alexametrics

Ngeri! Ilmuwan Temukan Monumen Perang Tertua di Dunia, Berisi 30 Mayat

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ngeri! Ilmuwan Temukan Monumen Perang Tertua di Dunia, Berisi 30 Mayat
Monumen perang tertua. [Cambridge.org]

Monumen itu terlihat seperti piramida bertingkat Djoser di Mesir, hanya saja monumen itu terbuat dari tanah dan gypsum, bukan batu.

Suara.com - Tim arkeolog menemukan gundukan makam besar berbentuk piramida yang menampung 30 tentara di Suriah.

Makam tersebut bisa menjadi monumen perang tertua yang pernah ditemukan, setidaknya berusia 4.300 tahun.

"Temuan ini menunjukkan bahwa orang-orang kuno menghormati mereka yang tewas dalam pertempuran, seperti yang kita lakukan saat ini," kata Anne Porter, profesor Near and Middle Eastern Civilizations di University of Toronto.

Monumen itu terlihat seperti piramida bertingkat Djoser di Mesir, hanya saja monumen itu terbuat dari tanah dan gypsum, bukan batu.

Baca Juga: Berisi Tulang, Guci Kuno Berusia 2.300 Tahun Menyimpan Santet

Meskipun situs tersebut digali pertama kali antara 1988 dan 1999 oleh tim yang dipimpin Porter dan Thomas McClelland, para peneliti belum memahami tujuannya hingga sekarang.

Para ahli menemukan bahwa mayat-mayat itu dikebumikan dengan cermat, meski sebagian besar usia dan jenis kelaminnya tidak dapat diidentifikasi.

Monumen perang tertua. [Cambridge.org]
Monumen perang tertua. [Cambridge.org]

Mayat yang dapat diidentifikasi adalah lelaki dan berkisar dari orang dewasa hingga yang berusia 8 hingga 10 tahun.

Tidak diketahui alasan jelas mengapa anak berusia 8 hingga 10 tahun dikuburkan dalam monumen perang.

Dilansir dari Live Science, Selasa (1/6/2021), tulang-tulang mayat itu kemungkinan besar telah digali dan dikuburkan kembali di monumen peringatan tersebut.

Baca Juga: Temukan Gua Purba di Dekat Lokasi Ibu Kota Negara Penajam, Ini Pesan Arkeolog

Beberapa jasad dimakamkan dengan kunga atau jenis keledai untuk menarik kendaraan. Tim menduga prajurit tersebut mungkin bertugas sebagai pengemudi gerobak.

Komentar