Waduh! Efeknya Belum Terbukti, Vaksin Covid-19 China Siap Dijual

Dythia Novianty

Senin, 19 Oktober 2020 | 07:30 WIB
Waduh! Efeknya Belum Terbukti, Vaksin Covid-19 China Siap Dijual
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pearson0612/Pixabay]

Suara.com - Pejabat di kota China timur menawarkan kepada penduduknya vaksin virus corona eksperimental seharga 400 yuan atau sekitar Rp 879 ribuan per orang, meskipun efeknya tetap belum terbukti.

Pekerja kunci dan mereka yang berisiko tinggi dari Covid-19 akan menjadi yang pertama menerima suntikan, kata otoritas kesehatan di kota Jiaxing, provinsi Zhejiang.

Sebuah pernyataan mengungkapkan bahwa 'sukarelawan' lain yang berusia antara 18 dan 59 tahun dengan 'kebutuhan mendesak untuk vaksinasi' juga dapat mengajukan permohonan untuk menerima vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan obat milik negara Sinovac Biotech.

Sebagaimana melansir laman Dailymail, Senin (19/10/2020), China telah menginokulasi pekerja penting dengan kandidat vaksin Covid-19, di bawah program penggunaan darurat yang diluncurkan pada Juli lalu.

Kandidat vaksin Covid-19, Sinovac. [Noel Celis/AFP]
Kandidat vaksin Covid-19, Sinovac. [Noel Celis/AFP]

Tetapi ini adalah pertama kalinya pemerintah China secara terbuka menyediakan vaksin semacam itu untuk warga biasa. Itu terjadi ketika seorang pejabat Beijing sebelumnya mengumumkan bahwa vaksin virus corona siap digunakan untuk masyarakat umum dalam waktu kurang dari tiga minggu.

Tetapi beberapa penduduk di Jiaxing sekarang, telah ditawari dengan vaksin virus korona eksperimental dosis ganda yang harganya 400 yuan atau sekitar Rp 879 ribuan. Hal ini diungkap pusat pengendalian dan pencegahan penyakit kota pada Kamis lalu.

Kandidat vaksin bernama CoronaVac, yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech, akan diberikan kepada orang-orang berusia antara 18 dan 59 tahun, yang memiliki 'kebutuhan mendesak untuk vaksinasi'. Warga akan diberikan dua suntikan, yang diberikan hingga 28 hari, setelah menandatangani perjanjian inokulasi karena efek vaksin belum terbukti.

"Karena belum terdaftar secara resmi untuk pasar, jenis vaksin ini hanya disetujui untuk penggunaan mendesak," tulis pemberitahuan itu.

Tetapi para pejabat tidak merinci berapa banyak orang yang akan menerima vaksin eksperimental atau kapan program akan dimulai.

baca juga

Vaksin dari Sinovac Biotech juga dalam uji coba tahap akhir di Brasil, Indonesia dan Turki, dan perusahaan mengatakan bahwa analisis sementara data uji coba Tahap 3 dapat dilakukan paling cepat November mendatang.

Bio Farma, sebuah perusahaan milik negara di Indonesia yang telah mencapai kesepakatan untuk setidaknya 40 juta dosis dari Sinovac, mengatakan minggu ini vaksin tersebut akan menelan biaya sekitar Rp 200.000 rupiah per dosis ketika tersedia di negara Asia Tenggara.

Otoritas China belum merilis rincian harga untuk vaksin Covid-19 potensial. Tetapi Beijing mengatakan bahwa meskipun keuntungan yang wajar bagi perusahaan diizinkan, harga vaksin Covid-19 harus rendah.

China memiliki empat dari delapan vaksin dunia yang berada dalam tahap uji coba ketiga, biasanya langkah terakhir menjelang persetujuan peraturan, ketika negara-negara berlomba menghentikan virus dan memulai kembali ekonomi yang terpukul.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

"Setidaknya tiga dari mereka telah ditawarkan kepada ratusan ribu pekerja penting di bawah skema darurat yang diluncurkan pada Juli tanpa efek samping yang dilaporkan," menurut pejabat.

Satu unit raksasa farmasi negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan Sinovac Biotech yang terdaftar di AS sedang mengembangkan tiga vaksin di bawah program penggunaan darurat negara bagian.

Vaksin virus corona keempat yang sedang dikembangkan oleh CanSino Biologics telah disetujui untuk digunakan oleh militer China pada Juni lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia telah memperingatkan bahwa imunisasi luas terhadap Covid-19 mungkin tidak akan diberlakukan sampai pertengahan tahun depan.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, kepala Organisasi Kesehatan Dunia, mengatakan bulan lalu bahwa badan kesehatan PBB tidak akan merekomendasikan vaksin Covid-19 apa pun sebelum terbukti aman dan efektif.

Komentarnya muncul setelah Rusia dan China mulai menggunakan vaksin eksperimental mereka, sebelum studi besar selesai dan negara lain telah mengusulkan perampingan prosedur otorisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Covid-19 Telat, Indonesia Bisa Merugi Rp 657 Triliun

Vaksin Covid-19 Telat, Indonesia Bisa Merugi Rp 657 Triliun

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 08:05 WIB

Survei: 70,7 Persen Yakin Vaksin Merah Putih Dapat Akhiri Pandemi Covid-19

Survei: 70,7 Persen Yakin Vaksin Merah Putih Dapat Akhiri Pandemi Covid-19

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 18:54 WIB

Mengapa Indonesia Beli Vaksin COVID-19 yang Belum Terbukti Manjur?

Mengapa Indonesia Beli Vaksin COVID-19 yang Belum Terbukti Manjur?

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:00 WIB

Tetap Terapkan Protokol Kesehatan, Dokter: Belum Ada Vaksin yang Efektif

Tetap Terapkan Protokol Kesehatan, Dokter: Belum Ada Vaksin yang Efektif

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:41 WIB

Aneh! BPOM Sebut Vaksin Corona Boleh Disuntik Meski Belum Lolos Uji Klinis

Aneh! BPOM Sebut Vaksin Corona Boleh Disuntik Meski Belum Lolos Uji Klinis

News | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 10:19 WIB

Inspeksi Proses Pembuatan Vaksin Covid-19, BPOM dan MUI Terbang ke China

Inspeksi Proses Pembuatan Vaksin Covid-19, BPOM dan MUI Terbang ke China

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 09:10 WIB

Terkini

Sambut HUT ke-15, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Gelar Donor Darah: Perkuat Kepedulian Terhadap Sesama

Sambut HUT ke-15, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Gelar Donor Darah: Perkuat Kepedulian Terhadap Sesama

Jogja | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Uang Melayang Setengah Miliar Lebih, Janji Lulus Kedokteran Unhas Ternyata Cuma Tipu-tipu

Uang Melayang Setengah Miliar Lebih, Janji Lulus Kedokteran Unhas Ternyata Cuma Tipu-tipu

Sulsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Jepang Stop Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan: Katanya Indonesia Bisa Tangani Sendiri

Jepang Stop Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan: Katanya Indonesia Bisa Tangani Sendiri

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Audisi Global Live Action Naruto Dibuka, Sutradara Ungkap Alasan Adaptasi

Audisi Global Live Action Naruto Dibuka, Sutradara Ungkap Alasan Adaptasi

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Sabun GIV Bengkuang Bisa Memutihkan Kulit? Ini Penjelasannya

Sabun GIV Bengkuang Bisa Memutihkan Kulit? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Auto Glowing! 5 Brightening Gel Cleanser Niacinamide Hempas Kulit Kusam

Auto Glowing! 5 Brightening Gel Cleanser Niacinamide Hempas Kulit Kusam

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Skor 2-0 untuk Prabowo atas Gibran: Siapa yang Lebih Siap Berlaga di Pilpres 2029?

Skor 2-0 untuk Prabowo atas Gibran: Siapa yang Lebih Siap Berlaga di Pilpres 2029?

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Antrean Mengular di SPBU Denpasar dan Badung, Polisi Turun Tangan, Gubernur Beri Penjelasan

Antrean Mengular di SPBU Denpasar dan Badung, Polisi Turun Tangan, Gubernur Beri Penjelasan

Bali | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:59 WIB

Israel Usir Pesawat Ethiopian Airlines karena Pilotnya Orang Indonesia

Israel Usir Pesawat Ethiopian Airlines karena Pilotnya Orang Indonesia

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:59 WIB

IHSG Anjlok dan 495 Saham Rontok, Analis Malah Sebut 'Diskon Besar'

IHSG Anjlok dan 495 Saham Rontok, Analis Malah Sebut 'Diskon Besar'

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:57 WIB

×