Peneliti: Nanobodi pada Alpaca Bisa Jadi Kunci Memerangi Covid-19

Yasinta Rahmawati

Selasa, 30 Juni 2020 | 09:38 WIB
Peneliti: Nanobodi pada Alpaca Bisa Jadi Kunci Memerangi Covid-19
Hewan alpaca. (Pixabay)

Suara.com - Bulan Mei lalu, dilaporkan bahwa antibodi hewan llama dapat membantu menetralisir virus corona Covid-19. Masih satu famili dengan llama, hewan alpaca ternyata juga diteliti mampu memberikan manfaat yang sama.

Dilansir dari Independent, antibodi kecil yang ditemukan di alpaca dapat memegang kunci untuk menetralkan virus yang menyebabkan Covid-19. Selain itu, kata ilmuwan, dapat membantu menekan gelombang kedua virus corona Covid-19.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Swedia dan Afrika Selatan telah menggunakan antibodi kecil dari alpaca bernama Tyson untuk mencegah virus dari "mengikat" atau menginfeksi seseorang. Antibodi kecil itu berukuran kira-kira sepersepuluh dari ukuran antibodi normal dan disebut nanobodi.

Tyson, alpaca berusia 12 tahun di Jerman, diimunisasi dengan protein virus oleh para ilmuwan di Karolinska Institute di Stockholm. Awal bulan ini, tim mengisolasi nanobodi dari darah Tyson yang mengikat bagian virus yang sama dengan antibodi manusia dan dapat memblokir infeksi.

Gerald McInerney, kepala tim di institut Swedia, mengatakan, "Kami tahu bahwa antibodi-lah yang diarahkan ke bagian virus yang sangat, sangat tepat, yang penting dan itulah yang telah kami rekayasa dengan antibodi ini dari Tyson," ujarnya, seperti yang dikutip dari Independent.

Hewan alpaca. (Pixabay)
Hewan alpaca. (Pixabay)

Pada prinsipnya, semua bukti menunjukkan nanobodi itu akan bekerja dengan sangat baik pada manusia, meski sistemnya sangat kompleks.

Nanobodi dari alpaca "secara langsung mengganggu" kemampuan virus Covid-19 untuk menginfeksi pasien dengan menargetkan "paku", oleh karena itu "berpotensi" menetralkannya, menurut The Telegraph.

Para penulis penelitian, dari departemen Mikrobiologi, Tumor dan Biologi Sel di Karolinska, menulis bahwa pandemi virus corona saat ini memiliki konsekuensi drastis bagi populasi dunia, dan vaksin, antibodi atau antivirus sangat dibutuhkan.

"Antibodi netralisasi dapat menghalangi masuknya virus pada langkah awal infeksi dan berpotensi melindungi individu yang berisiko tinggi terserang penyakit parah," ujar penulis.

baca juga
Hewan alpaca. (Pixabay)
Hewan alpaca. (Pixabay)

Ketika tersedia, obat antivirus khusus atau terapi antibodi akan digunakan untuk melindungi individu yang berisiko. Di sisi lain, penggunaannya secara luas akan memungkinkan populasi untuk keluar lockdown dengan aman.

Namun, pekerjaan ini masih dalam tahap awal dan makalah akademis belum ditinjau oleh rekan sejawat. Tim di Karolinska Institute sendiri bukan satu-satunya yang mencari alpaca untuk penyembuhan Covid-19.

Para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Kentucky juga mempelajari nanobodi yang diproduksi oleh tiga alpaca bernama Big Boy, Blue Eyes, dan Emperor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelombang Kedua Covid-19 di Israel hingga Sumpah Serapah yang Melegakan

Gelombang Kedua Covid-19 di Israel hingga Sumpah Serapah yang Melegakan

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 08:42 WIB

WHO: Kondisi Terburuk dari Pandemi Covid-19 Masih Belum Terjadi

WHO: Kondisi Terburuk dari Pandemi Covid-19 Masih Belum Terjadi

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 08:24 WIB

Mirip Flu Babi, Ilmuwan Temukan Jenis Virus Baru yang Berpotensi Pandemik!

Mirip Flu Babi, Ilmuwan Temukan Jenis Virus Baru yang Berpotensi Pandemik!

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 07:46 WIB

Terkini

Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla

Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla

Kaltim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Ratusan Kepala SPPG Dipecat, 455 Dapur MBG Ditutup

Ratusan Kepala SPPG Dipecat, 455 Dapur MBG Ditutup

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Makan Malam Berubah Jadi Mimpi Buruk, 8 Anggota Keluarga Tewas dalam Penembakan Montana

Makan Malam Berubah Jadi Mimpi Buruk, 8 Anggota Keluarga Tewas dalam Penembakan Montana

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:12 WIB

Totalitas Tanpa Batas! Rachma Julia Siapkan Single Baru Sambil Galang Aksi untuk NTT

Totalitas Tanpa Batas! Rachma Julia Siapkan Single Baru Sambil Galang Aksi untuk NTT

Entertainment | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:11 WIB

GPI Ajak Warga Tak Terprovokasi Aksi Demo: Jangan Klaim Diri Merepresentasikan Rakyat

GPI Ajak Warga Tak Terprovokasi Aksi Demo: Jangan Klaim Diri Merepresentasikan Rakyat

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:10 WIB

5 Pasangan Zodiak yang Paling Tidak Cocok Dijadikan Rekan Kerja Satu Tim

5 Pasangan Zodiak yang Paling Tidak Cocok Dijadikan Rekan Kerja Satu Tim

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Secret Service Buka Suara, Nyawa Anak Bungsu Donald Trump Dihargai Rp156 Miliar

Secret Service Buka Suara, Nyawa Anak Bungsu Donald Trump Dihargai Rp156 Miliar

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Persib Bandung Luncurkan Jersey Musim Kompetisi 2026/2027

Persib Bandung Luncurkan Jersey Musim Kompetisi 2026/2027

Video | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:00 WIB

ISPA Palembang Tembus 9.313 Kasus Saat Kabut Asap Karhutla, Ini Data Terbarunya

ISPA Palembang Tembus 9.313 Kasus Saat Kabut Asap Karhutla, Ini Data Terbarunya

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara

Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara

Kaltim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:54 WIB

×