Jauh Lebih Berbahaya, Ini 4 Perbedaan Cara Penyebaran Covid-19 dengan Flu

Selasa, 10 November 2020 | 10:00 WIB
Jauh Lebih Berbahaya, Ini 4 Perbedaan Cara Penyebaran Covid-19 dengan Flu
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Jika seseorang tidak tahu bahwa mereka tertular Covid-19 karena tidak ada gejala apa pun, maka mereka tidak akan mengisolasi diri atau menghindari orang lain dan tanpa sadar dapat menyebarkan virus.

Ilustrasi influenza. [Shutterstock]

Para ahli mengatakan, sekitar 40 hingga 50 persen orang yang tertular Covid-19 tidak menunjukkan gejala. Meskipun ada beberapa kasus flu di mana orang tidak menunjukkan gejala, tetapi perbedaan utamanya terletak pada masa inkubasi Covid-19 lebih lama.

Profesor Marr menjelaskan, bagaimana masa inkubasi (waktu antara terpapar virus dan menunjukkan gejala atau tidak) hingga 14 hari untuk Covid-19, sedangkan penderita flu cenderung menunjukkan gejala dalam tiga hari.

3. Penyebaran virus lebih tinggi

Profesor Marr menguraikan bagaimana seseorang yang terjangkit flu musiman, rata-rata akan menularkan ke 1,3 orang lainnya. Tetapi orang yang terinfeksi Covid-19, penyebaran virus ini hampir dua kali lipat menjadi 2,5 orang.

Untuk mencegahnya, Profesor Marr menyoroti penggunaan masker penutup wajah dan jarak sosial yang tepat untuk membuat Covid-19 lebih sulit menyebar pada tingkat 2,5 orang.

4. Penularan Covid-19 berbeda pada anak-anak dibandingkan orang dewasa

Petinggi di King's College London, Inggris, menemukan bahwa anak-anak menunjukkan gejala Covid-19 yang berbeda dibandingkan dengan orang dewasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga mengatakan bahwa anak-anak adalah pendorong penting penularan virus influenza di masyarakat.

Baca Juga: Belanda dan Jerman Berjuang Basmi Wabah Flu Burung, Perlukah Kita Khawatir?

"Untuk virus Covid-19, data awal menunjukkan bahwa anak-anak kurang terpengaruh daripada orang dewasa dan tingkat serangan klinis pada kelompok usia 0-19 tahun rendah. Data awal lebih lanjut dari studi, penularan rumah tangga di China menunjukkan bahwa anak-anak terinfeksi dari orang dewasa, bukan sebaliknya," tulis WHO.

Namun WHO juga memperingatkan, jika menyangkut flu musiman, maka anak-anak diketahui lebih berisiko terkena infeksi parah.

Anak-anak di bawah usia 6 bulan berada pada risiko tertinggi komplikasi parah dari flu karena sistem kekebalan yang masih kurang berkembang dan lebih rapuh. Di sisi lain, mereka masih terlalu muda untuk diberikan suntikan vaksin flu.

Ilustrasi vaksin flu. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi vaksin flu. (Shutterstock)

Perempuan hamil, orang tua, dan orang yang memiliki kondisi kesehatan sebelumnya juga lebih berisiko terkena flu, sama seperti halnya dengan Covid-19.

Tetapi setidaknya untuk anak-anak, Covid-19 tampaknya tidak terlalu mempengaruhi karena risiko utama terlihat pada orang tua dan orang dengan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI