Tetap Terapkan Protokol Kesehatan, Dokter: Belum Ada Vaksin yang Efektif

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:41 WIB
Tetap Terapkan Protokol Kesehatan, Dokter: Belum Ada Vaksin yang Efektif
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Suara.com - Pandemi virus corona masih berlangsung hingga saat ini. Masyarakat di seluruh dunia kini juga terus menanti kehadiran vaksin yang diharapkan bisa menghentikan laju penularan virus yang telah menginfeksi nyaris 40 juta jiwa itu.

Peneliti dari seluruh dunia memang kini masih terus berupaya untuk mencari vaksin yang efektif untuk virus corona. Sejumlah kandidat vaksin juga disebut memiliki hasil yang cukup menjanjikan.

Namun, Ketua Koordinator Tim Relawan Penanganan Covid-19, dr Muhammad Fajri Adda'i mengungkapkan bahwa untuk saat ini sebaiknya untuk tidak terlalu bergantung pada ketersediaan vaksin Covid-19.

"Pertama belum ada vaksin yang terbukti hingga saat ini, yang kedua pengembangan vaksin membutuhkan waktu 15-20 tahun, dan karena teknologi dan kebutuhan jadi dipercepat," ujar Fajri dalam webinar Suara.com  bertajuk “Jibaku Tenaga Kesehatan & Satgas Tangani Covid-19 di Lapangan”, Jumat, (16/10/2020).

dr Muhammad Fajri Adda'i dalam webinar Suara.com bertajuk “Jibaku Tenaga Kesehatan & Satgas Tangani Covid-19 di Lapangan”, Jumat, (16/10/2020).
dr Muhammad Fajri Adda'i dalam webinar Suara.com bertajuk “Jibaku Tenaga Kesehatan & Satgas Tangani Covid-19 di Lapangan”, Jumat, (16/10/2020).

Fajri menjelaskan, bahwa di sejumlah negara tertentu memang ada beberapa vaksin yang telah diberikan untuk untuk penggunaan darurat. Namun, Fajri sekali lagi menggaris bawahi bahwa masih belum ada vaksin yang benar-benar efektif.

"Jadi hanya terbatas saja. Karena belum terbukti, jadi baru dua bulan, efek sampingnya belum terlalu banyak tapi efektivitasnya lumayan. Kita masih butuh data. Karena baru dua bulan belum terlihat manfaatnya, minimal 6 bulan," kata dia.

Fajri juga menambahkan, jika nanti vaksin memang telah tersedia, juga butuh waktu dan proses yang panjang agar semua bisa mendapatkannya. Seperti diketahui untuk bisa mencapai kekebalan kelompok butuh lebih dari 80 persen penduduk yang mendapatkan vaksin.

"Itu butuh waktu yang cukup panjang dan butuh dua kali penyuntikan, misal 80 persen populasi, 270 juta dan butuh 470 juta dosis. Artinya  vaksin terbaik saat ini protokol kesehatan pakai masker, jaga jarak dan lain lain" kata dia. 

Oleh sebab itu, Fajri kembali mengingatkan bahwa sebaiknya untuk lebih memprioritaskan pada masyarakat yang rentan. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fujifilm Ajukan Avigan Jadi Obat Covid-19 di Jepang, Akankah Ampuh?

Fujifilm Ajukan Avigan Jadi Obat Covid-19 di Jepang, Akankah Ampuh?

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:30 WIB

Selidiki Penanganan Pandemi, Polisi Grebek Rumah Sejumlah Pejabat Prancis

Selidiki Penanganan Pandemi, Polisi Grebek Rumah Sejumlah Pejabat Prancis

News | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:13 WIB

Kenali Gejala Long Covid-19, Termasuk Rambut Rontok dan Kebingungan!

Kenali Gejala Long Covid-19, Termasuk Rambut Rontok dan Kebingungan!

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Sambut HUT ke-15, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Gelar Donor Darah: Perkuat Kepedulian Terhadap Sesama

Sambut HUT ke-15, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Gelar Donor Darah: Perkuat Kepedulian Terhadap Sesama

Jogja | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Uang Melayang Setengah Miliar Lebih, Janji Lulus Kedokteran Unhas Ternyata Cuma Tipu-tipu

Uang Melayang Setengah Miliar Lebih, Janji Lulus Kedokteran Unhas Ternyata Cuma Tipu-tipu

Sulsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Jepang Stop Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan: Katanya Indonesia Bisa Tangani Sendiri

Jepang Stop Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan: Katanya Indonesia Bisa Tangani Sendiri

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Audisi Global Live Action Naruto Dibuka, Sutradara Ungkap Alasan Adaptasi

Audisi Global Live Action Naruto Dibuka, Sutradara Ungkap Alasan Adaptasi

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Sabun GIV Bengkuang Bisa Memutihkan Kulit? Ini Penjelasannya

Sabun GIV Bengkuang Bisa Memutihkan Kulit? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Auto Glowing! 5 Brightening Gel Cleanser Niacinamide Hempas Kulit Kusam

Auto Glowing! 5 Brightening Gel Cleanser Niacinamide Hempas Kulit Kusam

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Skor 2-0 untuk Prabowo atas Gibran: Siapa yang Lebih Siap Berlaga di Pilpres 2029?

Skor 2-0 untuk Prabowo atas Gibran: Siapa yang Lebih Siap Berlaga di Pilpres 2029?

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Antrean Mengular di SPBU Denpasar dan Badung, Polisi Turun Tangan, Gubernur Beri Penjelasan

Antrean Mengular di SPBU Denpasar dan Badung, Polisi Turun Tangan, Gubernur Beri Penjelasan

Bali | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:59 WIB

Israel Usir Pesawat Ethiopian Airlines karena Pilotnya Orang Indonesia

Israel Usir Pesawat Ethiopian Airlines karena Pilotnya Orang Indonesia

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:59 WIB

IHSG Anjlok dan 495 Saham Rontok, Analis Malah Sebut 'Diskon Besar'

IHSG Anjlok dan 495 Saham Rontok, Analis Malah Sebut 'Diskon Besar'

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:57 WIB

×