Kabar Baik, Ilmuwan Temukan 21 Pengobatan Potensial Covid-19

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Kabar Baik, Ilmuwan Temukan 21 Pengobatan Potensial Covid-19
Ilustrasi obat virus corona. [Shutterstock]

Para ilmuwan dapat memanfaatkan zat-zat yang sudah ada.

Suara.com - Para ahli dari seluruh dunia saat ini tengah berusaha menemukan vaksin atau obat untuk virus Corona (Covid-19). Namun, mendapatkan satu obat yang dikembangkan dari laboratorium ke klinik dapat menelan biaya hingga ratusan, bahkan miliaran rupiah dan membutuhkan waktu yang tak sebentar. Karena itu, akan sangat membantu jika para ilmuwan dapat memanfaatkan zat-zat yang sudah ada.

Tim ilmuwan global kini telah melakukan hal itu, dengan mencari melalui salah satu koleksi obat terbesar yang sudah dikembangkan di dunia dan menemukan 21 perawatan potensial untuk Covid-19.

Para ilmuwan masih membutuhkan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah ada dari obat-obatan ini yang dapat digunakan membantu pasien Covid-19. Tetapi ini merupakan langkah pertama yang sangat baik, dengan melewati beberapa hambatan untuk memproduksi obat baru.

"Pengembangan vaksin kemungkinan membutuhkan setidaknya 12-18 bulan dan jangka waktu khas untuk persetujuan terapi antivirus baru dapat melebihi 10 tahun. Dengan demikian, repurposing obat yang diketahui dapat secara signifikan mempercepat penyebaran terapi baru untuk Covid-19," tulis tim ilmuwan dalam makalah terbaru, seperti dikutip, Science Alert, Rabu (29/7/2020).

Para ilmuwan mengambil ReFRAME Drug Repurposing Library, dengan 11.987 senyawa yang telah menerima persetujuan FDA, dan mulai mengujinya terhadap virus Covid-19 dalam garis sel yang disebut Vero, yang dikultur dari ginjal monyet hijau Afrika (Chlorocebus sp.).

"Kami menyadari di awal pandemi Covid-19 bahwa ReFRAME akan menjadi sumber daya yang tak ternilai untuk skrining obat-obatan untuk digunakan kembali melawan virus Corona baru," jelas Arnab Chatterjee, ahli kimia medis dan rekan penulis penelitian dari Calibr, division of Scripps Research yang menciptakan ReFRAME.

Meskipun sebagian besar pengujian tidak memberikan banyak hasil, tetapi tim menemukan 100 senyawa yang dapat menghambat replikasi virus Covid-19 dalam sel Vero.

Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]

Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa 21 dari 100 senyawa memiliki hubungan dosis-respons, artinya dosis yang diperlukan untuk menjadi efektif tidak juga cenderung menyebabkan kerusakan pada manusia.

Salah satunya adalah remdesivir, sebuah prodrug analog nukleotida baru yang dikembangkan sebagai pengobatan infeksi penyakit virus Ebola dan Marburg. Sementara 20 lainnya masih belum dites untuk pengobatan Covid-19.

Dari 21 obat tersebut, 13 di antaranya ditemukan efektif pada konsentrasi yang dapat digunakan dengan aman pada pasien Covid-19 dan sebelumnya telah memasuki uji klinis.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS