Ilmuwan Identifikasi Risiko Terbesar Kesehatan Manusia Bukanlah Virus

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Kamis, 30 Juli 2020 | 07:30 WIB
Ilmuwan Identifikasi Risiko Terbesar Kesehatan Manusia Bukanlah Virus
Suasana ibu kota Bangladesh, Dhaka, yang disebut pekat polusi. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Perhatian dunia saat ini sebagian besar mengarah pada pandemi virus Corona (COVID-19), dan banyak ilmuwan di seluruh negara berlomba menciptakan vaksin penyakit ini. Namun, data pakar menunjukkan virus bukanlah risiko terbesar bagi kesehatan manusia, melainkan polusi udara yang mengurangi harapan hidup di Bumi hampir dua tahun.

Air Quality Life Index (AQLI) menyebut bahwa polusi udara akan terus menyebabkan miliaran orang di seluruh dunia menjalani hidup lebih pendek dan rentan terkena penyakit. Indeks polusi udara partikulat berdampak terhadap kesehatan manusia.

Meskipun ada pengurangan signifikan dalam hal partikel di China, yang pernah menjadi salah satu negara paling tercemar di dunia, tingkat polusi udara secara keseluruhan tetap stabil selama dua dekade terakhir.

Di negara-negara seperti India dan Bangladesh, polusi udara sangat parah sehingga kini mengurangi rentang hidup atau usia rata-rata di beberapa daerah, hampir satu dekade.

Penulis penelitian ini mengatakan kualitas udara yang dihirup banyak manusia merupakan risiko kesehatan yang jauh lebih tinggi daripada COVID-19.

"Meskipun ancaman COVID-19 sangat serius dan patut mendapatkan perhatian, memperlakukan polusi udara dengan tingkat keseriusan yang sama akan memungkinkan miliaran orang menjalani hidup lebih lama dan lebih sehat," kata Michael Greenstone, pencipta AQLI, seperti dikutip dari Science Alert pada Kamis (30/7/2020).

Suasana kota Lahore, ibu kota Pakistan. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Suasana kota Lahore, ibu kota Pakistan. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Hampir seperempat populasi global tinggal di empat negara Asia selatan yang termasuk kategori paling tercemar, yaitu Bangladesh, India, Nepal, dan Pakistan.

AQLI menemukan bahwa populasi ini akan mengalami rata-rata kualitas hidup yang dipotong lima tahun, setelah terpapar tingkat polusi 44 persen lebih tinggi dari 20 tahun yang lalu.

Polusi partikulat juga merupakan "keprihatinan signifikan" di seluruh Asia Tenggara, di mana kebakaran hutan dan tanaman serta lalu lintas yang padat ditambah uap pembangkit listrik menjadi kolaborasi pas untuk menciptakan udara beracun.

baca juga

Sekitar 89 persen dari 650 juta penduduk di wilayah itu tinggal di daerah, di mana polusi udara melebihi pedoman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang telah berhasil meningkatkan kualitas udara.

Menurut AQLI, Bangladesh memiliki kualitas udara terburuk dari negara manapun dan rata-rata sekitar 250 juta penduduk di negara bagian India utara akan kehilangan delapan tahun kesempatan hidup, kecuali jika polusi dikendalikan.

Beberapa penelitian menunjukkan paparan polusi udara juga merupakan faktor risiko Covid-19 utama dan Greenstone mendesak pemerintah untuk memprioritaskan kualitas udara setelah pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:52 WIB

Meditasi dan Mindfulness Apakah Sama? Begini Penjelasan Lengkapnya

Meditasi dan Mindfulness Apakah Sama? Begini Penjelasan Lengkapnya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:19 WIB

Risiko Bisnis Makin Rumit, Tata Kelola Jadi Penentu

Risiko Bisnis Makin Rumit, Tata Kelola Jadi Penentu

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:59 WIB

Raih Golden Trophy, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko Berbasis ESG

Raih Golden Trophy, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko Berbasis ESG

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:58 WIB

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 16:43 WIB

Rugi Investasi Telkomsel di GOTO Bikin Mengelus Dada, Bosnya Blak-blakan Bilang Begini

Rugi Investasi Telkomsel di GOTO Bikin Mengelus Dada, Bosnya Blak-blakan Bilang Begini

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 11:33 WIB

Jakarta Diminta Alokasikan 5% APBD untuk Tangani Polusi Udara

Jakarta Diminta Alokasikan 5% APBD untuk Tangani Polusi Udara

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:00 WIB

Waspada! Udara Jakarta Tidak Sehat, Risiko ISPA Mengintai Warga

Waspada! Udara Jakarta Tidak Sehat, Risiko ISPA Mengintai Warga

News | Kamis, 03 September 2026 | 09:35 WIB

Bolehkah Pakai Body Serum di Wajah? Awas, Bahayanya Bisa Bikin Nyesel!

Bolehkah Pakai Body Serum di Wajah? Awas, Bahayanya Bisa Bikin Nyesel!

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Terkini

Bara Tersembunyi di Tumpukan Bahan Baku, Kebakaran Gudang Mojokerto Masuk Hari Kedua

Bara Tersembunyi di Tumpukan Bahan Baku, Kebakaran Gudang Mojokerto Masuk Hari Kedua

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 11:19 WIB

Bikin Dada Bergetar, Dokter Ungkap Suara Sound Horeg Picu Denyut Jantung dan Tensi Naik

Bikin Dada Bergetar, Dokter Ungkap Suara Sound Horeg Picu Denyut Jantung dan Tensi Naik

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:18 WIB

Dino Patti Djalal: Sebenarnya Ada Alat Pendeteksi Kebakaran di Istana, Presiden Bisa Pantau

Dino Patti Djalal: Sebenarnya Ada Alat Pendeteksi Kebakaran di Istana, Presiden Bisa Pantau

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 11:17 WIB

Apakah NIK KTP Bisa untuk Judol? Perhatikan 10 Hal Penting Ini

Apakah NIK KTP Bisa untuk Judol? Perhatikan 10 Hal Penting Ini

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:13 WIB

Euforia Haji Isam Masuk BYAN, Moodys Malah Pasang Outlook Negatif

Euforia Haji Isam Masuk BYAN, Moodys Malah Pasang Outlook Negatif

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 11:13 WIB

Bulog Optimalkan 2 Jurus Penugasan Pemerintah untuk Kendalikan Harga Beras

Bulog Optimalkan 2 Jurus Penugasan Pemerintah untuk Kendalikan Harga Beras

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 11:13 WIB

8 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Baju yang Lupa Dijemur Setelah Dicuci

8 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Baju yang Lupa Dijemur Setelah Dicuci

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:05 WIB

Penuh Haru! 10 Kru Selamat KM Virgo Transport 8 Akhirnya Pulang ke Garut

Penuh Haru! 10 Kru Selamat KM Virgo Transport 8 Akhirnya Pulang ke Garut

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 11:02 WIB

Dewan HAM PBB: Amerika Diduga Lakukan Kejahatan Perang di Iran

Dewan HAM PBB: Amerika Diduga Lakukan Kejahatan Perang di Iran

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:00 WIB

Drama A Bloody Lucky Day, Mimpi Buruk Sopir Taksi dan Penumpang Terakhir

Drama A Bloody Lucky Day, Mimpi Buruk Sopir Taksi dan Penumpang Terakhir

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 11:00 WIB

×