Koin Abad ke-17 Ditemukan, Ungkap Misteri Perampokan Bajak Laut Paling Keji

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 14 April 2021 | 09:30 WIB
Koin Abad ke-17 Ditemukan, Ungkap Misteri Perampokan Bajak Laut Paling Keji
Henry Every. [Wikimedia]

Suara.com - Penemuan koin abad ke-17 telah mengungkapkan misteri perampokan bajak laut paling keji yang pernah tercatat dalam sejarah.

Pada 2014, seorang pendeteksi logam menemukan koin Arab abad ke-17 tersebut di sebuah kebun di Rhode Island.

Tahun-tahun berikutnya, pemburu harta karun lainnya di seluruh New England menemukan lebih banyak koin Arab dari periode waktu yang sama.

Namun, penemuan tersebut menimbulkan pertanyaan karena pemukim Eropa awal tidak terlibat dalam perdagangan dengan pedagang dari dunia Arab dan mempertanyakan bagaimana koin tersebut bisa ditemukan di sana.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh sejarawan amatir Jim Bailey menghubungkan penemuan ini sekaligus memecahkan misteri tentang perampokan bajak laut.

Bailey menemukan koin abad ke-17 yang pertama, yang dicetak di Yaman pada 1693 di kebun buah-buahan dua tahun setelah ia menemukan sejumlah koin era kolonial lainnya.

Koin kuno dari abad ke-17. [American Numismatic Society]
Koin kuno dari abad ke-17. [American Numismatic Society]

Koin Arab yang baru ditemukan dapat membuktikan bahwa kapten bajak laut terkenal Henry Every pernah menginjakkan kaki di New England setelah menghilang pada 1696.

Setelah Bailey menemukan koin pertama, pendeteksi logam lainnya menemukan sepuluh koin serupa di Massachusetts, tiga di Rhode Island, dan dua di Connecticut.

Seseorang bahkan menemukan koin di North Carolina, di mana Every diduga mendarat dengan kru kapalnya setelah menyamar sebagai pedagang budak.

baca juga

Henry Every merupakan salah satu perompak Inggris abad ke-17 yang paling terkenal, bertugas di Royal Navy dan di kapal bajak serta budak sebelum beralih ke perampokan pada 1691.

Ketika Every dan rekan-rekannya mulai merampok, ia berhasil menjelajahi tiga kapal di dekat Kepulauan Cape Verde sebelum membidik target yang lebih besar.

Pada 7 September 1695, Every memimpin kapalnya, Facncy, ke Laut Merah untuk merampok Ganj-i-Sawai, yang merupakan kapal milik Kaisar India Aurangzeb.

Pada saat itu, kapal tersebut membawa peziarah Muslim kembali ke India dari Mekah dan kapal tersebut juga membawa jutaan dolar emas serta perak.

Saat Every dan timnya menyerbu kapal, ia menyerang banyak lelaki dan memperkosa perempuan.

"Tindakan tersebut memaksa beberapa dari mereka (istri dan perawat) bunuh diri untuk mencegah suami melihat mereka ditiduri," tulis Douglas R. Burgess Jr. dalam artikel Cambridge University Press 2009.

Dilansir dari Smithsonian Mag, Rabu (14/4/2021), setelahnya Every melarikan diri ke Bahama, di mana kapalnya dijual atau dihancurkan.

Henry Every. [Wikimedia]
Henry Every. [Wikimedia]

Pemerintah Mughal tidak menganggap enteng perampokan tersebut, sehingga membalasnya dengan menutup banyak pos perdagangan Perusahaan Hindia Timur Inggris di India.

Tak hanya itu, William III juga memberikan hadiah yang cukup besar kepada siapa saja yang dapat menangkap Every dan kaki tangannya.

Pada akhirnya, banyak kru Every yang ditangkap, digantung atau dibuang.

Sejarawan hanya memiliki bukti bahwa pejabat saat itu berhasil menangkap enam awak Every di dekat pantai Irlandia pada 1696, tetapi kaptennya sendiri tidak dapat ditemukan.

Namun sekarang, penelitian Bailey dapat memberikan bukti bahwa bajak laut terkenal pernah menginjakkan kaki di Amerika Utara, di mana ia berpura-pura menjadi pedagang budak pada tahun 1690-an dengan menangkap tawanan kulit hitam.

Catatan juga menunjukkan bahwa Every dan krunya memperoleh kapal baru, Sea Flower, yang berlabuh di Newport, Rhode Island, dengan sekitar 48 orang yang diperbudak pada 1696.

Pemburu harta karun. [WIkimedia]
Pemburu harta karun. [WIkimedia]

Bailey menambahkan bahwa bagian paling berharga dari penjelajahan adalah menemukan barang-barang yang menarik dan kisah di baliknya, bukan mengambil untung dari penemuan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Ungkap Temuan Koin Kuno di Bondowoso Dijadikan Pelengkap Ritual

Peneliti Ungkap Temuan Koin Kuno di Bondowoso Dijadikan Pelengkap Ritual

Malang | Kamis, 07 Januari 2021 | 14:21 WIB

Jumlah Pengunjung Wisata Bajak Laut 2 Menurun di Masa Liburan

Jumlah Pengunjung Wisata Bajak Laut 2 Menurun di Masa Liburan

Jatim | Minggu, 03 Januari 2021 | 08:53 WIB

Koin China dari Abad Pertengahan Ditemukan di Inggris

Koin China dari Abad Pertengahan Ditemukan di Inggris

Tekno | Jum'at, 01 Januari 2021 | 17:00 WIB

Sejarah Pasang Surut Bajak Laut Barbary dan Perbudakan Orang Kulit Putih

Sejarah Pasang Surut Bajak Laut Barbary dan Perbudakan Orang Kulit Putih

Your Say | Selasa, 01 Desember 2020 | 15:14 WIB

Lagi Asyik Bakar Sampah, Pria Ini Kaget Temukan Puluhan Koin Kuno VOC

Lagi Asyik Bakar Sampah, Pria Ini Kaget Temukan Puluhan Koin Kuno VOC

Kalbar | Sabtu, 26 September 2020 | 18:17 WIB

Berkaitan Dengan Bisnis dan Usaha, Ini Arti Mimpi Bertemu Bajak Laut

Berkaitan Dengan Bisnis dan Usaha, Ini Arti Mimpi Bertemu Bajak Laut

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2020 | 06:25 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×