletakkan satu kaki di depan yang lain; mereka bisa berjalan pada garis lurus. Dan tidak ada jejak kaki depan."

Kedalaman jejak yang dibuat oleh tumit juga mendukung gagasan postur yang lebih tegak, kata ketua tim Profesor Kyung Soo Kim dari Universitas Pendidikan Nasional Chinju Korea Selatan.

"Jalurnya terlihat sangat sempit - lebih seperti buaya yang berjalan seimbang dengan ikatan tali," katanya.

"Ketika dikombinasikan dengan kurangnya tanda seret ekor, menjadi jelas bahwa makhluk ini bergerak secara bipedal (dua kaki).

"Mereka bergerak dengan cara yang sama seperti banyak dinosaurus, tetapi jejak kakinya tidak dibuat oleh dinosaurus. Dinosaurus dan keturunan burung mereka berjalan di jari kaki mereka.

"Buaya berjalan di atas telapak kaki mereka meninggalkan jejak tumit yang jelas, seperti manusia."

Bagi Profesor Lockley, temuan baru itu juga membantu menafsirkan ulang temuan di Korea Selatan yang dia dan rekan-rekannya temukan delapan tahun lalu.

Pada 2012, kelompok ini memperkirakan jejak yang kurang jelas dan sedikit lebih muda mungkin ditinggalkan oleh versi raksasa reptil terbang yang dikenal sebagai pterosaurus.

Hewan-hewan ini secara luas diakui bergerak ke depan ketika di tanah menggunakan kaki dan tangan mereka - agak seperti kelelawar.

Namun jejak yang penuh teka-teki ini tampak bipedal--mungkin akibat pterosaurus yang mengarungi air hanya dengan kakinya yang bersentuhan dengan sedimen.

Profesor Lockley sekarang percaya jejak ini juga sangat mungkin adalah jejak Batrachopus yang berjalan dengan dua kaki.

Profesor Phil Manning dari Universitas Manchester Inggris, tidak menjadi bagian dari tim penemu fosl jejak ini.

Namun sebagai pakar fosil jejak, dia menggambarkan jejak yang baru saja ditemukan itu "sangat menarik" dan menyambut publikasi mereka untuk memulai diskusi - tetapi ia meragukan interpretasinya.

"Bagi saya, jejaknya tidak sesuai dengan geometri keseluruhan dari buaya dan apa yang mampu dihasilkannya," katanya kepada BBC News.

"Lihatlah video buaya hidup dan rotasi kaki mereka ketika mereka berlari: itu keluar, tidak ke dalam garis lurus. Hanya dari orientasinya, itu lebih mirip semacam jejak dinosaurus bag saya. Tapi apakah itu buaya - sayangnya, kita tidak punya tulang fosil untuk diceritakan. "

Jejak Batrachopus grandis ini dilaporkan dalam jurnal Scientific Reports .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Amerika Serikat Pakai Senjata Nuklir Bela Jepang dan Korsel Kalau Terjadi Perang

Amerika Serikat Pakai Senjata Nuklir Bela Jepang dan Korsel Kalau Terjadi Perang

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:26 WIB

3 Tentara Luka Parah Kena Ledakan Ranjau di Zona Demiliterisasi Korea

3 Tentara Luka Parah Kena Ledakan Ranjau di Zona Demiliterisasi Korea

News | Senin, 21 September 2026 | 13:07 WIB

Ada Sabotase? Lagu Korut Diputar Saat Tim Hoki Korsel Tanding, Panitia Asian Games 2026 Minta Maaf

Ada Sabotase? Lagu Korut Diputar Saat Tim Hoki Korsel Tanding, Panitia Asian Games 2026 Minta Maaf

Sport | Sabtu, 19 September 2026 | 19:25 WIB

Review Hope: Ketika Ketidaktahuan Manusia Jadi Kekacauan yang Mematikan

Review Hope: Ketika Ketidaktahuan Manusia Jadi Kekacauan yang Mematikan

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 13:50 WIB

TetherMax Tunjuk Aktor Korea Yun Si Yun Jadi Brand Ambassador Seiring Perluas Kehadiran di Asia

TetherMax Tunjuk Aktor Korea Yun Si Yun Jadi Brand Ambassador Seiring Perluas Kehadiran di Asia

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 20:33 WIB

Kapolda Minta Maaf Anak Buahnya Palsukan Laporan Orang Hilang di Jeju

Kapolda Minta Maaf Anak Buahnya Palsukan Laporan Orang Hilang di Jeju

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Politik Burung Unta Pemerintah: Ilusi Keberhasilan yang Menutup Realita

Politik Burung Unta Pemerintah: Ilusi Keberhasilan yang Menutup Realita

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Kontroversi Youtuber Korsel Bae In-gyu, Ditemukan Tewas Jatuh dari Apartemen

Kontroversi Youtuber Korsel Bae In-gyu, Ditemukan Tewas Jatuh dari Apartemen

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!

Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×