NASA Akan Kembalikan Meteorit Berusia 700 Ribu Tahun ke Mars

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 27 Juli 2020 | 11:30 WIB
NASA Akan Kembalikan Meteorit Berusia 700 Ribu Tahun ke Mars
Ilustrasi Planet Mars. (Shutterstock)

Suara.com - Natural History Museum masih menyimpan meteorit Mars yang jatuh di Bumi selama 20 tahun terakhir. Pihak museum berencana mengembalikan meteorit itu ke Planet Merah, sebagai bagian dari misi penjelajah 2020 NASA.

Meteorit akan digunakan untuk mengkalibrasi instrumen pada lengan penjelajah, yang disebut Perseverance dan setelah itu akan tetap berada di wilayah asalnya.

Ini adalah kali pertama dalam sejarah, sebuah museum mengembalikan sampel meteorit ke titik asalnya demi ilmu pengetahuan dalam misi Mars Sample Return. Sebuah kampanye paling ambisius sejak misi Apollo dalam hal eksplorasi planet.

Perseverance akan diluncurkan pada 30 Juli mendatang sekaligus mengembalikan meteorit tersebut. Menariknya, salah satu tugas Perseverance adalah memilih dan mengambil sampel batuan di Mars untuk dibawa kembali ke Bumi pada misi masa depan, seolah pertukaran batu antar planet tidak pernah berakhir.

Meteorit yang disebut sebagai Sayh al Uhamiyr 008 atau SaU 008 itu diambil di Oman pada 1999 dan diperlukan untuk mengkalibrasi instrumen Perseverance bernama SHERLOC (Scanning Habitable Environments with Raman and Luminescence for Organics and Chemicals), sehingga dapat secara efektif mengidentifikasi dan mengumpulkan sampel batuan serta regolith untuk dibawa kembali ke Bumi.

Logo NASA. [Shutterstock]
Logo NASA. [Shutterstock]

Setelah Perseverance mendarat di Kawah Jezero Mars pada Februari 2021, meteorit tersebut akan digunakan sebagai bahan pengujian oleh SHERLOC untuk menguraikan komposisi sampel batuan dan menilai apakah batuan layak diambil menjadi sampel dibawa kembali ke Bumi.

"Setiap tahun, kami menyediakan ratusan spesimen meteorit untuk dipelajari para ilmuwan di seluruh dunia. Tapi ini yang pertama bagi kami, mengirim salah satu sampel kami kembali ke Mars untuk menambah pengetahuan kita tentang Planet Merah," kata Profesor Caroline Smith, head of Earth Sciences Collections di Natural History Museum sekaligus anggota tim Mars 2020 Science, seperti dikutip dari IFL Science, Senin (27/7/2020).

Rover Perseverance yang akan digendong roket Atlas V dan bertujuan berkeliling mengambil sampel di Planet Mars [NASA/JPL-Caltech].
Rover Perseverance yang akan digendong roket Atlas V dan bertujuan berkeliling mengambil sampel di Planet Mars [NASA/JPL-Caltech].

Menurut Profesor Smith, agar efektif sebagai bahan kalibrasi, SaU 008 dipilih karena terbuat dari basal, bahan yang ditemukan di seluruh Mars. Para ilmuwan memperkirakan SaU 008 diledakkan dari Mars antara 600.000 dan 700.000 tahun yang lalu.

"Meteorit yang kami kirimkan dipilih secara khusus karena merupakan bahan yang tepat dalam hal kimia, tetapi juga merupakan batuan yang sangat tangguh. Beberapa meteorit Mars yang kita miliki sangat rapuh. Meteorit ini sekuat sepatu bot tua. Selain itu, mempelajari sampel ini selama misi akan membantu kita untuk memahami interaksi kimia antara permukaan Mars dan atmosfernya," tambah Profesor Smith.

baca juga
Ilustrasi meteorit. (Shutterstock)
Ilustrasi meteorit. (Shutterstock)

Selain berburu sampel untuk dibawa kembali ke Bumi, Perseverance juga akan mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu di Mars.

Kawah Jezero dipilih karena diyakini sebagai lingkungan yang paling layak huni di masa lalu. Perseverance pun akan menggerakkan beberapa teknologi untuk melihat apakah oksigen dapat dihasilkan dari karbon dioksida di atmosfer Mars.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NASA Bagikan Potret Pertama Kutub Utara dari Bulan Terbesar di Tata Surya

NASA Bagikan Potret Pertama Kutub Utara dari Bulan Terbesar di Tata Surya

Tekno | Senin, 27 Juli 2020 | 07:59 WIB

Joystick Apollo 11 Ini Dilelang, Harganya Fantastis

Joystick Apollo 11 Ini Dilelang, Harganya Fantastis

Tekno | Senin, 27 Juli 2020 | 07:15 WIB

Tinggal di Mars dan Bulan, Manusia Bisa Bermodalkan Tenaga Nuklir

Tinggal di Mars dan Bulan, Manusia Bisa Bermodalkan Tenaga Nuklir

Tekno | Minggu, 26 Juli 2020 | 07:04 WIB

Astronom Cari Target Baru Misi Wahana Antariksa New Horizons

Astronom Cari Target Baru Misi Wahana Antariksa New Horizons

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2020 | 13:45 WIB

Tawarkan Rp 2,6 Miliar, NASA Gelar Kompetisi Pengangkut Debu Bulan

Tawarkan Rp 2,6 Miliar, NASA Gelar Kompetisi Pengangkut Debu Bulan

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2020 | 09:04 WIB

Balon Udara Seukuran Stadion Bola Akan Diterbangkan untuk Teliti Kosmos

Balon Udara Seukuran Stadion Bola Akan Diterbangkan untuk Teliti Kosmos

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2020 | 19:46 WIB

Terkini

Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku

Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku

Lampung | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:21 WIB

Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia

Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:18 WIB

Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China

Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:15 WIB

Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal

Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:10 WIB

Viral Anak Bakar Ayah Hidup-hidup di Medan, Pelaku Diamuk Massa

Viral Anak Bakar Ayah Hidup-hidup di Medan, Pelaku Diamuk Massa

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:03 WIB

977 Burung Korban Penyelundupan Kembali ke Langit Gunung Rajabasa

977 Burung Korban Penyelundupan Kembali ke Langit Gunung Rajabasa

Lampung | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:02 WIB

Proyek LNG Masela Prioritaskan 30 Persen Lapangan Kerja untuk Warga Lokal

Proyek LNG Masela Prioritaskan 30 Persen Lapangan Kerja untuk Warga Lokal

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:01 WIB

Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?

Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:00 WIB

Kecelakaan Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Sopir Truk Galon Air Jadi Tersangka

Kecelakaan Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Sopir Truk Galon Air Jadi Tersangka

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:53 WIB

InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%

InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:48 WIB

×