Terungkap! Alasan Mengapa Gambar Satelit Palestina Israel Tidak Jelas

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 18 Mei 2021 | 15:30 WIB
Terungkap! Alasan Mengapa Gambar Satelit Palestina Israel Tidak Jelas
Gambar satelit Palestina Israel. [Twitter]

Suara.com - Gambar atau citra satelit Palestina dan Israel tidak dapat terlihat dengan jelas atau buram.

Pepohonan dan mobil di Kota Gaza hanya akan tampak seperti percikan yang kabur di layar dan bangunan pun sulit dilihat dengan jelas.

Kelangkaan citra satelit beresolusi tinggi ini telah menjadi masalah bagi para analis dan jurnalis yang ingin memahami konflik dan kehancuran yang sedang terjadi di wilayah tersebut saat ini.

"Tidak masuk akal bahwa Google (dan Bing bahkan Yandex) menolak untuk memberikan citra satelit yang tidak buram untuk beberapa tempat terpadat di Bumi dan sering terkena serangan udara Israel," tulis Aric Toler dari situs jurnalisme investigasi Bellingcat.

Toler menambahkan bahwa gambar Google Earth terbaru berasal dari tahun 2016 dan terlihat sangat tidak baik.

Kelangkaan citra satelit beresolusi tinggi Palestina dan Israel bukanlah masalah kurangnya teknologi, tetapi akibat dari undang-undang yang kurang dikenal di Amerika Serikat.

Gambar satelit Palestina Israel. [Twitter]
Gambar satelit Palestina Israel. [Twitter]

Disebut sebagai Kyl-Bingaman Amendment (KBA), undang-undang tersebut melarang merilis citra satelit rinci Israel oleh badan-badan Amerika Serikat.

Dengan kata lain, perusahaan berbasis Amerika Serikat tidak diizinkan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan citra Palestina dan Israel.

Undang-undang tidak secara eksplisit menyebutkan Palestina, tetapi ini telah diterapkan ke wilayah Palestina seperti Gaza dan West Bank.

baca juga

Dilansir dari IFL Science, Selasa (18/5/2021), Palestina dan Israel adalah satu-satunya lokasi di dunia di mana hukum semacam itu diterapkan.

Tidak pernah dijelaskan bagaimana hukum ini muncul, tetapi banyak yang berpendapat bahwa itu dilakukan untuk mendukung "masalah keamanan" bagi Israel.

Para ahli lain berpendapat bahwa KBA sengaja melakukan penyensoran untuk menyembunyikan tindakan Israel terhadap Palestina, seperti pembongkaran rumah.

Karena undang-undang tersebut hanya berlaku di Amerika Serikat, perusahaan di negara lain telah mengambil gambar satelit di wilayah tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Namun, karena pasar komersial untuk citra satelit didominasi oleh Amerika Serikat, sebagian besar citra yang tersedia untuk umum dan tersebar adalah gambar berkualitas rendah.

KBA sendiri menjadi momok bagi komunitas ilmiah, mulai dari ilmuwan iklim hingga arkeolog, yang menginginkan pertukaran informasi terbuka untuk penelitian.

Menghadapi penolakan ini, larangan KBA dicabut pada Juli 2020, tetapi sayangnya banyak citra satelit yang tersedia secara luas di wilayah tersebut masih memiliki kualitas yang relatif rendah.

Ilustrasi aplikasi Google Earth pada sebuah ponsel. [Shutterstock]
Ilustrasi aplikasi Google Earth pada sebuah ponsel. [Shutterstock]

Menurut laporan BBC, Apple mengklaim saat ini sedang bekerja untuk memperbarui citra satelitnya di wilayah tersebut.

Sementara itu, Google mengatakan kemungkinan akan memperbarui platform setelah citra dengan resolusi lebih tinggi tersedia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambil Menahan Tangis, UAS Ungkap Alasan Allah Tak Binasakan Israel

Sambil Menahan Tangis, UAS Ungkap Alasan Allah Tak Binasakan Israel

Video | Selasa, 18 Mei 2021 | 11:39 WIB

WHO: Petugas Kesehatan di Wilayah Konflik Palestina Israel Harus Dilindungi

WHO: Petugas Kesehatan di Wilayah Konflik Palestina Israel Harus Dilindungi

Health | Selasa, 18 Mei 2021 | 11:12 WIB

Dukung Palestina, Emak-emak hingga Ojol Bakal Geruduk Kedubes AS Siang Ini

Dukung Palestina, Emak-emak hingga Ojol Bakal Geruduk Kedubes AS Siang Ini

News | Selasa, 18 Mei 2021 | 10:53 WIB

Kecam Penyerangan Israel ke Palestina, HMI Serang Gelar Aksi Teatrikal

Kecam Penyerangan Israel ke Palestina, HMI Serang Gelar Aksi Teatrikal

Banten | Selasa, 18 Mei 2021 | 10:29 WIB

Video Cak Nun Ajak Umat Islam Tak Benci Israel dan Yahudi, Alasan Bijak!

Video Cak Nun Ajak Umat Islam Tak Benci Israel dan Yahudi, Alasan Bijak!

Hits | Selasa, 18 Mei 2021 | 09:59 WIB

Terkini

3 Pilihan HP Samsung Rp2 Jutaan dengan RAM dan Kamera Terbaik

3 Pilihan HP Samsung Rp2 Jutaan dengan RAM dan Kamera Terbaik

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:42 WIB

Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026

Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:31 WIB

6 HP Mulai Rp1 Jutaan dengan Kamera Ultrawide Jernih, Hasil Foto Luas dan Tajam

6 HP Mulai Rp1 Jutaan dengan Kamera Ultrawide Jernih, Hasil Foto Luas dan Tajam

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:09 WIB

Galaxy S26 Ultra Jadi Andalan Bernadya, Ini Rahasia Mengabadikan Momen Kreatif Tanpa Takut Terlewat

Galaxy S26 Ultra Jadi Andalan Bernadya, Ini Rahasia Mengabadikan Momen Kreatif Tanpa Takut Terlewat

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:32 WIB

6 Tips Memilih HP Rp1 Jutaan Terbaik agar Tak Salah Beli di 2026

6 Tips Memilih HP Rp1 Jutaan Terbaik agar Tak Salah Beli di 2026

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:55 WIB

Lenovo Bawa Solusi AI End-to-End ke Indonesia, Siap Percepat Transformasi Digital Perusahaan

Lenovo Bawa Solusi AI End-to-End ke Indonesia, Siap Percepat Transformasi Digital Perusahaan

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:35 WIB

5 HP dengan Baterai 6000 mAh Cuma Rp1 Jutaan, Awet Seharian Tanpa Khawatir Lowbat

5 HP dengan Baterai 6000 mAh Cuma Rp1 Jutaan, Awet Seharian Tanpa Khawatir Lowbat

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:10 WIB

Komdigi Bongkar 9.263 Kasus Pembajakan Digital, Situs Ilegal Jadi Ancaman Terbesar Industri Kreatif

Komdigi Bongkar 9.263 Kasus Pembajakan Digital, Situs Ilegal Jadi Ancaman Terbesar Industri Kreatif

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:14 WIB

47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 19 Juni 2026: Ambil Paket VIP Sebelum Berburu Del Piero Murah

47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 19 Juni 2026: Ambil Paket VIP Sebelum Berburu Del Piero Murah

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:50 WIB

BABYMONSTER Jadi Wajah Baru Oppo Reno16 Series, Intip Fitur AI dan Kameranya

BABYMONSTER Jadi Wajah Baru Oppo Reno16 Series, Intip Fitur AI dan Kameranya

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:38 WIB