Lindungi Situs Apollo dari Misi Bulan Masa Depan, AS Buat UU Baru

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 07 Januari 2021 | 07:30 WIB
Lindungi Situs Apollo dari Misi Bulan Masa Depan, AS Buat UU Baru
Logo NASA. [Shutterstock]

Suara.com - Amerika Serikat memberlakukan undang-undang pertamanya untuk melindungi situs Apollo dari misi Bulan di masa depan.

Baik perusahaan Amerika dan entitas lain yang bekerja dengan NASA harus menaatinya. Undang-undang tersebut disahkan pada 31 Desember lalu.

"Saya telah lama menganjurkan pelestarian artefak Apollo, yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan ilmiah yang dalam, tidak hanya untuk Amerika Serikat tetapi untuk seluruh umat manusia," kata Rep. Eddie Bernice Johnson (D-TX), ketua House Committee on Science, Space and Technology.

Penting bagi NASA dan Amerika Serikat, dia menambahkan, untuk memimpin dalam mengarahkan perilaku yang bertanggung jawab di luar angkasa.

Apollo 11. [Shutterstock]
Apollo 11. [Shutterstock]

Undang-undang baru tersebut mengarahkan NASA untuk mewajibkan misi Bulan di masa depan di bawah lingkupnya. Selain itu, juga mematuhi serangkaian rekomendasi "praktik" yang dirancang pada 2011 untuk melindungi dan melestarikan nilai historis serta ilmiah dari situs Bulan pemerintah Amerika Serikat.

Rekomendasi tersebut membahas jalur yang harus diikuti oleh pesawat luar angkasa saat mendarat ke permukaan Bulan dan menetapkan "zona perlindungan", untuk menghindari gangguan yang disengaja atau tidak disengaja dari lokasi pendaratan Apollo.

Perusahaan komersial Amerika Serikat mana pun dan pihak lain yang mencari kontrak, hibah, atau perjanjian lain untuk aktivitas Bulan yang dilakukan oleh, untuk, atau dalam kemitraan dengan NASA harus setuju menjauhi situs tersebut agar memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan yang diminta.

Selain itu, Administrator NASA Jim Bridenstine juga menekankan perlindungan situs di dalam perjanjian Artemis Accords.

"Sebagai bagian dari perjanjian Artemis Accords yang ditandatangani dengan negara mitra, NASA telah menekankan bahwa melindungi situs yang secara historis signifikan sangat penting," kata Bridenstine, seperti dikutip Space.com pada Kamis (7/1/2021).

baca juga

Dirinya pun memuji para pemimpin undang-undang ini atas komitmen mereka untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan eksplorasi Bulan di masa depan dilakukan dengan aman dan transparan.

Artemis Accords yang hingga saat ini telah disetujui oleh sembilan negara juga mencakup pelestarian situs warisan manusia di antara sepuluh prinsip panduannya dalam program Artemis.

Undang-undang tersebut berlaku untuk perusahaan seperti Intuitive Machines, Astrobotic, dan Masten Space Systems, yang memiliki kontrak di bawah Commercial Lunar Payload Services NASA untuk mengirimkan muatan sains ke permukaan Bulan serta SpaceX, Blue Origin, dan Dynetics, yang mengembangkan sistem pendaratan manusia untuk program Artemis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Siap Berbagi Sampel Bulan dengan Negara Lain

China Siap Berbagi Sampel Bulan dengan Negara Lain

Tekno | Minggu, 27 Desember 2020 | 11:30 WIB

Butuh Tambahan 1 Miliar Dolar AS, NASA dan Eropa Akan Ambil Sampel Mars

Butuh Tambahan 1 Miliar Dolar AS, NASA dan Eropa Akan Ambil Sampel Mars

Tekno | Kamis, 24 Desember 2020 | 16:30 WIB

Dilengkapi AI, NASA Buat Robot Anjing Dikirim ke Mars

Dilengkapi AI, NASA Buat Robot Anjing Dikirim ke Mars

Tekno | Rabu, 23 Desember 2020 | 07:30 WIB

Rayakan Ulang Tahun Hubble, NASA Rilis 50 Gambar Baru Luar Angkasa

Rayakan Ulang Tahun Hubble, NASA Rilis 50 Gambar Baru Luar Angkasa

Tekno | Senin, 21 Desember 2020 | 17:30 WIB

Dear Penyuka Sherlock Holmes, Ada Sosok Dia dalam Penjelajah Mars NASA

Dear Penyuka Sherlock Holmes, Ada Sosok Dia dalam Penjelajah Mars NASA

Jakarta | Jum'at, 11 Desember 2020 | 08:15 WIB

Ada Penumpang Gelap di Penjelajah Mars NASA, Termasuk Sherlock Holmes

Ada Penumpang Gelap di Penjelajah Mars NASA, Termasuk Sherlock Holmes

Tekno | Jum'at, 11 Desember 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×