Fakta di Balik Bunga di Seluruh Dunia Berubah Warna

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 01 Oktober 2020 | 11:30 WIB
Fakta di Balik Bunga di Seluruh Dunia Berubah Warna
Ilustrasi bunga. [Lukas Gächter/Unsplash]

Suara.com - Banyak makhluk hidup di Bumi harus beradaptasi dalam menghadapi perubahan iklim dan guncangan lingkungan lainnya. Jika tidak, maka akan terancam punah. Terlihat bahwa bunga di seluruh dunia telah berubah warna.

Penelitian baru menunjukkan bagaimana bunga beradaptasi dengan cepat selama 75 tahun terakhir, sebagai respons terhadap kenaikan suhu dan penurunan ozon dengan mengubah pigmen ultraviolet (UV) di kelopaknya.

Dilaporkan dalam jurnal Current Biology, para ilmuwan yang dipimpin oleh Clemson University, mengamati lebih dari 1.200 spesimen tanaman yang diawetkan.

Terhitung dari 42 spesies berbeda dari tiga benua yang berasal dari 1941 hingga 2017. Para ahli menganalisis tingkat pigmentasi bunga menggunakan kamera sensitif UV.

Bunga berubah warna. [Current Biology]
Bunga berubah warna. [Current Biology]

Penemuan menunjukkan bahwa pigmentasi bunga yang menyerap UV meningkat sepanjang paruh kedua abad ke-20.

Faktanya, tingkat pigmentasi UV kelopak meningkat secara global dengan rata-rata 2 persen setiap tahun selama tujuh dekade terakhir. Ini bukan sebuah kebetulan, peningkatan tingkat pigmen selama beberapa dekade juga tercermin erat oleh peningkatan suhu dan penurunan ozon di atmosfer.

Ozon merupakan gas yang ditemukan di stratosfer Bumi dan sangat kuat menyerap radiasi UV dari Matahari. Mengingat jumlah total ozon di atmosfer Bumi terus menurun sejak tahun 1970-an, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya terpapar lebih banyak radiasi UV.

Perubahan iklim juga menyebabkan radiasi UV lebih intens. Tanaman memang membutuhkan sinar Matahari untuk tumbuh, tetapi sama seperti kulit manusia, terlalu banyak radiasi UV dari Matahari dapat merusaknya.

Pigmen pada bunga ini tidak terlihat oleh manusia seperti merah kelopak mawar atau kuning bunga bakung. Banyak pigmen, termasuk pigmen UV, tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi digunakan oleh bunga untuk menarik penyerbuk dan melindungi dari radiasi UV.

baca juga

Karena itu, meskipun bunga-bunga tersebut mungkin tidak terlihat terlalu berbeda saat ini di mata manusia, tapi tumbuhan itu telah mengalami perubahan yang signifikan dalam waktu yang sangat cepat, dalam upaya untuk beradaptasi dengan lingkungannya yang berubah-ubah.

Tidak semua kelopak bunga terkena dampaknya secara merata. Pertama-tama, tanaman yang mengalami penurunan ozon yang lebih besar menunjukkan peningkatan pigmentasi yang lebih besar.

Kedua, tanaman dengan serbuk sari yang terpapar juga lebih mungkin mengalami peningkatan pigmentasi karena bagian ini sangat sensitif terhadap UV dan tekanan suhu tinggi dapat membuat serbuk sari tidak subur.

CFC-11 mampu bertahan selama 50 tahun dan menghambat perbaikan lubang ozon [Shutterstock]
Lapisan ozon [Shutterstock]

Dilansir dari IFL Science, Kamis (1/10/2020), para ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan pigmen ini dapat berdampak besar pada kinerja reproduksi tanaman karena pewarnaan adalah salah satu alat utama untuk menarik penyerbuk.

Kontras antara bagian kelopak yang menyerap UV dan yang memantulkan UV mungkin menjadi teredam setelah melakukan adaptasi ini, sehingga membuat tanaman menjadi lebih sulit menarik perhatian penyerbuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Sebut Ilmuwan Tak Paham Soal Perubahan Iklim

Donald Trump Sebut Ilmuwan Tak Paham Soal Perubahan Iklim

News | Selasa, 15 September 2020 | 16:50 WIB

Perubahan Iklim, Lapisan Es di Greenland Terlepas dan Terpecah Kecil-kecil

Perubahan Iklim, Lapisan Es di Greenland Terlepas dan Terpecah Kecil-kecil

Tekno | Senin, 14 September 2020 | 20:30 WIB

Paus Fransiskus Himbau Manusia Beri Waktu Bumi Beristirahat

Paus Fransiskus Himbau Manusia Beri Waktu Bumi Beristirahat

Tekno | Minggu, 06 September 2020 | 06:05 WIB

Gawat! Setengah Laut Dunia Sudah Kena Dampak Perubahan Iklim

Gawat! Setengah Laut Dunia Sudah Kena Dampak Perubahan Iklim

Tekno | Selasa, 25 Agustus 2020 | 13:30 WIB

Indonesia Diguyur Hujan Lebat di Musim Kemarau Akibat Perubahan Iklim

Indonesia Diguyur Hujan Lebat di Musim Kemarau Akibat Perubahan Iklim

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:13 WIB

Lapisan Es Utuh Terakhir di Kanada Pecah, Menumpuk Jadi Seukuran Salatiga

Lapisan Es Utuh Terakhir di Kanada Pecah, Menumpuk Jadi Seukuran Salatiga

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 13:11 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×