Ngeri! Ilmuwan Temukan 70 Ribu Virus Baru di Usus Manusia

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 01 Maret 2021 | 12:30 WIB
Ngeri! Ilmuwan Temukan 70 Ribu Virus Baru di Usus Manusia
Ilustrasi bakteri. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan mengidentifikasi lebih dari 70.000 virus, yang sebelumnya tidak pernah diketahui, di usus manusia dan menginfeksi bakteri yang hidup di sana.

Sayangnya, para ahli masih belum tahu bagaimana virus-virus tersebut memengaruhi tubuh manusia.

Mikrobioma usus atau komunitas mikroba yang dibawa dalam sistem pencernaan manusia, memainkan peran penting dalam pencernaan makanan dan mengatur sistem kekebalan.

Tetapi banyak penelitian juga mengaitkan ketidakseimbangan mikroba usus dengan kondisi kesehatan termasuk penyakit hati, obesitas, dan alergi.

Namun, sangat sedikit yang diketahui tentang mikrobioma. Dalam studi baru yang diterbitkan di jurnal Cell pada 18 Februari, sekelompok peneliti menggunakan metode yang disebut metagenomik untuk mengidentifikasi virus.

Metode ini melibatkan analisis semua materi genetik dari komunitas mikroba bersama-sama dan memetakan urutan individu yang ditemukan pada spesies tertentu.

Ilustrasi laboratorium (Unsplash)
Ilustrasi ilmuwan (Unsplash)

Para ahli menganalisis lebih dari 28.000 sampel mikrobioma usus yang diambil dari 28 negara.

Proses ini mengungkapkan genom lengkap untuk lebih dari 140.000 spesies virus yang hidup di usus manusia.

Meskipun banyak jenis virus hidup di usus, para ahli hanya berfokus pada virus yang dapat menginfeksi bakteri, yang disebut "bakteriofag" atau disingkat "fag".

baca juga

"Kami masih mencari tahu peran bakteriofag dalam kesehatan manusia. Mungkin aman untuk mengatakan bahwa mayoritas dari bakteriofag tidak berbahaya bagi kita dan hanya merupakan komponen integral dari mikrobiota tubuh kita," kata Luis Camarillo-Guerrero, lulusan PhD dari Wellcome Sanger Institute di Inggris.

Fag dapat memainkan peran sentral dalam mikrobioma usus. Misalnya, dengan memberikan sifat menguntungkan pada inang bakteri dan memengaruhi cara bakteri tersebut berkembang.

"Namun, ada kasus yang diketahui ketika fag berkontribusi pada penyakit, misalnya baik difteri, infeksi bakteri serius, dan botulisme, penyakit serius yang menyerang saraf tubuh, disebabkan oleh racun yang dikodekan oleh gen fag," tambah Camarillo-Guerrero, seperti dikutip dari Live Science, Senin (1/3/2021).

Ilustrasi kesehatan usus (Pixabay)
Ilustrasi usus (Pixabay)

Para ilmuwan menerbitkan genom dari virus yang menyerang bakteri ini dalam database baru yang disebut Gut Phage Database. Data-data itu dapat digunakan untuk memandu studi lebih lanjut tentang virus ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Terjadi pada Wanita, Ketahui 5 Fakta Tentang Infeksi Saluran Kemih

Sering Terjadi pada Wanita, Ketahui 5 Fakta Tentang Infeksi Saluran Kemih

Health | Selasa, 23 Februari 2021 | 19:00 WIB

Selain Menyehatkan Usus, Bisakah Suplemen Probiotik Menurunkan Berat Badan?

Selain Menyehatkan Usus, Bisakah Suplemen Probiotik Menurunkan Berat Badan?

Health | Selasa, 23 Februari 2021 | 15:30 WIB

Terungkap, Bahan Pendukung Kehidupan Awal di Batu Berusia 3,5 Miliar Tahun

Terungkap, Bahan Pendukung Kehidupan Awal di Batu Berusia 3,5 Miliar Tahun

Tekno | Selasa, 23 Februari 2021 | 14:00 WIB

Waduh! Suhu Meningkat, Badai Bermuda Jadi 2 Kali Lebih Kuat

Waduh! Suhu Meningkat, Badai Bermuda Jadi 2 Kali Lebih Kuat

Tekno | Minggu, 21 Februari 2021 | 07:00 WIB

Bad Mood Bisa Disebabkan Bakteri Jahat di Usus, Ini Solusi Memperbaikinya!

Bad Mood Bisa Disebabkan Bakteri Jahat di Usus, Ini Solusi Memperbaikinya!

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 09:35 WIB

Ilmuwan Skeptis Keberadaan Planet Kesembilan di Tata Surya

Ilmuwan Skeptis Keberadaan Planet Kesembilan di Tata Surya

Tekno | Kamis, 18 Februari 2021 | 11:30 WIB

Terkini

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB

Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui

Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Kesaksian Ahli BPOM di Sidang Richard Lee: Sanksinya Administratif, Bukan Pidana

Kesaksian Ahli BPOM di Sidang Richard Lee: Sanksinya Administratif, Bukan Pidana

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Seprai Bersih Bukan Cuma Soal Wangi, Begini Cara Merawatnya agar Tetap Awet

Seprai Bersih Bukan Cuma Soal Wangi, Begini Cara Merawatnya agar Tetap Awet

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:06 WIB

×