Panduan Ini Permudah Anda Keluar Rumah saat Pandemi Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 27 Juli 2020 | 13:00 WIB
Panduan Ini Permudah Anda Keluar Rumah saat Pandemi Covid-19
lustrasi perempuan fitnes [shutterstock]

Suara.com - Aturan lockdown yang mulai diperlonggar di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), membuat sebagian orang mulai kembali beraktivitas seperti biasa, meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menyarankan masyarakat untuk menjaga jarak dan mengenakan masker penutup wajah.

Namun, sebagian orang pasti masih merasa ragu untuk bepergian keluar rumah dan bertanya-tanya apakah jenis aktivitas tersebut aman untuk dilakukan. Seorang ahli epidemiologi di Arizona, Saskia Popescu, membuat bagan dengan kode warna untuk membantu siapapun memutuskan kapan harus keluar rumah.

"Kolega dan teman-teman memiliki pertanyaan seperti bisakah saya makan di restoran? Bisakah saya bermain golf dan sebagainya. Kami menemukan bahwa orang-orang benar-benar berjuang untuk memahami dinamika risiko," kata Popescu dari University of Arizona, seperti dikutip dari Science Alert, Senin (27/7/2020).

Popescu kemudian berdiskusi dengan dua rekannya untuk memutuskan secara kolektif, kegiatan apa saja yang menurut mereka paling aman dan mana yang paling berbahaya dilakukan selama pandemi.

Berkolaborasi dengan Dr James Philips dari George Washington University dan Dr Ezekiel Emanuel dari University of Pennsylvania, para ahli membuat bagan kegiatan sesuai dengan tingkat risiko.

Bagan tersebut memiliki warna untuk setiap tingkat risiko yang berbeda. Kegiatan di bagan berwarna hijau dikategorikan sebagai kegiatan yang aman untuk dilakukan, sementara kegiatan di bagan berwarna merah dikategorikan sebagai sangat berisiko.

Para ahli mengklasifikasikan tingkat risiko untuk paparan bervariasi berdasarkan empat faktor utama, yaitu ruang tertutup, durasi interaksi, keramaian (kepadatan orang dan tantangan untuk menjaga jarak), dan pernafasan seperti batuk, bersin, berteriak dan menyanyi.

Kegiatan dalam bagan berwarna hijau berkategori rendah mencakup tinggal di rumah, berjalan ke luar rumah, berlari atau mengendari sepeda dengan risiko kontak dekat atau potensi orang yang berkelompok, membeli makanan, kopi, atau bahan makanan, dan piknik luar ruangan atau makan di teras.

Sementara kegiatan dengan tingkat risiko rendah-sedang mencakup melakukan aktivitas olahraga yang berjarak, belanja bahan makanan, dan belanja ritel di dalam ruangan.

baca juga

Untuk kegiatan berisiko sedang termasuk mengunjungi unit gawat darurat rumah sakit, kunjungan kantor medis, pergi ke dokter gigi, naik kendaraan online, pergi ke museum, dan restoran outdoor.

Sedangkan untuk kegiatan dengan tingkat risiko sedang-tinggi, yaitu berolahraga di gym, pergi ke salon rambut atau kuku, bekerja di kantor, dan makan di restoran atau keda kopi dalam ruangan.

Terakhir, kegiatan dalam bagan berwarna merah dengan tingkat risiko tinggi mencakup pesta dalam ruangan, perjalanan menggunakan pesawat, konser, bioskop, bar dan klub malam, olahraga yang memerlukan kontak, naik transportasi umum, mengikuti aktivitas keagamaan, dan menonton pertandingan olahraga.

Ilustrasi penonton memakai masker saat menonton film di bioskop. (Antara)
Ilustrasi penonton memakai masker saat menonton film di bioskop. (Antara)

"Tidak ada kegiatan dengan tingkat risiko nol saat ini. Ini hanya mencoba mengurangi risiko sebanyak mungkin," tambah Popescu.

Popescu, Phillips, dan Emanuel juga memiliki bisnis konsultasi, di mana mereka menimbang risiko semacam ini untuk perusahaan dan memberi tahu tentang cara teraman untuk membuka kembali perusahaan selama pandemi.

Ketiganya, menciptakan bagan ini karena tidak semua orang memiliki kesadaran untuk berhati-hati seperti mereka.

"Saya tidak bisa berasumsi semua orang melakukan hal yang benar dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam bisnis mereka atau di lingkungan itu," jelasnya.

Menurut Popescu, yang terpenting adalah mengetahui apa yang harus dilakukan dengan benar ketika seseorang memutuskan untuk melakukan suatu kegiatan.

Panduan keluar rumah saat Covid-19. [Static1.squarespace.com]
Panduan keluar rumah saat Covid-19. [Static1.squarespace.com]

Sirkurasi udara yang baik, meminimalkan waktu di dalam ruangan dan dalam kerumunan, dan kebersihan yang lebih baik adalah kuncinya.

"Kami semua secara kolektif sepakat bahwa pergi ke konser adalah ide yang buruk," kata Popescu.

Proposisi risiko dari beberapa kegiatan lain tidak selalu jelas dan akan tergantung pada bagaimana orang tersebut melakukannya. Misalnya, bermain golf akan berisiko rendah jika orang tersebut melakukannya sendirian atau semua orang menerapkan aturan jaga jarak yang baik dan mengenakan masker wajah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19 Ganggu Ketahanan Pangan di Indonesia, Apa Solusinya?

Pandemi Covid-19 Ganggu Ketahanan Pangan di Indonesia, Apa Solusinya?

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2020 | 08:54 WIB

Tampil Perdana, Musikal di Rumah Aja Tayangkan Cerita Rakyat Malin Kundang

Tampil Perdana, Musikal di Rumah Aja Tayangkan Cerita Rakyat Malin Kundang

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2020 | 21:24 WIB

Mengenal QAnon, Kultus Pemuja Donald Trump di Tengah Pandemi

Mengenal QAnon, Kultus Pemuja Donald Trump di Tengah Pandemi

Video | Senin, 27 Juli 2020 | 10:00 WIB

Gelaran Karnaval Sao Paulo Ditunda Akibat Pandemi Covid-19

Gelaran Karnaval Sao Paulo Ditunda Akibat Pandemi Covid-19

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2020 | 20:52 WIB

Heboh, Tanpa Masker Jerinx Demo Tolak Rapid dan Swab Test

Heboh, Tanpa Masker Jerinx Demo Tolak Rapid dan Swab Test

Video | Minggu, 26 Juli 2020 | 19:24 WIB

Masih Pandemi, Sudah Aman Pergi ke Klinik Kecantikan?

Masih Pandemi, Sudah Aman Pergi ke Klinik Kecantikan?

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2020 | 19:01 WIB

Terkini

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:37 WIB

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

×