Hebat! Bakteri Dapat Hembuskan Listrik Berkat Molekul Ini

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 29 September 2020 | 13:30 WIB
Hebat! Bakteri Dapat Hembuskan Listrik Berkat Molekul Ini
Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]

Suara.com - Bakteri tanpa mulut dan paru-paru, memiliki pernapasan yang sedikit lebih rumit daripada manusia. Geobacter, genus bakteri yang ada di air tanah menelan sampah organik dan "menghembuskan" elektron, menghasilkan arus listrik kecil dalam prosesnya.

Elektron limbah tersebut biasanya selalu pergi ke mineral bawah tanah yang berlimpah, seperti oksida besi.

"Geobacter bernapas melalui sebuah snorkel raksasa yang ukurannya ratusan kali dari tubuhnya," kata Nikhil Malvankar, asisten profesor di Microbial Science Institute Yale University, seperti dikutip Science Alert, Selasa (29/9/2020).

Snorkel itu disebut kawat nano. Meskipun filamen kecil dan konduktif ini 100.000 kali lebih kecil dari lebar rambut manusia, filamen ini mampu memindahkan elektron ratusan hingga ribuan kali panjang tubuh mikroba Geobacker.

Geobacter. [Wikipedia]
Geobacter. [Wikipedia]

Berkat adaptasi ini, Geobacter memiliki respirator paling mengesankan di Bumi. Pada waktu tertentu, miliaran bakteri berdengung dengan listrik di bawah dasar laut.

Sekarang, dalam penelitian baru yang diterbitkan pada 17 Agustus di jurnal Nature Chemical Biology, Malvankar dan timnya telah menemukan cara menggabungkan energi itu menjadi jaringan listrik mikroba yang kuat. Dengan menggunakan teknik mikroskop tingkat lanjut, para ilmuwan telah menemukan "molekul rahasia" yang memungkinkan Geobacter bernapas dalam jarak yang sangat jauh.

Tim ahli juga menemukan bahwa dengan merangsang koloni Geobacter dengan medan listrik, mikroba menghantarkan listrik 1.000 kali lebih efisien daripada yang dilakukan di lingkungan alami. Menurut para ahli, memahami adaptasi listrik bawaan ini bisa menjadi langkah penting dalam mengubah koloni Geobacter menjadi "baterai bernapas yang hidup".

"Kami yakin penemuan ini dapat digunakan untuk membuat elektronik dari bakteri," tambah Malvankar.

Geobacter dapat bertahan hidup di lingkungan yang keras, yang hanya bisa dilakukan oleh beberapa mikroba lain. Kawat nano, yang memungkinkan mikroba itu bernapas saat tidak ada oksigen, sangat penting untuk menjaga Geobacter tetap hidup di tanah yang kaya akan oksida besi.

baca juga

Namun, koloni Geobacter yang tumbuh di laboratorium tidak selalu memiliki kemewahan hidup di dekat mineral yang melimpah. Dalam penelitian sebelumnya, Malvankar dan rekannya menemukan bahwa mikroba Geobacter sulfurreducens yang dikembangkan di laboratorium menunjukkan trik bertahan hidup pintar saat terkena elektroda kecil atau piringan yang menghantarkan listrik.

Dirangsang oleh medan listrik, mikroba berkumpul menjadi biofilm padat dan memindahkan elektron melalui satu jaringan bersama.

Ilustrasi mikroba (Shutterstock).
Ilustrasi mikroba (Shutterstock).

"Mereka bertumpuk seperti apartemen tingkat tinggi dan mereka semua dapat berbagi jaringan listrik yang sama, terus-menerus membuang elektron," ucap Malvankar.

Temuan ini membuat Malvankar dan rekannya bertanya-tanya bagaimana mikroba mampu menembakkan elektron sampai ke dasar tumpukan. Lalu keluar lewat kawat nano yang secara efektif menghembuskan elektron pada jarak ribuan kali panjang tubuh mikroba asli.

Jarak seperti itu belum pernah ditemukan dalam respirasi mikroba dan para ahli menekankan betapa uniknya Geobacter dalam hal bertahan hidup di lingkungan yang keras.

Untuk menemukan rahasia kawat nano, penulis penelitian baru menganalisis budaya Geobacter yang dikembangkan di laboratorium menggunakan dua teknik mikroskop mutakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gawat! Laboratorium Bocor, 3.000 Orang di China Terinfeksi Bakteri Menular

Gawat! Laboratorium Bocor, 3.000 Orang di China Terinfeksi Bakteri Menular

Tekno | Selasa, 22 September 2020 | 11:30 WIB

Meski Butuh Waktu Lama, Penelitian Vaksin Covid-19 Harus Berbasis Sains

Meski Butuh Waktu Lama, Penelitian Vaksin Covid-19 Harus Berbasis Sains

Health | Senin, 21 September 2020 | 19:55 WIB

Penilitian Terbaru: Orang Berkacamata, 5 Kali Lebih Kecil Tertular Covid-19

Penilitian Terbaru: Orang Berkacamata, 5 Kali Lebih Kecil Tertular Covid-19

Tekno | Jum'at, 18 September 2020 | 14:00 WIB

Di Tengah Pandemi Corona, Ribuan Warga China Terinfeksi Bakteri Brucellosis

Di Tengah Pandemi Corona, Ribuan Warga China Terinfeksi Bakteri Brucellosis

News | Jum'at, 18 September 2020 | 12:53 WIB

Mencuci Hidung dengan Antiseptik Bisa Melindungi dari Covid-19?

Mencuci Hidung dengan Antiseptik Bisa Melindungi dari Covid-19?

Tekno | Jum'at, 18 September 2020 | 06:00 WIB

Pagebluk Corona Berkepanjangan, Resesi Bisa Tiga Kuartal Berturut-turut

Pagebluk Corona Berkepanjangan, Resesi Bisa Tiga Kuartal Berturut-turut

Bisnis | Kamis, 17 September 2020 | 19:39 WIB

Terkini

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:32 WIB

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Sumut | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:18 WIB

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:17 WIB

PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

Sport | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?

Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM

Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM

Sumbar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah

Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru

Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik

Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik

Jogja | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:15 WIB

×