Duh! Ilmuwan Ungkap 3 Juta Masker Penutup Wajah Dibuang Setiap Menit

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 22 Maret 2021 | 16:00 WIB
Duh! Ilmuwan Ungkap 3 Juta Masker Penutup Wajah Dibuang Setiap Menit
ilustrasi masker (stocksnap.io)

Suara.com - Penggunaan masker penutup wajah sangat penting di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), tapi dampak lingkungan yang mengejutkan dari masker penutup wajah sekali pakai mulai terlihat.

Tim ilmuwan dari Denmark mengungkapkan bahwa manusia membuang 129 miliar masker penutup wajah di seluruh dunia setiap bulannya.

Dengan kata lain, sebanyak 3 juta masker penutup wajah terbuang setiap menit.

Sebagian besar masker penutup wajah ini terbuat dari plastik dan sekali pakai. Jenis masker ini telah diproduksi massal dalam skala besar sejak dimulainya pandemi.

Para ahli dari University of Southern Denmark, belum bisa menyimpulkan apa pun karena data yang ada masih belum cukup, tetapi masker penutup wajah ini akan berdampak berbahaya bagi lingkungan.

Masker penutup wajah sekali pakai terbuat dari serat mikro plastik yang tidak dapat terurai secara hayati. Ketika rusak, bahan itu akan menjadi partikel mikro dan nano yang masuk ke ekosistem.

Ilustrasi Masker (Pexels/Anna)
Ilustrasi Masker (Pexels/Anna)

Pada akhirnya, partikel tersebut akan terbawa ke sungai, danau, dan lautan yang berdampak pada kehidupan laut.

Ketika terurai di lingkungan, jenis masker penutup wajah tersebut dapat melepaskan lebih banyak plastik berukuran mikro, dengan proses yang lebih mudah dan lebih cepat dari plastik curah seperti kantong plastik.

"Dengan meningkatnya laporan tentang pembuangan masker yang tidak tepat, sangat penting untuk mengenali potensi ancaman lingkungan ini dan mencegahnya menjadi masalah plastik berikutnya," tulis para ilmuwan dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah Frontiers of Environmental Science & Engineering.

baca juga

Mengingat para ahli belum dapat menghitung dampak yang ditimbulkan oleh masker penutup wajah, tim ilmuwan belum dapat memberikan cara tepat untuk mengatasi polusi masker ini.

"Seperti sampah plastik lainnya, masker sekali pakai juga dapat menumpuk dan melepaskan zat kimia dan biologi berbahaya, seperti bisphenol A, logam berat, serta mikro-organisme patogen," kata Elvis Genbo Xu, ahli toksikologi lingkungan, dikutip dari Metro, Senin (22/3/2021).

Menurutnya, ini mungkin menimbulkan dampak merugikan tidak langsung pada tumbuhan, hewan, dan manusia.

Namun, para ahli memberikan beberapa saran yang dapat dilakukan untuk menghentikan masalah tersebut.

Pertama, tim ilmuwan menyarankan setiap kota dan desa setempat untuk menyiapkan tempat sampah khusus masker penutup wajah sekali pakai agar dapat dikumpulkan dengan aman.

Kemudian, petugas kebersihan harus membuat pedoman standar yang ketat untuk mengelola limbah masker.

Kedua, masyarakat harus segera beralih dari membeli masker penutup wajah sekali pakai menjadi masker penutup wajah berbahan kain yang dapat dicuci dan digunakan kembali.

Pekerja memasang tempat sampah khusus untuk membuang masker bekas di pinggir jalan arteri di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (12/5).  [ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani]
Pekerja memasang tempat sampah khusus untuk membuang masker bekas di pinggir jalan. [ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani]

Terakhir, produsen masker harus memprioritaskan pengembangan masker yang dapat terurai secara hayati sehingga limbah masker ini tidak menjadi bom waktu untuk lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fosil Lalat Berusia 47 Juta Tahun Ini Masih Simpan Makanan dalam Perut

Fosil Lalat Berusia 47 Juta Tahun Ini Masih Simpan Makanan dalam Perut

Tekno | Senin, 15 Maret 2021 | 14:30 WIB

Para Ilmuwan Pecahkan Misteri Cara Kerja Komputer Tertua di Dunia

Para Ilmuwan Pecahkan Misteri Cara Kerja Komputer Tertua di Dunia

News | Sabtu, 13 Maret 2021 | 14:04 WIB

Takut Spesies Bumi Punah, Ilmuwan Berencana Bangun Bank Benih di Bulan

Takut Spesies Bumi Punah, Ilmuwan Berencana Bangun Bank Benih di Bulan

Tekno | Jum'at, 12 Maret 2021 | 15:00 WIB

Animal X Dikhawatirkan Sembunyikan Virus Mematikan dan Picu Pandemi Baru

Animal X Dikhawatirkan Sembunyikan Virus Mematikan dan Picu Pandemi Baru

Tekno | Jum'at, 12 Maret 2021 | 08:30 WIB

Manusia Punya Kemiripan dengan Makhluk Aneh dari 550 Juta Tahun Lalu?

Manusia Punya Kemiripan dengan Makhluk Aneh dari 550 Juta Tahun Lalu?

Tekno | Rabu, 10 Maret 2021 | 08:35 WIB

Musnahkan Kehidupan, Ilmuwan Prediksi Oksigen Menurun dalam 1 Miliar Tahun

Musnahkan Kehidupan, Ilmuwan Prediksi Oksigen Menurun dalam 1 Miliar Tahun

Tekno | Selasa, 09 Maret 2021 | 07:30 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×