Lebih Murah, Ilmuwan Klaim Dapat Deteksi Covid-19 Lewat Kotoran Manusia

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 01 September 2020 | 13:30 WIB
Lebih Murah, Ilmuwan Klaim Dapat Deteksi Covid-19 Lewat Kotoran Manusia
Ilustrasi toilet. (Pixabay/ganzarolisara)

Suara.com - Para ilmuwan di University of Arizona mengatakan, mungkin dapat mencegah wabah virus Corona (Covid-19) di lingkungan kampus, dengan menggunakan kotoran manusia untuk melacak mahasiswa yang terinfeksi.

Dr. Ian Pepper telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari kotoran manusia di laboratoriumnya, yang terletak di Water & Energy Sustainable Technology Center, University of Arizona. Dia menggunakan uji kimia untuk menganalisis polutan, virus, dan partikel lain dalam kotoran.

Baru-baru ini, Pepper dan timnya mencoba melacak dan mencegah wabah Covid-19, menggunakan metode epidemiologi berbasis kotoran atau air limbah. Para ahli telah melacak partikel virus di sistem pembuangan air universitas sejak Maret.

Universitas telah memulai kelas tatap muka pada Senin (24/8/2020). Sebelum mahasiswa tiba, Pepper dan timnya membuat sistem untuk menguji air limbah yang berasal dari sekitar 20 gedung di kampus, termasuk asrama.

Ilustrasi ruang kuliah. [Shutterstock]
Ilustrasi ruang kuliah. [Shutterstock]

Pada Selasa, sistem pengujian air limbah itu mendeteksi peningkatan tingkat virus Covid-19 di sistem pembuangan air kampus, khususnya yang berasal dari satu asrama. Esoknya, tim ahli menguji 311 individu yang tinggal di asrama tersebut.

Sebanyak dua orang dinyatakan positif dan keduanya asimtomatik. Kedua mahasiswa itu kemudian dikarantina dan kini kampus sedang melakukan pelacakan kontak untuk mendeteksi kasus tambahan.

"Dengan deteksi dini ini, kami langsung menemukannya, menguji anak-anak itu dan mengisolasi mereka dengan sesuai di tempat yang mereka butuhkan," kata Richard Carmona, direktur gugus tugas universitas dan mantan Jenderal Ahli Bedah Amerika Serikat, seperti dikutip Business Insider, Selasa (1/9/2020).

Pepper mengatakan, tes melalui saluran pembuangan air dapat mendeteksi level virus Corona hingga tujuh hari sebelum individu menunjukkan gejala.

Pejabat kampus mengatakan bahwa jika tidak ada sistem tersebut, kedua siswa tanpa gejala itu mungkin dapat dengan mudah menyebarkan virus dan menginfeksi banyak orang lainnya di lingkungan universitas.

baca juga

Tidak seperti tes virus Covid-19 lainnya, sistem analisis kotoran Pepper memantau Covid-19 di seluruh wilayah. Dengan mengenakan sarung tangan, ilmuwan mengumpulkan sampel air dari saluran pembuangan dan mengirimkannya ke laboratorium Pepper untuk dianalisis.

Para ahli kemudian menjalankan tes yang dikembangkan CDC yang mendeteksi keberadaan molekul virus, mirip dengan tes yang melibatkan usap (swab) hidung.

Tes ini relatif murah dan berteknologi rendah. Biaya semua bahan reaksi dalam menjalankan satu tes adalah sekitar 150 dolar AS atau sekitar Rp 2,1 juta, meskipun itu tidak termasuk biaya lainnya, seperti tenaga kerja dan pengumpulan sampel.

Para ilmuwan juga harus menguji beberapa kali untuk memastikan hasilnya akurat dan dapat diandalkan.

"Kotoran manusia tidak berbohong dan itu memberikan informasi yang sebenarnya tentang individu dan komunitas," kata Pepper kepada Arizona Science.

Ilustrasi toilet. [Shutterstock]
Ilustrasi toilet. [Shutterstock]

Jenis pengujian massal ini dapat menawarkan cara untuk mengidentifikasi wabah virus Corona di tingkat komunitas. Cara itu paling menjanjikan untuk digunakan di antara sekelompok besar orang yang tinggal di bawah aturan tertentu di satu lokasi, seperti universitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Sebut Awal Kehidupan Bisa Berasal dari Luar Angkasa

Ilmuwan Sebut Awal Kehidupan Bisa Berasal dari Luar Angkasa

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2020 | 17:00 WIB

Ilmuwan Militer Klaim Pengusir Serangga Bisa Membunuh Covid-19

Ilmuwan Militer Klaim Pengusir Serangga Bisa Membunuh Covid-19

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2020 | 09:02 WIB

FBI Tangkap Ilmuwan NASA karena Dituduh Afiliasi China

FBI Tangkap Ilmuwan NASA karena Dituduh Afiliasi China

News | Rabu, 26 Agustus 2020 | 17:30 WIB

Studi Terbaru: Ozon Efektif Netralkan Covid-19

Studi Terbaru: Ozon Efektif Netralkan Covid-19

News | Rabu, 26 Agustus 2020 | 18:13 WIB

Canggih! Alat Ini Bisa Cepat Deteksi Covid-19, Lewat Hembusan Nafas

Canggih! Alat Ini Bisa Cepat Deteksi Covid-19, Lewat Hembusan Nafas

Tekno | Minggu, 23 Agustus 2020 | 08:30 WIB

Ilmuwan Teliti Fosil Daun Berusia 23 Juta Tahun, Hasilnya Luar Biasa!

Ilmuwan Teliti Fosil Daun Berusia 23 Juta Tahun, Hasilnya Luar Biasa!

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 20:01 WIB

Terkini

Pegasus Dipakai Polisi Israel Memata-matai Warganya, Sekarang Dipakai Listyo Sigit Cs Sadap Prabowo?

Pegasus Dipakai Polisi Israel Memata-matai Warganya, Sekarang Dipakai Listyo Sigit Cs Sadap Prabowo?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:19 WIB

Kenapa Listyo Sigit Prabowo Ditangkap? Eks Kapolri Terlama di RI Kini Ditahan Polisi

Kenapa Listyo Sigit Prabowo Ditangkap? Eks Kapolri Terlama di RI Kini Ditahan Polisi

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:19 WIB

Puluhan Ribu Prajurit TNI Dikerahkan Masif ke Jakarta, Mabes TNI Buka Suara soal Isu Siaga 1

Puluhan Ribu Prajurit TNI Dikerahkan Masif ke Jakarta, Mabes TNI Buka Suara soal Isu Siaga 1

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:18 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Bahan Baku Menu McDonalds Indonesia Banyak Berasal dari Petani Lokal

Tak Banyak yang Tahu, Bahan Baku Menu McDonalds Indonesia Banyak Berasal dari Petani Lokal

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 11:16 WIB

Kisah Desty: Berjuang Melawan Skizoafektif hingga Sempat Lepas Obat, Kini Kembali Mengajar

Kisah Desty: Berjuang Melawan Skizoafektif hingga Sempat Lepas Obat, Kini Kembali Mengajar

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 11:16 WIB

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026: Saatnya Cinta Jadi Tindakan Nyata

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026: Saatnya Cinta Jadi Tindakan Nyata

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:16 WIB

Detik-detik Listyo Sigit Dijemput Pagi Buta versi Mahfud MD

Detik-detik Listyo Sigit Dijemput Pagi Buta versi Mahfud MD

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:13 WIB

Jurus Rahasia SBY saat Disadap: Saya Komunikasi Pakai Caraka

Jurus Rahasia SBY saat Disadap: Saya Komunikasi Pakai Caraka

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:11 WIB

Sadar Nggak? Kamu Sedang Diperbudak Algoritma Lewat Skandal Artis

Sadar Nggak? Kamu Sedang Diperbudak Algoritma Lewat Skandal Artis

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:11 WIB

Kasus Sadap Prabowo, Kapolri Didesak Bersih-bersih dan Usut Tuntas 'Gerombolan' Listyo

Kasus Sadap Prabowo, Kapolri Didesak Bersih-bersih dan Usut Tuntas 'Gerombolan' Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:10 WIB

×