Risma Ada Benarnya, Pemanasan Global Bisa Picu Letusan Gunung Api

Liberty Jemadu

Rabu, 20 Januari 2021 | 13:29 WIB
Risma Ada Benarnya, Pemanasan Global Bisa Picu Letusan Gunung Api
Mensos Risma bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq memantau kondisi Gunung Semeru [Foto: Beritajatim]

Suara.com - Menteri Sosial, Tri Rismaharini menjadi bahan olok-olok di media sosial pada pekan ini, setelah ia mengatakan bahwa ada kemungkinan letusan gunung Semeru di Jawa Timur kemungkinan terjadi karena pemanasan global.

"Memang dampak global warming ini luar biasa. Mungkin lho ya, karena saya teorinya tidak tahu dan saya juga bukan ahlinya. Tapi karena ada gempa bumi, kemudian ada goyangan-goyangan di lempengan yang menyebabkan adanya erupsi Gunung Semeru dan sebagainya, kita tidak tahu. Tapi kita harus siap," kata Menteri Risma di Lumajang, seperti diwartakan Tempo.co pada Senin (18/1/2021).

Beberapa warganet, demi membaca analisis Risma itu, mengaku geli. Mereka mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara letusan gunung berapi dengan pemanasan global.

"Malu-maluin banget sih," tulis seorang pengguna Twitter, mengolok komentar Risma soal pemanasan global dan letusan gunung berapi.

Bencana global akibat Tambora

Para ilmuwan sejak dulu sudah mengetahui bahwa letusan gunung berapi bisa mempengaruhi iklim Bumi. Letusan Gunung Tambora di Lombok adalah salah satu contoh terkenal bagaimana letusan gunung berapi bisa mengubah iklim global.

Letusan Gunung Tambora pada April 1815 disebut telah membuat negara-negara di utara Katulistiwa tak bisa merasakan musim panas pada 1816.

Para ilmuwan sepakat bahwa sulfur dalam abu Tambora, yang memenui atmosfer Bumi, telah menghalangi sinar Matahari dan menyebabkan suhu global turun drastis.

Alhasil pertanian di India, China, Eropa, hingga Amerika Utara mengalami gagal panen parah. Ternak-ternak mati karena suhu dingin ekstrem. Kelaparan terjadi di mana-mana. Bahkan ada ilmuwan yang mengatakan bahwa Kaisar Prancis, Napoleon kalah perang di Waterloo gara-gara Tambora.

Ya, pemanasan global picu letusan gunung berapi

Nah, bagaimana dengan iklim, apakah bisa memicu letusan gunung?

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemanasan global dan mencairnya lapisan es bisa memicu letusan gunung berapi. Berdasarkan penelusuran ada dua penelitian, yakni pada 2013 dan 2017, yang telah menunjukkan bagaimanan pemanasan global bisa memicu letusan gunung berapi.

Penelitian di 2013, yang terbit di jurnal Geology, menemukan bahwa pemanasan global yang menyebabkan es mencair dan naiknya permukaan laut telah meningkatkan frekuensi letusan gunung api.

Marion Jegen, pakar geofisika dari pusat riset maritim Jerman, Geomar yang memimpin studi itu, mengatakan bahwa studi tersebut berbasis pada data hasil pengeboran laut di Amerika Selatan dan Tengah.

Hasil studi itu menunjukkan bahwa ribuan tahun silam, setiap kali Bumi mengalami pemanasan global akibat perubahan orbit, maka akan terjadi rentetan letusan gunung api.

Jegen dalam studi itu mengatakan bahwa pemanasan global menyebabkan lapisan es mencair di daratan, sehingga melepaskan tekanan pada gunung-gunung.

Tetapi akibat mencairnya es, volume air laut juga meningkat dan menambah tekanan pada kerak samudera. Naiknya tekanan pada kerak samudera inilah yang menyebabkan gunung-gunung berapi meletus dan memuntahkan laharnya.

Meski demikian Jegen mengatakan studinya itu meneliti pemanasan global yang terjadi akibat faktor alam, bukan karena aktivitas manusia. Jarak antara mulainya pemanasan globan ke letusan gunung dalam studi itu juga berlangsung sangat lama, hingga 2.500 tahun.

"Jadi jika manusia mengubah iklim sekalipun, tidak akan ada rentetan letusan gunung berapi dalam beberapa ratus tahun ke depan," kata dia.

Tetapi studi yang juga terbit di jurnal Geology pada Desember 2017 memperingatkan bahwa pemanasan global akibat ulah manusia saat ini bisa saja meningkatkan risiko letusan gunung berapi.

Graeme Swindles, pakar struktur dinamika Bumi pada Universitas Leeds, Inggris dalam penelitiannya di Islandia - sebuah negara dengan jumlah gunung berapi cukup tinggi di Eropa - juga menemukan bahwa pemanasan global dan mencairnya es bisa memicu letusan gunung api.

Dalam studinya Swindles menemukan bahwa saat Bumi lebih dingin dan sebagian besar permukaan planet kita tertutup es, maka jumlah letusan gunung api turun drastis. Meski pun ada letusan, tetapi skalanya sangat kecil.

Studi Swindles ini, yang menggunakan data geologis letusan gunung berapi di Islandia antara 5.500 sampai 4.500 tahun silam, menunjukkan bahwa lapisan es bisa meredam letusan gunung berapi karena ia menekan permukaan daratan, menutup kawah dan saluran tempat magma mengalir.

Tetapi ketika es mencair, maka letusan gunung api semakin sering terjadi dan dengan skala lebih besar.

"Setelah gletser mencair, maka tekanan atas daratan berkurang. Alhasil magma lebih mudah mengalir ke permukaan dan akhirnya terjadi erupsi," jelas Swindles.

Ia mengatakan jarak antara mulai terbentuknya es dan turunnya aktivitas gunung api sekitar 600 tahun. Sementara gap antara mulai mencairnya es dan meningkatnya aktivitas vulkanis lebih singkat dari itu.

"Karena es butuh waktu lebih lama untuk terbentuk ketimbang untuk mencair," jelas Swindles.

Ia memperingatkan bahwa meski pemanasan global dalam studinya di Islandia disebabkan oleh faktor lingkungan, tetapi pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia dewasa ini juga sudah menyebabkan mencairnya lapisan es di Bumi dalam jumlah yang sangat besar. Karenanya penting untuk mulai mengantisipasi meningkatnya letusan gunung berapi dalam waktu dekat. [Phys.org/Live Science/Scientific American]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Video Mensos Rela Menunggu Demi Bertemu Seskab Teddy Viral, Warganet Soroti Tata Birokrasi

Video Mensos Rela Menunggu Demi Bertemu Seskab Teddy Viral, Warganet Soroti Tata Birokrasi

Entertainment | Senin, 01 Juni 2026 | 11:00 WIB

Kemensos Jaring 700 Anak Jalanan dan Putus Sekolah untuk Masuk Sekolah Rakyat

Kemensos Jaring 700 Anak Jalanan dan Putus Sekolah untuk Masuk Sekolah Rakyat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:02 WIB

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Kekayaan Mensos Saifullah Yusuf, Berani Coret 11 Ribu Penerima Bansos karena Main Judol

Kekayaan Mensos Saifullah Yusuf, Berani Coret 11 Ribu Penerima Bansos karena Main Judol

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:35 WIB

Studi Ungkap Banyak Eksperimen Laut Salah Prediksi Dampak Pemanasan Global, Apa Dampaknya?

Studi Ungkap Banyak Eksperimen Laut Salah Prediksi Dampak Pemanasan Global, Apa Dampaknya?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:00 WIB

Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK

Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:27 WIB

Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi

Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:19 WIB

Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi

Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:26 WIB

Ke Majalengka, Gus Ipul Sosialisasi DTSEN dan Cek Perkembangan Sekolah Rakyat

Ke Majalengka, Gus Ipul Sosialisasi DTSEN dan Cek Perkembangan Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Xiaomi Perkuat Ekosistem AIoT, Hadirkan Watch S5, Buds 6 dan Smart Band 10 Pro

Xiaomi Perkuat Ekosistem AIoT, Hadirkan Watch S5, Buds 6 dan Smart Band 10 Pro

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:34 WIB

Baldur's Gate 2 Remake Diprediksi dalam Pengembangan, Bangkitkan Nostalgia

Baldur's Gate 2 Remake Diprediksi dalam Pengembangan, Bangkitkan Nostalgia

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:07 WIB

Xiaomi 17T Series Resmi Dijual Mulai 6 Juni, Ini Spesifikasi dan Harganya

Xiaomi 17T Series Resmi Dijual Mulai 6 Juni, Ini Spesifikasi dan Harganya

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:07 WIB

5 Kelebihan dan Kekurangan POCO X8 Pro Max: HP Gahar dengan Skor AnTuTu 2,8 Juta

5 Kelebihan dan Kekurangan POCO X8 Pro Max: HP Gahar dengan Skor AnTuTu 2,8 Juta

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp2 Juta dapat HP OPPO Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik Juni 2026

Rp2 Juta dapat HP OPPO Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik Juni 2026

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 18:15 WIB

3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS

3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:55 WIB

Desain Standout dan Harga Cuma Rp2 Jutaan, Infinix Hot 70 Cocok untuk Daily Entertainment

Desain Standout dan Harga Cuma Rp2 Jutaan, Infinix Hot 70 Cocok untuk Daily Entertainment

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:54 WIB

Spesifikasi Huawei Nova 16: Andalkan Chip Kirin Kencang, Pesaing POCO X8 Pro Max

Spesifikasi Huawei Nova 16: Andalkan Chip Kirin Kencang, Pesaing POCO X8 Pro Max

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:53 WIB

Oppo Find X10 Pro Max Diprediksi Usung Kamera 200 MP, Dukung Telefoto Makro

Oppo Find X10 Pro Max Diprediksi Usung Kamera 200 MP, Dukung Telefoto Makro

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:35 WIB

3 Pilihan HP Realme C100 Series Baterai Jumbo, Lengkap dengan Harga dan Kelebihannya

3 Pilihan HP Realme C100 Series Baterai Jumbo, Lengkap dengan Harga dan Kelebihannya

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:20 WIB