Ancaman Siber Targetkan Pengguna Peramban Web Versi Lama

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 08 Juli 2020 | 18:15 WIB
Ancaman Siber Targetkan Pengguna Peramban Web Versi Lama
Ilustrasi hackers. [Shutterstock]

Suara.com - Peramban web versi lama yang kadaluarsa atau tidak sah, menjadi gerbang utama bagi para pelaku kejahatan siber. Penelitian baru oleh Kaspersky mengungkap, kampanye berbahaya yang terus berlanjut dan menargetkan para pengguna Internet Explorer di wilayah Asia Pasifik.

Menurut data terbaru dari Kaspersky Security Network, kit eksploitasi yang dijuluki Magnitude EK, telah secara aktif berkembang dan mencoba untuk menginfeksi para pengguna di Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong dengan eksploitasi baru.

"Magnitude EK adalah salah satu kit exploit yang paling lama berdiri. Itu ditawarkan pada forum underground dari 2013, kemudian menjadi kit eksploitasi pribadi," ucap Borin Larin, peneliti keamanan di Kasperksy, dalam keterangan pers yang diterima Suara.com.

Menurutnya, selain perubahan pelaku di belakangnya, kit eksploitasi ini juga telah mengalihkan fokusnya untuk menyebarkan ransomware kepada para pengguna dari negara-negara Asia Pasifik tertentu melalui malvertising.

Data statistik Kaspersky menunjukkan bahwa kampanye ini terus menargetkan negara-negara di Asia Pasifik dengan terbesar Taiwan 55,67 persen, Korea Selatan 30,73 persen, dan Hong Kong 13,60 persen pada 2019. Sedangkan pada 2020, Korea Selatan 78,29 persen, Taiwan 17,83 persen, dan Hong Kong 3,88 persen.

Upaya serangan biasanya didistribusikan dalam paket yang berisi banyak eksploitasi untuk kerentanan berbeda. Kit eksploit juga dikenal sebagai paket exploit, digunakan untuk mengidentifikasi perangkat lunak yang diinstal pada komputer korban, mencocokkannya dengan daftar eksploit dalam paket dan menyebarkan eksploit yang sesuai jika salah satu aplikasi yang diinstal memiliki kerentanan.

Sedangkan, malvertising atau mal-iklan mengacu pada penggunaan iklan online untuk mendistribusikan program berbahaya. Pelaku kejahatan siber menyematkan skrip khusus dalam banner atau mengarahkan ulang pengguna, yang mengklik iklan ke halaman khusus yang berisi kode untuk mengunduh malware.

Metode khusus digunakan untuk menembus filter jaringan iklan besar dan menempatkan konten berbahaya di situs tepercaya. Dalam beberapa kasus, pengguna tidak perlu mengklik iklan palsu tersebut, kode otomatis akan dijalankan ketika iklan ditampilkan.

Ilustrasi malware. [Shutterstock]
Ilustrasi malware. [Shutterstock]

Pemantauan Kaspersky juga menunjukkan bahwa Magnitude EK dipelihara secara aktif dan mengalami perkembangan berlanjut. Pada Februari 2020, itu telah beralih ke eksploitasi untuk kerentanan yang lebih baru CVE-2019-1367 di Internet Explorer.

baca juga

Selain itu, versi kampanye ransomware lama juga digunakan untuk memeriksa ID bahasa berkode keras yang mencakup bahasa di Hong Kong, China, Singapura, Taiwan, Korea Selatan, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Dalam versi yang lebih baru, pemeriksaan untuk ID bahasa telah dihapus.

Menurut Kaspersky, hingga bulan lalu masih terdapat sebagian kecil pengguna online di Asia Pasifik yang melakukan penjelajahan web melalui Internet Explorer karena masih menjadi peramban web default untuk Windows 7, 8, dan 8.1.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tokopedia Diserang Peretas, Begini Kata Pakar Keamanan Siber

Tokopedia Diserang Peretas, Begini Kata Pakar Keamanan Siber

Tekno | Rabu, 08 Juli 2020 | 09:20 WIB

Lagi, Situs Resmi Dewan Pers Diretas Hacker

Lagi, Situs Resmi Dewan Pers Diretas Hacker

News | Kamis, 25 Juni 2020 | 23:47 WIB

Jaringan Komputer Diretas, Honda Indonesia Tegaskan Data Konsumen Aman

Jaringan Komputer Diretas, Honda Indonesia Tegaskan Data Konsumen Aman

Otomotif | Rabu, 10 Juni 2020 | 17:05 WIB

Kaspersky: 40 Persen Pengguna Online di Asia Pasifik Alami Kebocoran Data

Kaspersky: 40 Persen Pengguna Online di Asia Pasifik Alami Kebocoran Data

Tekno | Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:00 WIB

Jutaan Data KPU Bocor, Begini Kata Kaspersky

Jutaan Data KPU Bocor, Begini Kata Kaspersky

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 11:12 WIB

Bahaya Berselancar Internet, Indonesia Peringkat ke-46 di Dunia

Bahaya Berselancar Internet, Indonesia Peringkat ke-46 di Dunia

Tekno | Rabu, 20 Mei 2020 | 13:30 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×