Misi ke Bulan, NASA Uji Coba Baju Antariksa di Bawah Air

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
Misi ke Bulan, NASA Uji Coba Baju Antariksa di Bawah Air
Ilustrasi pakaian astronot [Shutterstock].

Keren, dalam simulasi di kolam para astronot berlatih mengenakan baju astronot, berjalan sampai mengayunkan palu ekspedisi.

Suara.com - Baju antariksa merupakan salah satu hal yang harus dipersiapkan NASA untuk misi pengiriman manusia ke Bulan, proyek Artemis pada 2024.

Organisasi antariksa Amerika Serikat ini telah merancang baju baru yang akan dikenakan para astronot dalam misi Artemis dan sekarang sedang mengujinya untuk memastikan mereka benar-benar mampu berjalan serta melakukan tugas-tugas kompleks. Dan banyak dari pengujian itu dilakukan dalam medium air.

Di Neutral Buoyancy Lab NASA, para astronot berlatih mengenakan baju antariksa di kolam raksasa dalam rangka simulasi berada dalam gayaberat mikro.

Kolam ini memiliki panjang 61 m, lebar 31 m, dan kedalaman 12,3 m. Ini berisi 6,2 juta galon air atau sekitar sembilan kolam renang ukuran Olimpiade.

Baca Juga: NASA Luncurkan Toilet dan Serum Wajah ke Luar Angkasa, Bisa Ditonton Live

Para astronot di Neutral Buoyancy Lab NASA tengah berlatih menggunakan palu untuk kegiatan ekspedisi di Bulan [NASA via Business Insider].
Para astronot di Neutral Buoyancy Lab NASA tengah berlatih menggunakan palu untuk kegiatan ekspedisi di Bulan [NASA via Business Insider].

Menurut para astronot, kolam ini sangat membantu untuk mempersiapkan mereka ke luar angkasa.

"Ketika saya melakukan perjalanan ruang angkasa pertama saya, tak lama setelah kami keluar dari palka, Matahari terbenam dan hari menjadi gelap, dan rasanya persis seperti saya berada di kolam," kata Nick Hague, salah satu astronot dalam sebuah podcast NASA, seperti dikutip Business Insider pada Senin (28/9/2020).

Neutral Buoyancy Lab dirancang untuk meniru gayaberat mikro, bukan gravitasi nol dan karena itulah yang dialami astronot di stasiun luar angkasa. Kolam yang diciptakan berisi mockup skala penuh dari komponen stasiun luar angkasa dan pesawat luar angkasa pembawa kargo yang digunakan untuk misi pasokan atau supply.

"Kami memiliki pengalaman dengan stasiun luar angkasa, tetapi kami perlu menentukan cara kami akan melatih awak untuk operasi permukaan selama misi khusus ini," ucap Daren Welsh yang memimpin pengujian dalam blog NASA.

Saat berlatih untuk berjalan di stasun luar angkasa, astronot biasanya mengapung di sekitar kolam. Pakaian astronot diberi bobot agar mengapung secara netral sehingga tidak tenggelam ataupun mengapung secara berlebihan.

Baca Juga: Ilmuwan Ungkap Tingkat Radiasi Bulan 200 Kali Lebih Tinggi dari Bumi

Namun, perjalanan di Bulan berbeda. Tidak seperti stasiun luar angkasa, Bulan memiliki tarikan gravitasi kecil sekitar satu per enam dari Bumi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS