alexametrics

Terkuak, Bakteri Dapat Bertahan di Stasiun Luar Angkasa Selama 1 Tahun

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Terkuak, Bakteri Dapat Bertahan di Stasiun Luar Angkasa Selama 1 Tahun
Ilustrasi bakteri. (Shutterstock)

Para ilmuwan menemukan bahwa bakteri dapat bertahan hidup di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama satu tahun penuh.

Suara.com - Para ilmuwan menemukan bahwa bakteri dapat bertahan hidup di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama satu tahun penuh. Ini prestasi bagi bakteri itu sendiri, mengingat radiasi UV, vakum, dan fluktuasi suhu yang sangat besar dapat mengancam kehidupan.

Para ahli menemukan spesies bakteri yang pertama kali ditemukan dalam kaleng daging masih aktif dan hidup, setelah setahun tinggal di platform yang dirancang khusus di luar modul bertekanan ISS.

Disebut Deinococcus radiodurans, para ilmuwan telah menyelidiki bakteri perkasa ini untuk sementara waktu. Pada 2015, tim internasional mendirikan misi Tanpopo di luar Japanese Experimental Module Kibo untuk menguji spesies bakteri yang kuat.

Namun sekarang, sel Deinococcus radiodurans telah mengalami dehidrasi dan dikirim ke ISS untuk ditempatkan di Exposed Facility, sebuah platform yang terus-menerus terpapar ke lingkungan luar angkasa. Dalam kasus ini, sel-sel tersebut berada di balik jendela kaca yang menghalangi sinar UV pada gelombang panjang yang lebih rendah dari 190 nanometer.

Baca Juga: Badan Antariksa Rusia Akan Buat Film di Stasiun Luar Angkasa

Ilustrasi stasiun luar angkasa internasional (ISS) [Shutterstock).
Ilustrasi stasiun luar angkasa internasional (ISS) [Shutterstock).

"Hasil dalam penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran mengenai masalah perlindungan planet. Misalnya, atmosfer Mars yang menyerap radiasi UV di bawah 190-200nm. Untuk meniru kondisi ini, pengaturan eksperimental kami di ISS menyertakan jendela kaca silikon dioksida," kata tim ilmuwan dari Austria, Jepang, dan Jerman, dalam penelitian terbaru.

Ini bukan waktu terlama Deinococcus radiodurans disimpan dalam kondisi seperti itu. Pada Agustus, para ahli meneliti sampel bakteri yang tertinggal di sana selama tiga tahun penuh.

Tetapi tim ilmuwan tidak melanjutkannya dan sebaliknya mencoba untuk mengungkap, apa yang membuat Deinococcus radiodurans mampu bertahan dalam kondisi ekstrem.

Setelah setahun mengalami radiasi, suhu beku, dan mendidih, para ilmuwan mendapatkan bakteri penjelajah angkasa kembali ke Bumi, baik rehidrasi di Bumi dan Orbit Rendah Bumi (LEO), dan membandingkan hasilnya.

Tingkat kelangsungan hidup jauh lebih rendah untuk bakteri LEO dibandingkan dengan versi kontrol, tetapi bakteri yang bertahan tampaknya baik-baik saja, bahkan jika ada perubahan sedikit dari sesama bakteri yang terikat di Bumi.

Baca Juga: Ilmuwan Konfirmasi Sinyal Radio Pertama dari Dalam Bimasakti

Tim menemukan bahwa bakteri LEO ditutupi dengan benjolan kecil atau vesikel di permukaan dan beberapa protein serta mRNA menjadi lebih melimpah. Tim tidak begitu yakin mengapa vesikel terbentuk, tetapi para ahli memiliki beberapa hipotesis.

Komentar