Keamanan Sistem SMS Bencana BMKG Perlu Diperketat

Liberty Jemadu

Jum'at, 28 Mei 2021 | 12:14 WIB
Keamanan Sistem SMS Bencana BMKG Perlu Diperketat
BMKG Sebar SMS Jawa - Bali Diguncang Gempa 8,5 SR 4 Juni 2021

Suara.com - Sistem SMS bencana Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perlu pengamanan lebih ketat agar tidak disalahgunakan serta memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Anjuran ini disampaikan pakar keamanan siber dari CISSReC, Pratama Persadha, terkait tersebarnya SMS tsunami dari BMKG pada Kamis (27/5/2021). Isi SMS itu menyebut adanya potensi tsunami di NTT hingga Jawa akibat gempa magnitudo 8,5. Padahal kemarin tak ada gempa di lokasi yang dimaksud.

"Sangat berbahaya bila ada SMS mengatasnamakan lembaga pemerintah bisa tersebar luas ternyata salah kirim atau palsu. Jadi, diseminasi informasi lembaga negara baik lewat SMS maupun lewat platform lain harus benar-benar diamankan," kata Pratama seperti dilansir dari Antara.

BMKG sendiri telah memastikan ada kesalahan sistem dalam insiden tersebut dan akan melakukan penyelidikan. Pratama sendiri mengajurkan agar dilakukan audit forensik.

"Tentu sulit menebak-nebak penyebabnya, misalnya karena peretasan pada sistem BMKG atau peretasan pada server pemilik layanan SMS blast atau ada kesalahan sistem maupun human error," kata Pratama.

Oleh karena itu, dia memandang perlu melakukan audit forensik digital lebih dalam, tidak hanya BMKG, tetapi juga pihak-pihak yang memproses SMS blast ini. Masalahnya, letak error atau celah keamanan bisa di mana saja.

Bila ada maintenance atau pengetesan, lanjut dia, seharusnya proses update atau perbaikan sistem dilakukan di server uji coba lebih dahulu sebelum ke live server.

Dengan demikian, kalau terjadi masalah tidak berefek ke live systems. Setelah yakin berhasil di server testing, kata Pratama, baru bisa diimplementasikan ke live server.

Dikatakan pula bahwa jika dilihat lebih teliti, misalnya ada maintenance atau masalah sistem yang lain, seharusnya tidak akan sampai terkirim SMS blast dengan sendirinya. Oleh karena itu, layanan SMS blast juga harus dicek sistem log-nya siapa yang telah mengirimkan SMS tersebut.

baca juga

Selain itu, perlu pengecekan menyeluruh di jaringan kerja sama BMKG maupun pemilik layanan SMS blast. Misalnya, mengecek log aktivitas di server layanan SMS blast supaya bisa diketahui lewat celah mana sistem ini dimanfaatkan oleh hacker bila ada peretasan atau bisa diketahui bila ada kesalahan sistem dan human error.

"Secara teknis tulisan pengirim pada SMS bisa diubah menggunakan SMS masking menggunakan institusi pemerintah," kata pria kelahiran Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini.

Jika dilihat dan dibandingkan dengan SMS dari BMKG sebelumnya, SMS kali ini memang mempunyai format yang berbeda. Misalnya, pada kata pembuka biasanya diawali info gempa dan menempatkan lokasi terdampak gempa atau tsunami selalu di akhir, sedangkan yang ini langsung lokasi terdampak diinfokan di awal.

Menurut Pratama, peristiwa ini sangat berbahaya bila terjadi lagi karena bisa membuat orang panik. Pasalnya, kesalahan peringatan bencana tersebut akan menimbulkan keresahan masyarakat Indonesia mengenai pesan peringatan bencana.

Ia mengatakan bahwa BMKG dan semua pihak terkait harus selalu meningkatkan keamanan sistem informasinya, baik dari sisi teknologi, SDM, maupun policy-nya supaya hal ini tidak terjadi lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Selimut Awan Tebal Sepanjang Sabtu Ini

Waspada Selimut Awan Tebal Sepanjang Sabtu Ini

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:58 WIB

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:00 WIB

El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla

El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:12 WIB

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:56 WIB

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:00 WIB

Warga Diminta Waspada! Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota

Warga Diminta Waspada! Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 07:46 WIB

Warga Jaksel dan Jaktim Harap Bersiap, Hujan Ringan Diprediksi Turun Jumat Malam

Warga Jaksel dan Jaktim Harap Bersiap, Hujan Ringan Diprediksi Turun Jumat Malam

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:39 WIB

Alarm BMKG! 90% Wilayah Jabar Diprediksi Dilanda Kemarau Kering

Alarm BMKG! 90% Wilayah Jabar Diprediksi Dilanda Kemarau Kering

Foto | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:00 WIB

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 06:46 WIB

Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI

Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:04 WIB

Terkini

Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z

Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Tak Ingin Viral Karena Joget, Puan Maharani Minta Anggota DPR Jaga Sikap di Sidang Tahunan

Tak Ingin Viral Karena Joget, Puan Maharani Minta Anggota DPR Jaga Sikap di Sidang Tahunan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Kung Fu Soccer: Sajikan Perpaduan Seni Bela Diri dan Taktik Bola Modern

Kung Fu Soccer: Sajikan Perpaduan Seni Bela Diri dan Taktik Bola Modern

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:30 WIB

3 Rekomendasi Bedak Luxcrime untuk Mengunci Minyak dan Pori Besar sesuai Review

3 Rekomendasi Bedak Luxcrime untuk Mengunci Minyak dan Pori Besar sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Jasad Sutrimo Nihil Luka, Tim Forensik Tak Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul

Jasad Sutrimo Nihil Luka, Tim Forensik Tak Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Wangi Pastry Hangat! Ini 5 Parfum Lokal Aroma Butter yang Creamy dan Gurih

Wangi Pastry Hangat! Ini 5 Parfum Lokal Aroma Butter yang Creamy dan Gurih

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Ngeri! Macan Kumbang Nyelonong Masuk Permukiman di Batang, Ternak Warga Jadi Korban

Ngeri! Macan Kumbang Nyelonong Masuk Permukiman di Batang, Ternak Warga Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Cegah Anggota Dewan 'Joget-Joget' Lagi, Musik Sidang Tahunan MPR 2026 Diatur Ulang

Cegah Anggota Dewan 'Joget-Joget' Lagi, Musik Sidang Tahunan MPR 2026 Diatur Ulang

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru

Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:20 WIB

×