Butuh 150 Tahun, Misteri Buaya Bertanduk Punah Akhirnya Terungkap

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Minggu, 02 Mei 2021 | 15:30 WIB
Butuh 150 Tahun, Misteri Buaya Bertanduk Punah Akhirnya Terungkap
Ilustrasi buaya. (Pixabay/gayulo)

Suara.com - Para ilmuwan akhirnya memecahkan misteri tentang buaya bertanduk yang telah punah setelah hampir 150 tahun kontroversi.

Buaya bertanduk yang punah (Voay robustus) merupakan hewan endemik Madagaskar sejak 9.000 tahun lalu dan hidup 1.300 hingga 1.400 tahun lalu.

Pertama kali ditemukan pada 1872, binatang ini dinamai sesuai dengan tanduk khas yang ditemukan di tengkoraknya.

Sejak penemuannya, buaya ini diklasifikasikan dalam beberapa famili yang berbeda, disalahartikan sebagai spesies lain, dan bahkan diberi beberapa nama berbeda, tanpa asal usul evolusioner yang jelas.

Dalam studi baru, para peneliti dari American Museum of Natural History (AMNH) di New York City, menggunakan analisis DNA untuk menjelaskan reptil misterius ini dan menentukan apakah hewan ini termasuk dalam kelompok yang unik.

"DNA mereka akan memberitahu kita tentang kisah mereka," kata Evon Hekkala, rekan AMNH di Fordham University, dikutip dari Live Science, Minggu (2/5/2021).

Buaya bertanduk. [Amnh]
Buaya bertanduk. [Amnh]

Buaya bertanduk tidak memiliki tubuh yang besar, tetapi tengkorak hewan tersebut menunjukkan bahwa buaya itu adalah hewan yang kuat.

"Kami tidak menemukan kerangka lengkap, tetapi hewan ini tidak terlalu panjang. Berdasarkan ukuran tengkoraknya, ukuran keseluruhannya mungkin mirip dengan buaya Nil (Crocodylus niloticus)," tambah Hekkala.

Para ahli mengatakan, kemungkinan hewan tersebut punah dikarenakan kedatangan buaya Nil atau kehadiran pertama manusia di Madagaskar hingga 2.500 tahun lalu. Namun, perubahan iklim alami juga mungkin berperan.

baca juga

Catatan fosil yang terbatas dan sejarah ekologi Madagaskar yang tidak lengkap, menjadi penyebab mengapa para ahli butuh 150 tahun untuk menganalisis buaya bertanduk dan menempatkannya dalam kelompok evolusinya sendiri.

Ketika buaya bertanduk pertama kali ditemukan, para ilmuwan mengklasifikasikannya sebagai buaya asli dan diberi nama Crocodylus robustus.

Kebingungan atas spesies ini terjadi pada tahun 1910 ketika ilustrasi populer tentang bagaimana rupa buaya bertanduk dirilis dalam sebuah artikel ilmiah.

Sayangnya, gambar itu sebenarnya menggambarkan buaya Nil zaman modern, tetapi itu justru memperkuat teori bahwa buaya bertanduk adalah buaya asli. Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa buaya bertanduk mungkin nenek moyang buaya Nil.

Penemuan buaya bertanduk. [Nature.com]
Penemuan buaya bertanduk. [Nature.com]

Topik ini tetap menjadi perdebatan umum hingga 2007, ketika para peneliti menganalisis tengkorak fosil buaya bertanduk untuk mengungkapkan perbedaan fisiologisnya.

Buaya bertanduk tersebut juga diberi nama genus baru yaitu Voay yang berarti "buaya" dalam bahasa Malagasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanaman Ini Bermanfaat Disimpan di Kamar Mandi

Tanaman Ini Bermanfaat Disimpan di Kamar Mandi

Bogor | Senin, 12 April 2021 | 15:43 WIB

Buaya Liar Ini Terjerat Ban Bekas Selama Lima Tahun

Buaya Liar Ini Terjerat Ban Bekas Selama Lima Tahun

Foto | Senin, 12 April 2021 | 08:36 WIB

6 Hari Hilang, Korban Diterkam Buaya di Paser Ditemukan Tewas

6 Hari Hilang, Korban Diterkam Buaya di Paser Ditemukan Tewas

Kaltim | Minggu, 11 April 2021 | 14:21 WIB

Nekat! Bapak ini Santai Banget Jalan di Kolam Buaya, Bikin Publik Deg-degan

Nekat! Bapak ini Santai Banget Jalan di Kolam Buaya, Bikin Publik Deg-degan

Hits | Jum'at, 09 April 2021 | 14:46 WIB

Buaya Berenang di Pantai Torpedo Agam, Pengunjung Heboh

Buaya Berenang di Pantai Torpedo Agam, Pengunjung Heboh

Sumbar | Kamis, 08 April 2021 | 19:12 WIB

Pilot Bertahan Hidup Sendirian Selama 36 Hari Usai Pesawat Jatuh di Amazon

Pilot Bertahan Hidup Sendirian Selama 36 Hari Usai Pesawat Jatuh di Amazon

News | Kamis, 08 April 2021 | 10:41 WIB

Terkini

Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?

Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:00 WIB

Kecelakaan Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Sopir Truk Galon Air Jadi Tersangka

Kecelakaan Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Sopir Truk Galon Air Jadi Tersangka

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:53 WIB

InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%

InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:48 WIB

4 Jenazah Korban Kecelakaan Sibolangit Sudah Diambil Keluarga

4 Jenazah Korban Kecelakaan Sibolangit Sudah Diambil Keluarga

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:37 WIB

Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026

Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:36 WIB

Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026

Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:30 WIB

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Bedak Warna Apa? 4 Shade Ini Dijamin Bikin Flawless

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Bedak Warna Apa? 4 Shade Ini Dijamin Bikin Flawless

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:30 WIB

Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut

Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut

Jogja | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:23 WIB

Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura

Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:23 WIB

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:15 WIB

×