alexametrics

Siap-siap! Huawei Akan Minta Royalti untuk Teknologi 5G

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Siap-siap! Huawei Akan Minta Royalti untuk Teknologi 5G
Logo Huawei. [Shutterstock]

Huawei akan meminta royalti dari produsen smartphone 5G.

Suara.com - Huawei akan meminta royalti dari produsen smartphone 5G demi menambah pemasukan akibat sanksi yang diberikan pemerintah Amerika Serikat.

Raksasa teknologi asal China ini mengklaim telah memiliki lebih dari 100.000 paten aktif dan diperkirakan perusahaan memiliki portofolio IP 5G terbesar di dunia.

Dikutip dari TechRadar, Kamis (18/3/2021), Huawei mengatakan bakal mengambil royalti dari para pesaingnya di bawah pemegang paten lain seperti Ericsson, Nokia, dan Qualcomm.

Mereka akan menerima jatah sebesar 2,5 dolar AS atau Rp 36 ribu untuk satu perangkat.

Baca Juga: Lebih Dekat Bocoran Desain Huawei P50 dan P50 Pro

Penerapan tarif ini diharapkan dapat merangsang pasar 5G dan mengurangi persaingan di masa depan.

Sebagaimana diketahui, Nokia juga mematok tarif untuk perangkat 5G dengan harga 3 dolar AS (sekitar Rp 43 ribu) untuk tiap perangkat.

Ilustrasi ponsel 5G. [Shutterstock]
Ilustrasi ponsel 5G. [Shutterstock]

Dari sana, Huawei diperkirakan bakal menghasilkan sekitar 1,3 miliar dolar AS atau Rp 18,7 triliun untuk perangkat 5G yang sudah hadir sejak 2019 hingga 2021.

"Huawei telah menjadi kontributor terbesar untuk standar 5G, dan mengikuti prinsip adil, wajar, dan non-diskriminatif (fair, reasonable and non-discriminatory/FRAND) dalam hal lisensi paten," kata Jason Ding selaku Kepala Departemen Hak Kekayaan Intelektual Huawei.

“Kami berharap royalti yang kami umumkan akan meningkatkan adopsi 5G dengan memberi pelaksana 5G struktur biaya yang lebih transparan yang akan menginformasikan keputusan investasi mereka di masa mendatang,” tambahnya.

Baca Juga: China Kecam Pemerintah Amerika Serikat atas Kebijakan Pemblokiran Huawei

Komentar