Awas! Virus Corona Bisa Bertahan di Permukaan Kulit Hingga Sembilan Jam

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 02 November 2020 | 18:00 WIB
Awas! Virus Corona Bisa Bertahan di Permukaan Kulit Hingga Sembilan Jam
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Banyak penelitian bahwa virus corona bisa bertahan di berbagai permukaan dengan rentang waktu yang berbeda.

Kini sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases pada Oktober itu menemukan bahwa COVID-19 bertahan di kulit manusia selama sembilan jam.

Sebaliknya, virus flu hanya hidup di kulit manusia selama 1,8 jam Temuan menunjukkan bahwa mungkin ada risiko penularan kontak yang lebih besar untuk COVID-19 daripada flu.

Dilansir dari Verywell Health, transmisi kontak terjadi ketika infeksi menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau permukaan yang terkontaminasi (juga dikenal sebagai fomite).

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

“Jika virus COVID-19 hidup lebih lama di kulit daripada flu, itu tidak berarti kita harus mencuci tangan lebih lama dari biasanya,” Silvia Gnass, PhD, Manajer Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Riverside University Health System.

“Mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik sudah cukup untuk menghilangkan virus [COVID-19] dari permukaan kulit.”

Meski ada kesamaan antara COVID-19 dan flu, seperti gejala dan cara mencegah penyebaran penyakitnya, namun disebabkan oleh virus yang berbeda. COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2 (virus korona). Sedanglan flu disebabkan oleh virus dalam keluarga influenza

Gnass mengatakan bahwa baik virus yang menyebabkan COVID-19 dan virus influenza dapat dinonaktifkan dalam waktu 15 detik menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol (juga disebut etanol atau etil alkohol).

Namun, keefektifan pembersih tangan tertentu tergantung pada kekuatan alkohol yang digunakan.

“Pembersih tangan harus memiliki kekuatan setidaknya 60 persen alkohol dan digunakan saat tangan tidak terlihat kotor atau berminyak,” kata Gnass.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Kulit: Makan Kacang Tidak Sebabkan Jerawat Tambah Banyak

Dokter Kulit: Makan Kacang Tidak Sebabkan Jerawat Tambah Banyak

Health | Senin, 02 November 2020 | 14:39 WIB

Gejalanya Mirip, Ini Bedanya Virus Corona Covid-19 dengan H1N1

Gejalanya Mirip, Ini Bedanya Virus Corona Covid-19 dengan H1N1

Health | Senin, 02 November 2020 | 14:15 WIB

Perawatan Covid-19 di Rumah Sakit Tingkatkan Infeksi Superbug Resisten Obat

Perawatan Covid-19 di Rumah Sakit Tingkatkan Infeksi Superbug Resisten Obat

Health | Senin, 02 November 2020 | 13:37 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB