Penelitian Terbaru: Tes Antibodi Covid-19 Tidak Disarankan

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 03 Juli 2020 | 14:30 WIB
Penelitian Terbaru: Tes Antibodi Covid-19 Tidak Disarankan
Ilustrasi tes antibodi. [Greg Baker/AFP]

Lateral flow immunoassays (LFIA), metode yang akan digunakan untuk alat tes di rumah memiliki sensitivitas terendah, antara 49 dan 79 persen. Artinya hingga setengah dari orang yang terinfeksi Covid-19 tidak akan terdeteksi.

Sementara sensitivitas rata-rata tes laboratorium yang dikenal sebagai ELISA dan CLIA masing-masing adalah 84,3 persen dan 97,8 persen.

Semua jenis tes antibodi tersebut akan bekerja menggunakan sampel darah dari tusukan jari atau vena. Tetapi, tes LFIA dapat memberikan hasil di tempat secara langsung, sedangkan ELISA dan CLIA harus dikirim ke laboratorium dan dilakukan oleh teknisi menggunakan peralatan khusus.

Ketika hasil spesifisitas dari tes antibodi dalam setiap studi dikumpulkan bersama, hasil tersebut berkisar antara 96,6 hingga 99,7 persen, yang berarti antara 3,4 dan 0,3 persen pasien akan salah diidentifikasi memiliki Covid-19.

Hal ini bisa berbahaya jika orang-orang itu percaya bahwa mereka sudah memiliki antibodi dan merasa aman, kemudian berhenti melakukan tindakan pencegahan seperti physical distancing ketika mereka sebenarnya masih berisiko. Karena itu para ilmuwan menegaskan tes laboratorium lebih spesifik daripada tes LFIA.

Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]

Berdasarkan hasil, tim ahli menjelaskan bahwa jika tes LFIA diterapkan pada populasi di mana 10 persen orang memiliki Covid-19. Untuk setiap 1.000 orang yang diuji, maka 31 orang yang tidak pernah mengidap penyakit ini akan keliru diberitahu bahwa mereka kebal, dan 34 orang yang memiliki Covid-19 akan keliru diberitahu bahwa mereka tidak pernah terinfeksi.

Jika 5 persen orang telah terinfeksi dari jumlah orang yang sama, maka 32 orang akan secara keliru diidentifikasi sebagai terinfeksi dan 17 orang akan secara keliru diidentifikasi sebagai tidak terinfeksi.

"Saat ini, bukti yang tersedia tidak mendukung kelanjutan penggunaan tes serologis di tempat perawatan," tulis para ilmuwan dalam penelitian tersebut, seperti dikutip Dailymail, Jumat (3/7/2020).

Penelitian juga menunjukkan tes antibodi paling sensitif ketika dilakukan setidaknya tiga minggu setelah gejala dimulai. Sensitivitas maksimum 98,9 persen dibandingkan dalam minggu pertama, yang menunjukkan hasil 50,3 persen.

baca juga

Temuan ini mendukung ulasan lain dengan ukuran yang sama. Sebanyak 54 studi dilakukan tentang serangkaian tes antibodi yang diterbitkan pekan lalu. Dalam tinjauan independen yang dipimpin oleh Cochrane Institute dan University of Birmingham, penelitian menemukan hanya tujuh dari sepuluh orang yang koinfeksi positif akan menerima hasil positif dengan sensitivitas tes 70 persen. Antara 15 dan 35 hari setelah gejala, akurasi ini meningkat menjadi rata-rata lebih dari 90 persen.

Ini menunjukkan bahwa tes antibodi hanya akurat antara tiga dan empat minggu setelah seseorang terinfeksi Covid-19. Tes tersebut mungkin juga tidak bekerja pada orang yang hanya memiliki penyakit ringan, tetapi para ilmuwan mengakui bahwa mereka tidak dapat memastikan karena hampir semua penelitian dilakukan pada pasien yang sakit parah.

Walau begitu, profesor Jon Deeks yang memimpin tinjauan Cochrane mengatakan pengujian antibodi belum bisa dikesampingkan.

Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

"Tes di tempat perawatan memiliki manfaat dalam hal aksesibilitas dan kecepatan dibandingkan tes laboratorium, yang mungkin membuatnya lebih disukai dalam beberapa pengaturan, bahkan jika tes itu tidak mencapai tingkat akurasi yang persis sama. Pengembangan dan evaluasi tes sangat penting dan harus dilanjutkan," komentar profesor Jon Deeks.

Sebelumnya, para menteri berjanji Inggris akan mendapatkan alat tes darah yang langsung memberikan hasil pada Maret lalu. Namun tiga bulan kemudian, alat tes tersebut masih belum terwujud untuk publik karena para pejabat masih belum menyetujui.

Dalam langkah besar ke depan, para pejabat kesehatan akhirnya menyetujui dua tes berbasis laboratorium yang dibuat oleh raksasa farmasi Roche dan Abbott bulan lalu dan membeli 10 juta kit. Tetapi alat tes tersebut hanya tersedia untuk petugas medis dan sosial karena hasilnya perlu dianalisis di laboratorium.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Mutasi Baru Virus Corona, Lebih Berbahaya?

Ilmuwan Temukan Mutasi Baru Virus Corona, Lebih Berbahaya?

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2020 | 12:30 WIB

Ilmuwan Sebut Covid-19 Bisa Menginfeksi Sel Jantung

Ilmuwan Sebut Covid-19 Bisa Menginfeksi Sel Jantung

Tekno | Kamis, 02 Juli 2020 | 15:05 WIB

Awas, Banyak Tes Antibodi Virus Corona Palsu Dijual Onilne

Awas, Banyak Tes Antibodi Virus Corona Palsu Dijual Onilne

Health | Kamis, 02 Juli 2020 | 14:35 WIB

Donor Darah Bantu Temukan Daya Tahan Antibodi Covid-19

Donor Darah Bantu Temukan Daya Tahan Antibodi Covid-19

Tekno | Kamis, 02 Juli 2020 | 11:25 WIB

Abbott Pastikan Kesediaan Ratusan Ribu Tes Antibodi Covid-19 di Indonesia

Abbott Pastikan Kesediaan Ratusan Ribu Tes Antibodi Covid-19 di Indonesia

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 10:15 WIB

Peneliti: Nanobodi pada Alpaca Bisa Jadi Kunci Memerangi Covid-19

Peneliti: Nanobodi pada Alpaca Bisa Jadi Kunci Memerangi Covid-19

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 09:38 WIB

Terkini

Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli

Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:23 WIB

4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol

4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:05 WIB

3 Cara Cek Battery Health di HP Android, Lengkap dengan Tips agar Awet

3 Cara Cek Battery Health di HP Android, Lengkap dengan Tips agar Awet

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei

Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:03 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:43 WIB

HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil

HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:29 WIB

7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik

7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22 WIB

Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud

Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:56 WIB

Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber

Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:52 WIB

Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris

Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:39 WIB