Waduh! Suhu Meningkat, Badai Bermuda Jadi 2 Kali Lebih Kuat

Minggu, 21 Februari 2021 | 07:00 WIB
Waduh! Suhu Meningkat, Badai Bermuda Jadi 2 Kali Lebih Kuat
Badai Fran. [Spaceplace.NASA]

Suara.com - Penelitian terbaru menunjukkan badai Bermuda memiliki kecepatan angin dua kali lebih kuat dari enam dekade lalu akibat kenaikan suhu laut di wilayah tersebut.

Dalam radius 100 kilometer dari Bermuda, kecepatan angin maksimum rata-rata badai meningkat dari 35 menjadi 73 mph antara 1955 dan 2019. Dengan kata lain, setara dengan peningkatan 6 mph setiap dekade.

Selama periode ini, suhu permukaan laut di wilayah tersebut juga meningkat hingga 1,1 derajat Celcius, menurut laporan Bermuda Atlantic Time Series (BATS).

Para ilmuwan tahu bahwa suhu permukaan laut yang lebih tinggi memicu siklon tropis yang lebih kuat.

Siklus Badai Tropis. [Spaceplace.NASA]
Siklus Badai Tropis. [Spaceplace.NASA]

Tetapi temuan baru menunjukkan bahwa suhu di bawah permukaan laut juga memainkan peran kunci dalam pembentukan badai ini.

"Penelitian kami menunjukkan relevansi yang lebih besar antara suhu laut bagian atas versus suhu permukaan laut saja dalam prediksi intensitas badai," kata Samantha Hallam, mahasiswa pascasarjana di University of Southampton, seperti dikutip dari Live Science, Minggu(21/2/2021).

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Research Letters, para ahli menemukan bahwa suhu bagian atas 50 meter dari kolom air, dapat digunakan untuk memprediksi intensitas badai dengan lebih akurat.

Suhu permukaan laut yang hangat menyebabkan udara panas dengan kelembapan naik ke atmosfer, menciptakan tekanan udara rendah di bawahnya.

Udara dari area sekitarnya kemudian ditarik untuk menggantikan titik bertekanan rendah.

Baca Juga: Ilmuwan Skeptis Keberadaan Planet Kesembilan di Tata Surya

Ini menciptakan putaran udara hangat yang naik menarik udara yang lebih dingin dan menyebabkan kecepatan angin meningkat.

Menurut NASA, udara yang naik dan kaya kelembaban mendingin serta air di dalamnya membentuk awan yang mulai berputar di udara ke atas.

Selama proses pembentukan ini, panas dari laut hilang ke atmosfer dan permukaan air menjadi dingin. Tetapi jika air di bawahnya juga hangat, air yang lebih hangat akan naik ke permukaan karena kurang padat.

Pada akhirnya, itu akan melanjutkan proses pembentukan badai.

Mekanisme tersebut mungkin menjadi alasan utama mengapa badai menjadi lebih kuat selama beberapa dekade terakhir.

Awan Cumulonimbus. [Spaceplace.NASA]
Awan Cumulonimbus. [Spaceplace.NASA]

Dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari situs Bermuda Atlantic Time-series Study (BATS) Hydrostation S, para ilmuwan menganalisis perubahan suhu di seluruh 300 meter puncak kolom air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI