Diduga Penambahan Kasus Baru, Remaja Mongolia Ini Terserang Wabah Pes

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 17 Juli 2020 | 11:00 WIB
Diduga Penambahan Kasus Baru, Remaja Mongolia Ini Terserang Wabah Pes
Ilustrasi marmut. (Pixabay)

Suara.com - Seorang remaja lelaki berusia 16 tahun diduga terserang kasus baru dari wabah pes atau disebut juga Black Death.

Pihak berwenang di Mongolia khwatir ini akan menjadi wabah baru penyakit pes dan pejabat kesehatan meminta kepada masyarakat, termasuk orang-orang muda, untuk menanggapi ancaman Black Death dengan serius.

Pejabat kesehatan terkemuka meminta para influencer media sosial untuk berhenti mengagungkan perburuan dan makan marmut yang membawa penyakit sangat menular.

Remaja itu dilaporkan telah mengabaikan peringatan untuk tidak memakan daging tikus dan marmut yang berpotensi terinfeksi dan sekarang berada di rumah sakit. Remaja yang berasal dari provinsi Govi-Altai di Mongolia barat itu mengonsumsi marmut pada Selasa (14/7/2020) dan menderita demam keesokan harinya.

Wabah pes atau disebut juga Black Death merupakan pandemi paling fatal dalam sejarah manusia yang terjadi pada Abad Pertengahan, di mana 75-200 juta orang Eurasia dan Afrika Utara meninggal.

Penyakit itu disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis dan ditularkan oleh kutu yang terinfeksi oleh tikus. Tetapi di Mongolia Dalam, itu sering berasal dari marmut yang tinggal di daerah pedesaan.

Pemerintah Mongolia memperingatkan bahwa penyakit ini dapat membunuh kurang dari 24 jam jika tidak segera ditangani dan berpotensi lebih mematikan daripada virus Corona.

Sebelumnya, Global Times melaporkan kasus lain yang dicurigai ditemukan pada seorang remaja berumur 15 tahun setelah melakukan kontak dengan marmut yang diburu oleh anjing. Anak lelaki itu meninggal di provinsi yang sama, Govi-Altai, sementara dua saurara lelaki terinfeksi dalam wabah terpisah di wilayah Khovd yang berdekatan.

Dilansir dari Mirror, Jumat (17/7/2020), Pusat Nasional untuk Penyakit Zoonosis di negara itu mengatakan bahwa 17 dari 21 provinsi Mongolia adalah pusat atau rumah alami untuk wabah pes.

baca juga

Sebuah kasus juga dikonfirmasi di China. Semua terkait dengan marmut yang terinfeksi.

Kepala pusat penyakit Mongolia, Dr N. Tsogbadrakh mengatakan warga negara "tidak peduli" terhadap ancaman wabah pes yang memiliki tingkat kematian antara 30 dan 100 persen. Wakil kepala pusat penyakit Mongolia, Dr B Amgalanbayar pun mengingatkan hal serupa.

"Marmut dan hewat pengerat lainnya sangat menular. Risiko ini sangat tinggi. Epidemi marmut tidak hanya terlihat di negara kita, tetapi juga secara internasional, di daerah perbatasan Mongolia Dalam, Rusia, Kazakhstan, dan China. Ini adalah risiko bagi hidup dan kesehatan kalian serta orang yang kalian cintai," kata Dr B Amgalanbayar.

Ilustrasi wabah pes. [Shutterstock]
Ilustrasi wabah pes. [Shutterstock]

Ia menambahkan bahwa mayoritas kasus yang dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir ditemukan pada remaja. Para orang tua harus memperingatkan anak-anak mereka untuk tidak berburu marmut dan tidak memakan marmut yang telah digigit anjing.

Rusia sebagai negara tetangga pun telah meningkatkan langkah-langkah untuk melawan wabah di Siberia selatan. Di Republik Tuva, Siberia selatan, sekitar 3.000 orang telah divaksinasi. Sementara di Republik Altai, peternakan gembala telah didesinfeksi.

Sebelumnya pada awal Juli, seorang gembala di Bayannur, di Daerah Otonomi Mongolia Dalam China, telah didiagnosis menderita penyakit Pes. Hal itu menyebabkan pemerintah China mengeluarkan peringatan tingkat ketiga, mengingatkan bagaimana dunia saat ini tengah memerangi pandemi Covid-19 baru, tetapi ancaman lama tetap ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Sebut Umur Bulan Jutaan Tahun Lebih Muda dari Perkiraan

Ilmuwan Sebut Umur Bulan Jutaan Tahun Lebih Muda dari Perkiraan

Tekno | Kamis, 16 Juli 2020 | 14:00 WIB

Ilmuwan Sebut Planet Sembilan Bisa Jadi Lubang Hitam

Ilmuwan Sebut Planet Sembilan Bisa Jadi Lubang Hitam

Tekno | Selasa, 14 Juli 2020 | 13:30 WIB

Wabah Virus Corona Belum Selesai, Kini Ditemukan Virus Bubonic pada Tupai

Wabah Virus Corona Belum Selesai, Kini Ditemukan Virus Bubonic pada Tupai

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 13:28 WIB

Awas, Tupai Bisa Sebarkan Wabah Pes Ke Manusia

Awas, Tupai Bisa Sebarkan Wabah Pes Ke Manusia

Health | Selasa, 14 Juli 2020 | 12:10 WIB

Waduh! Ilmuwan Sebut Dampak Virus Corona Serang Berbagai Organ Tubuh

Waduh! Ilmuwan Sebut Dampak Virus Corona Serang Berbagai Organ Tubuh

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 20:10 WIB

Ilmuwan dari Laboratorium Virus Wuhan Diklaim Membelot?

Ilmuwan dari Laboratorium Virus Wuhan Diklaim Membelot?

Tekno | Minggu, 12 Juli 2020 | 13:30 WIB

Terkini

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Bagaimana Cara Mengecek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak?

Bagaimana Cara Mengecek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI

Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:18 WIB

BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM

BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM

Batam | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:16 WIB

×