Unik, Ilmuwan Kaget Menemukan Hiu Tanpa Kulit

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 09:05 WIB
Unik, Ilmuwan Kaget Menemukan Hiu Tanpa Kulit
Ilustrasi ikan-ikan hiu (Shutterstock).

Suara.com - Para ilmuwan yang sedang mencari ikan di Sardinia, menemukan seekor hiu berjenis catshark. Uniknya, ikan ini tampaknya tidak memiliki kulit.

Penemuan pertama kalinya ini membuat para ilmuwan terkejut dan melakukan investigasi terhadap anatomi hewan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Fish Biology ini, mengungkapkan bahwa ikan tersebut tidak memiliki struktur yang terkait dengan kulit elasmobranch, subkelas Chondrichthyes atau ikan bertulang rawan, termasuk hiu.

Jenis ini diyakini sebagai satu-satunya hiu seperti itu yang ditemukan berenang bebas di laut.

Bagi hiu elasmobranch, kulit berperan penting sebagai bahan kimia dan pertahanan mekanis. Ini mengeluarkan lendir yang dianggap sebagai garis pertama dari sistem kekebalannya.

Hiu tidak berkulit, Catshark. [Fish Biology]
Hiu tidak berkulit, Catshark. [Fish Biology]

Lendir pada kulit ini dapat mencegah mikroba membentuk koloni di permukaannya karena mengandung protein antibakteri. Kulit bagi hiu juga merupakan penghalang mekanis yang kuat terhadap predator dan ektoparasit tertentu.

Sayangnya, untuk ikan yang disebut blackmouth catshark (Galeus melastomus) ini, alat pelindung tersebut sama sekali tidak ada.

Pasalnya, dalam pemeriksaan "kulitnya" mengungkapkan bahwa ikan itu mengalami kekurangan yang parah dari semua struktur yang berhubungan dengan kulit, seperti epidermis, bagian dari dermis, dentikel dermal, dan gigi.

Ikan tersebut ditangkap dengan pukat pada Juli 2019 di kedalaman 500 meter di perairan Sardinia. Mengingat pentingnya kulit bagi kelangsungan hidup hiu, para ilmuwan melaporkan bahwa kondisi tersebut berpotensi fatal.

Menariknya, para ahli menemukan hiu itu berkembang dengan baik dan tampaknya dalam keadaan sehat.

baca juga

Dilansir dari IFL Science, Jumat (28/8/2020), alasan mengapa hiu ini tidak memiliki gigi pun berkaitan dengan ulah manusia.

Para ilmuwan menyebut, kemungkinan paparan jangka panjang ke situs yang terkontaminasi bahan kimia bisa menjadi penyebabnya, serta pemanasan laut atau pengasaman karena perubahan iklim. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan itu juga dapat terjadi karena kesalahan alami selama perkembangan embrio hewan.

Hiu tidak berkulit, Catshark. [Fish Biology]
Hiu tidak berkulit, Catshark. [Fish Biology]

Kondisi lingkungan yang selalu berubah, para ilmuwan mendesak agar memahami kelainan semacam itu adalah langkah penting dalam melindungi hewan laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Penyebab Matinya Puluhan Hiu Karang Hitam di Karimunjawa

Ini Penyebab Matinya Puluhan Hiu Karang Hitam di Karimunjawa

Jawa Tengah | Rabu, 24 April 2019 | 14:35 WIB

Sebanyak 17 Spesies Hiu Terancam Menuju Kepunahan

Sebanyak 17 Spesies Hiu Terancam Menuju Kepunahan

Tekno | Kamis, 28 Maret 2019 | 07:47 WIB

Lama Menghilang, Ikan Hiu Langka Mendadak Muncul Pasca Banjir Sentani

Lama Menghilang, Ikan Hiu Langka Mendadak Muncul Pasca Banjir Sentani

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 08:30 WIB

Hiu Paus Kembali Ditemukan Mati dengan Perut Penuh Sampah Plastik

Hiu Paus Kembali Ditemukan Mati dengan Perut Penuh Sampah Plastik

Lifestyle | Senin, 11 Februari 2019 | 09:30 WIB

Beredar Video Viral Penderitaan Ikan Hiu yang Siripnya Dipotong

Beredar Video Viral Penderitaan Ikan Hiu yang Siripnya Dipotong

Lifestyle | Senin, 19 November 2018 | 08:55 WIB

Hiu Serang Tempat Wisata, Cederai Dua Orang

Hiu Serang Tempat Wisata, Cederai Dua Orang

News | Jum'at, 21 September 2018 | 05:28 WIB

Terkini

Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang

Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang

Sulsel | Kamis, 03 September 2026 | 12:52 WIB

Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang

Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:50 WIB

Nova Arianto Pusing! Racik Strategi Timnas Indonesia U-20 Lawan Laos, Ini Alasannya

Nova Arianto Pusing! Racik Strategi Timnas Indonesia U-20 Lawan Laos, Ini Alasannya

News | Kamis, 03 September 2026 | 12:49 WIB

Empat Kategori Sekaligus, Moyo Technologies by ID Ads Tembus Mob-Ex Awards Singapore 2026

Empat Kategori Sekaligus, Moyo Technologies by ID Ads Tembus Mob-Ex Awards Singapore 2026

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 12:49 WIB

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:45 WIB

Laris Manis di Negara Seberang, Mengapa Penjualan KIA di Indonesia Justru Loyo?

Laris Manis di Negara Seberang, Mengapa Penjualan KIA di Indonesia Justru Loyo?

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 12:44 WIB

Kabut Asap Indonesia Makin Meluas, Udara Tak Sehat Kini Kepung Filipina Selatan

Kabut Asap Indonesia Makin Meluas, Udara Tak Sehat Kini Kepung Filipina Selatan

News | Kamis, 03 September 2026 | 12:41 WIB

Persib Bandung 'Terusir' dari Stadion Si Jalak Harupat, Ini Penyebabnya

Persib Bandung 'Terusir' dari Stadion Si Jalak Harupat, Ini Penyebabnya

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 12:41 WIB

Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Jenis-jenis Gempa

Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Jenis-jenis Gempa

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 12:40 WIB

Kebakaran Kandang di Way Laga: 17 Kambing Terpanggang Hidup-hidup, Kerugian Tembus Rp300 Juta

Kebakaran Kandang di Way Laga: 17 Kambing Terpanggang Hidup-hidup, Kerugian Tembus Rp300 Juta

Lampung | Kamis, 03 September 2026 | 12:35 WIB

×