Peneliti Uji Coba Nanobodi Alpaka untuk Melawan Covid-19, Berhasil?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 29 Juni 2020 | 11:33 WIB
Peneliti Uji Coba Nanobodi Alpaka untuk Melawan Covid-19, Berhasil?
Ilustrasi alpaka (Instagram/@alfie_the_alpaca_in_adelaide)

Suara.com - Sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan di Swedia dan Afrika Selatan mulai memanfaatkan hewan alpaka sebagai salah satu metode melawan virus corona. Para peneliti menggunakan nanobodi atau antibodi dengan ukuran sepersepuluh antibodi normal dari alpaka yang disebut bisa mengikat virus yang menginfeksi seseorang. 

Dilansir dari Independent, para ilmuwan meneliti nanobodi dari alpaka bernama Tyson.

Tyson adalah alpaka berusia 12 tahun di Jerman yang diimunisasi dengan protein virus oleh para ilmuwan di Karolinska Institute di Stockholm. Awal bulan Juni, tim mengisolasi nanobodi dari darah Tyson yang mengikat ke bagian yang sama dari virus sebagai antibodi manusia dan dapat memblokir infeksi.

"Kami tahu bahwa antibodi lah yang diarahkan ke bagian virus yang sangat tepat dan itulah yang telah kami rekayasa dengan antibodi ini dari Tyson," kata Gerald McInerney, kepala tim di institut Swedia.

"Pada prinsipnya, semua bukti menunjukkan itu akan bekerja dengan sangat baik pada manusia, tetapi itu adalah sistem yang sangat kompleks," tambahnya. 

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Nanobodi secara langsung mengganggu kemampuan virus Covid-19 untuk menginfeksi. Oleh karena itu, nanobodi disebut bisa berpotensi menetralkannya virus pada tubuh. 

"Pandemi virus corona saat ini memiliki konsekuensi drastis bagi populasi dunia, sehingga vaksin, antibodi atau antivirus sangat dibutuhkan," kata para penulis penelitian, dari departemen Mikrobiologi, Tumor dan Biologi Sel di Karolinska.

"Antibodi yang menetralisasi dapat menghalangi masuknya virus pada langkah awal infeksi dan berpotensi melindungi individu yang berisiko tinggi terserang penyakit parah," ujar mereka. 

"Ketika tersedia obat antivirus khusus atau terapi antibodi, itu bisa digunakan untuk melindungi individu yang berisiko dan penggunaannya secara luas akan memungkinkan populasi untuk keluar dengan lebih aman," tambah mereka.

Proyek ini masih dalam tahap awal dan makalah akademisnya pun belum ditinjau oleh rekan sejawat. Tetapi tim di Karolinska Institute bukan satu-satunya yang meneliti alpaka.

Para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Kentucky juga mempelajari nanobodi yang diproduksi oleh tiga alpaka bernama Big Boy, Blue Eyes, dan Emperor.

"Idenya adalah bahwa nanobodi cukup kecil untuk mengakses kantong kecil pada protein lonjakan SARS-CoV-2 yang merupakan bagian virus yang menempel pada sel inang," kata Sidney Whiteheart, pemimpin penelitian dan profesor di Departemen Biokimia Molekuler dan Seluler. 

"Sebuah nanobodi yang bisa menghalangi pengikatan protein lonjakan ke reseptor bisa menjadi pengobatan yang efektif untuk Covid-19," tambahnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Plasma Darah Pria Lebih Banyak Antibodi daripada Milik Wanita

Studi: Plasma Darah Pria Lebih Banyak Antibodi daripada Milik Wanita

Health | Rabu, 24 Juni 2020 | 08:00 WIB

Ilmuwan Teliti Daya Tahan Antibodi Covid-19

Ilmuwan Teliti Daya Tahan Antibodi Covid-19

Tekno | Selasa, 23 Juni 2020 | 18:15 WIB

Sembuh Covid-19, Pria Lebih Banyak Hasilkan Antibodi Ketimbang Perempuan

Sembuh Covid-19, Pria Lebih Banyak Hasilkan Antibodi Ketimbang Perempuan

Health | Selasa, 23 Juni 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB